Connect with us

Teknologi

Meta AI akan Bangun Pusat Data Berkapasitas 5 GW di Louisiana

Mark Zuckerberg mengumumkan pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) skala besar bernama Hyperion di Louisiana, Amerika Serikat.

Logompn

Published

on

Meta ai akan bangun pusat data berkapasitas 5 gw di louisiana
Meta AI akan Bangun Pusat Data Berkapasitas 5 GW di Louisiana | Gambar: Instagram/@zuck

MPN Indonesia 16 Juli 2025 - Meta Platforms mengumumkan pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) skala besar bernama Hyperion yang akan berlokasi di Louisiana, Amerika Serikat.

Proyek ini akan menyediakan daya komputasi hingga 5 gigawatt (GW) untuk mendukung laboratorium AI baru mereka, seperti disampaikan CEO Meta, Mark Zuckerberg, dalam unggahan pada platform Threads, Senin (14/7).

Pengembangan ini menandai langkah besar Meta untuk memperkuat posisinya dalam persaingan AI global melawan OpenAI dan Google.

Melansir situs Tech Crunch, Juru bicara Meta, Ashley Gabriel, menyampaikan bahwa Hyperion diperkirakan akan dibangun di Richland Parish, Louisiana, lokasi yang sebelumnya diumumkan Meta sebagai tempat pengembangan pusat data senilai $10 miliar.

Gabriel menyebutkan bahwa dua GW kapasitas pusat data akan mulai online pada 2030, dan kemudian akan ditingkatkan menjadi lima GW dalam beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, diketahui proyek Hyperion merupakan bagian dari rencana Meta membangun beberapa pusat data AI besar lainnya, termasuk Prometheus di New Albany, Ohio, yang direncanakan akan beroperasi pada 2026 dengan kapasitas satu GW.

Hal ini disampaikan oleh Zuckerberg yang menyatakan bahwa pusat data Hyperion akan memiliki jejak fisik yang cukup besar untuk mencakup sebagian besar wilayah Manhattan.

“Kami juga sedang membangun beberapa klaster titan lainnya. Satu saja dari klaster ini mencakup sebagian besar wilayah Manhattan,” kata Zuckerberg dalam unggahan Threads @zuck, dikutip MPN Indonesia, Rabu (16/7).

Pusat Data Raksasa untuk Ambisi Superintelligence

Meta mempercepat pengembangan infrastruktur superkomputasi guna memperkuat divisi baru mereka, Superintelligence Labs, yang dibentuk usai mengalami kemunduran pada model Llama 4 dan ditinggal sejumlah staf kunci.

Divisi ini kini dipimpin oleh mantan CEO Scale AI, Alexandr Wang, dan mantan CEO GitHub, Nat Friedman, sebagai hasil dari perekrutan intensif yang langsung dipimpin Zuckerberg.

Baca Juga:  Siap Meluncur! JBL Hadirkan BandBox, Ampli dan Speaker Berbasis AI di Indonesia

Untuk mendanai pembangunan pusat data skala besar ini, Meta mengandalkan kekuatan bisnis iklannya.

“Kami memiliki modal dari bisnis kami untuk mewujudkan hal ini,” kata Zuckerberg dikutip MPN Indonesia dari Reuters, Rabu (16/7).

Pembangunan pusat data ini merupakan investasi jangka panjang yang diyakini Meta akan meningkatkan daya saing mereka dalam mengembangkan model AI terdepan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending