Connect with us

Berita

Hari Anak Nasional 2025 Sebentar Lagi! KemenPPPA akan Rayakan Serentak di Indonesia

Kemen PPPA akan menggelar perayaan Hari Anak Nasional ke-41 tahun 2025 secara serentak di seluruh wilayah Indonesia pada Rabu mendatang.

Logompn

Published

on

Hari anak nasional 2025 sebentar lagi! kemenpppa akan rayakan serentak di indonesia
Hari Anak Nasional 2025 Sebentar Lagi! KemenPPPA akan Rayakan Serentak di Indonesia | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 21 Juli 2025 - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) akan menggelar perayaan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tahun 2025 secara serentak di seluruh wilayah Indonesia pada Rabu (23/7) mendatang.

Kemen PPPA memastikan peringatan tahun ini tidak lagi terpusat di satu kota seperti sebelumnya, melainkan dilaksanakan secara kolaboratif oleh berbagai elemen, mulai dari pemerintah pusat, daerah, masyarakat, hingga komunitas dan sekolah.

HAN 2025 mengangkat tema besar Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045 dengan tagline ‘Anak Indonesia Bersaudara’.

Tema ini mencerminkan semangat bersama dalam membentuk generasi anak yang tangguh, sehat, dan berdaya saing, sejalan dengan visi pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris KemenPPPA, Titi Eko Rahayu dalam Forum Tematik Bakohumas, yang mengatakan bahwa perayaan HAN 2025 akan mengusung konsep inklusif dan merata.

“KemenPPPA tahun ini mengusung konsep perayaan Hari Anak Nasional yang lebih merata. Tujuannya agar anak-anak dari Sabang sampai Merauke bisa ikut merasakan semangat Hari Anak Nasional di lingkungan tempat mereka tinggal. Mulai dari desa, sekolah, komunitas, hingga pemerintah daerah, semua kami ajak untuk merayakan Hari Anak Nasional bersama pada 23 Juli 2025. Anak-anak harus merasakan kehadiran negara, bukan hanya di pusat, tetapi juga di tempat mereka tinggal dan tumbuh,” ujar Titi dikutip MPN Indonesia dari laman Kemen PPPA, Senin (21/7).

5 Subtema yang Akan Diusung dalam HAN 2025

Kemen PPPA secara resmi merilis lima subtema untuk memperkuat pesan HAN 2025, di antaranya ialah:

  • Anak Hebat, Indonesia Kuat
  • Anak Cerdas Digital
  • Pendidikan Inklusif untuk Semua
  • Stop Perkawinan Anak
  • Anak Terlindungi Menuju Indonesia Emas 2045
Baca Juga:  Apakah Sekarang Hari Batik Nasional? Simak Sejarah Singkatnya di Sini

Kelima subtema tersebut ditujukan untuk memperkuat upaya kolektif dalam pemenuhan hak anak dalam berbagai aspek kehidupan.

Makna Logo HAN 2025

Logo resmi HAN 2025 turut diperkenalkan dengan desain yang mencerminkan nilai-nilai inklusivitas dan semangat kebangsaan. Elemen-elemen utama logo meliputi:

  • Tiga anak memegang bendera merah putih, termasuk anak dengan disabilitas, yang melambangkan kesetaraan dan harapan.
  • Warna merah dan putih, yang mencerminkan semangat nasionalisme dan kebersamaan.
  • Garis abu-abu, yang menggambarkan kompleksitas dalam pemenuhan hak anak dan perlindungannya.

Logo ini diharapkan digunakan dalam berbagai publikasi dan kegiatan yang berkaitan dengan perayaan hari besar nasional, khususnya Hari Anak Nasional.

Agenda dan Kolaborasi Pelaksanaan

Perayaan HAN 2025 akan diselenggarakan di berbagai tingkatan wilayah, mulai dari desa, sekolah, komunitas, hingga provinsi, dengan dukungan kementerian dan lembaga lainnya yang dapat dikembangkan sesuai kondisi di masing-masing daerah.

Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Dalam upaya perlindungan digital, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Ramah Anak (PP TUNAS).

Masih dalam acara yang sama, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital, Molly Prabawati, menyoroti pentingnya literasi digital bagi anak-anak.

“Data UNICEF menunjukkan setiap setengah detik satu anak di dunia mengakses internet untuk pertama kalinya. Di Indonesia, dari 221 juta pengguna internet, lebih dari 9 persen adalah anak usia di bawah 12 tahun. Situasi ini menempatkan anak-anak pada risiko tinggi terhadap konten berbahaya, penipuan digital, hingga eksploitasi daring,” tuturnya.

Dalam laman resminya, Kemen PPPA menegaskan kembali ajakan kepada seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, media, dunia usaha, masyarakat, dan keluarga—untuk bersama memperkuat fondasi perlindungan anak sebagai bagian dari komitmen menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga:  Puasa dan Lebaran 2027 Tanggal Berapa?

(AKM/NID/RAD)

Trending