Connect with us

Peristiwa

Kronologi Kebakaran KM Barcelona V: 3 Orang Tewas Hingga Nakhoda Ditetapkan Tersangka

Nakhoda KM Barcelona V resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait kebakaran kapal yang terjadi di perairan Talise, Kabupaten Minahasa Utara pada Minggu (20/7).

Logompn

Published

on

Kronologi kebakaran km barcelona v 5 orang tewas hingga nakhoda ditetapkan tersangka
Kronologi Kebakaran KM Barcelona V 5 Orang Tewas hingga Nakhoda Ditetapkan Tersangka | Gambar: Tangkapan Layar Instagram/@kantorsar_manado

Sulawesi Utara, MPN Indonesia 22 Juli 2025 - Nakhoda kapal motor (KM) Barcelona V berinisial IB resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditpolairud Polda Sulawesi Utara (Sulut) terkait kebakaran kapal yang terjadi di perairan Talise, Kabupaten Minahasa Utara pada Minggu (20/7) sekitar pukul 14.00 WITA.

Diketahui, kapal yang tengah berlayar dari Kabupaten Kepulauan Talaud menuju Kota Manado ini menyebabkan tiga orang tewas, sementara dua di antaranya dalam perawatan.

“Benar, sudah ada penetapan tersangka. Inisial IB, kapten kapal,” kata Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah Hasibuan kepada awak media, Senin (21/7).

Penetapan tersangka dilakukan setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian jumlah penumpang dengan data manifes resmi kapal serta tidak berjalannya standar operasional prosedur (SOP) kedaruratan.

Selain menetapkan nakhoda sebagai tersangka, Ditpolairud juga memeriksa 13 anak buah kapal (ABK) lainnya.

“Untuk yang lainnya sementara dalam pengembangan,” ujar Alamsyah.

Kronologi Terbakarnya KM Barcelona V

Sesuai surat perintah berlayar, KM Barcelona V dijadwalkan berangkat pada Sabtu (19/7) pukul 18.00 WITA. Namun, karena cuaca buruk, keberangkatan ditunda hingga Minggu (20/7) pukul 01.00 WITA.

Berdasarkan informasi yang beredar, kebakaran yang terjadi di kapal yang diketahui milik PT Surya Pacific Indonesia ini diduga disebabkan gangguan teknis saat kapal berada sekitar 60 kilometer dari Pelabuhan Manado.

Salah satu korban yang selamat dari insiden tersebut menceritakan kronologi yang menyebabkan kapal tersebut terbakar. Dalam pernyataannya, Larebonte mengatakan bahwa api diduga muncul dari bagian dek 3 kapal.

“Awal kejadian itu di bagian dek 3 samping kiri mengeluarkan api sangat panas ketika keluar asap,” ungkap Larebonte kepada wartawan di Manado, Senin (21/7).

Baca Juga:  Jumlah Penumpang KM Barcelona Diduga Melebihi Kapasitas, Menhub Janji Usut Tuntas

Ia juga mengatakan bahwa anak buah kapal (ABK) sempat melakukan pemadaman namun tidak berhasil. Ditambah, selang air yang ada tidak berfungsi dengan baik sehingga api menjalar ke sejumlah bagian kapal dan membuat penumpang panik.

Jumlah Korban dan Upaya Penanganan Insiden KM Barcelona V

Berdasarkan informasi yang diterima MPN Indonesia dari Kantor SAR Manado pada Selasa (22/7), KM Barcelona V mengangkut 580 orang yang terdiri dari penumpang dan ABK.

Dari jumlah tersebut, 575 orang dinyatakan selamat, 3 orang meninggal, sementara 2 orang lainnya tercatat dalam perawatan.

Berikut adalah 3 orang meninggal dunia yang sudah teridentifikasi:

  • Asnalapae (P/50)
  • Zakaria Tindiuling (L/-)
  • Juliana Humolung (P/40)

Ketiga jenazah yang ditemukan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Mereka diketahui merupakan pasien yang hendak menjalani pengobatan di Manado.

Sebelumnya, pada Senin (21/7) operasi SAR yang melibatkan 23 personel gabungan, terdiri dari Basarnas, TNI AL, TNI AD, serta personel dari berbagai instansi lainnya masih melakukan proses pencarian dua korban hilang.

Dalam keterangan resminya di akun Instagram @kantorsar_manado, Kepala Kantor Basarnas Manado, George LM Randang mengungkap komitmennya untuk terus melakukan upaya pencarian.

“Kami memahami betul harapan keluarga korban. Oleh karena itu, upaya pencarian akan terus kami lakukan secara maksimal, baik melalui jalur laut maupun darat,” ujar George dikutip MPN Indonesia, Selasa (22/7).

Dalam keterangan lebih lanjut, disebut bahwa pencarian dilakukan melalui jalur laut dan darat dengan menggunakan KN SAR Bima Sena dan rubber boat.

Tak hanya dari Tim SAR dan TNI, proses evakuasi juga melibatkan warga sekitar Pulau Talise dan Pulau Gangga, serta personel dari Brimob Polda Sulut, Bakamla Sulut, Lanal Manado, dan KSOP Manado.

Baca Juga:  Kepala Lapas Enemawira Dinonaktifkan usai Diduga Paksa Napi Makan Daging Anjing

Sebagian penumpang selamat telah dijemput keluarga masing-masing, sementara beberapa lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit di Manado dan Minahasa Utara akibat luka benturan dan trauma.

Hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan oleh Ditpolairud Polda Sulut untuk mendalami potensi pelanggaran prosedur keselamatan pelayaran dan memastikan akurasi jumlah penumpang dalam manifes kapal.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending