Connect with us

Viral

KMP Batumandi Terbakar saat Ingin Bersandar di Pelabuhan Merak, Ratusan Penumpang Dievakuasi

KMP Batumandi terbakar saat hendak sandar di Pelabuhan Merak, Banten. Ratusan penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan.

Actress 1299250

Published

on

KMP Batumandi Terbakar saat Mau Sandar di Pelabuhan Merak, Ratusan Penumpang Dievakuasi
KMP Batumandi Terbakar saat Mau Sandar di Pelabuhan Merak, Ratusan Penumpang Dievakuasi. Gambar: Dok. Istimewa

Banten, MPN Indonesia 21 Oktober 2026 - KMP Batumandi mengalami kebakaran saat hendak sandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10) sore.

Kebakaran kapal terjadi sekitar pukul 16.15 WIB saat kapal berada di perairan sekitar Pulau Merak Besar, Selat Sunda.

Petugas gabungan mengevakuasi ratusan penumpang dan awak kapal setelah api terlihat di bagian buritan kapal.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, mengatakan petugas darat pertama kali melihat percikan api di dek atas kapal.

“Sekitar pukul 16.15 WIB, petugas darat melihat adanya percikan api di buritan bagian belakang kapal, tepatnya di dek atas untuk muat kendaraan kecil,” kata Windy Andale dalam keterangannya.

Kronologi Kebakaran

KMP Batumandi sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, sekitar pukul 14.52 WIB.

Kapal kemudian memasuki perairan sekitar Pulau Merak Besar untuk menjalani proses sandar menuju Dermaga VI.

Sekitar pukul 16.15 WIB, petugas darat melihat percikan api dari bagian belakang kapal.

Titik api terlihat di dek atas yang digunakan untuk memuat kendaraan kecil.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 WIB lokasinya berada di perairan Selat Sunda.

“Di perairan laut Selat Sunda, tepatnya di belakang Pulau Kecil Merak Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, telah terjadi kebakaran kapal penumpang KMP Batumandi,” kata Maruli, dikutip MPN Indonesia dari detiknews pada Rabu (21/10).

Video yang beredar memperlihatkan asap hitam pekat mengepul dari kapal jenis roll-on/roll-off (ro-ro) tersebut.

Ratusan Penumpang KMP Batumandi Dievakuasi

Petugas gabungan mengevakuasi ratusan penumpang dan awak kapal setelah kebakaran terjadi.

Baca Juga:  Pemulung yang Diduga Culik Siswi SMP di Ciputat Ternyata Rekan Dekat Ayah Korban

Proses evakuasi melibatkan petugas pelabuhan, Basarnas, kepolisian, BPBD, dan masyarakat.

Pada video yang beredar, sejumlah penumpang terlihat dievakuasi menggunakan kapal kecil.

Penumpang yang mengenakan pelampung berwarna kuning juga terlihat turun di dermaga setelah dievakuasi menggunakan kapal nelayan.

Polda Banten juga mengerahkan personel untuk membantu penanganan kebakaran kapal tersebut.

Tim BPBD dan Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten terlibat dalam proses evakuasi.

“Saat ini masih dilakukan evakuasi oleh Tim BPBD dan Ditpolairud Polda Banten. Jumlah korban dan penyebab kebakaran akan dilaporkan kembali,” kata Maruli.

Pada keterangan selanjutnya, ASDP menyampaikan bahwa seluruh penumpang dan awak kapal telah dievakuasi.

Penanganan kebakaran masih berlangsung dengan melibatkan sejumlah instansi terkait.

“Hingga saat ini proses penanganan masih berlangsung oleh petugas gabungan dari unsur pelabuhan, basarnas, dan kepolisian. ASDP mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi,” ungkap Windy Andale.

Penyebab Kebakaran KMP Batumandi Belum Diketahui

Penyebab kebakaran kapal di sekitar Pelabuhan Merak tersebut belum diketahui.

Petugas juga belum menyampaikan jumlah korban akibat kebakaran yang terjadi.

“Belum diketahui pasti penyebab insiden kebakaran tersebut,” kata Windy.

ASDP menyatakan terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan, Basarnas, dan instansi terkait selama proses penanganan berlangsung.

Perusahaan juga mendukung proses pemeriksaan yang dilakukan pihak berwenang.

Pemeriksaan terkait penyebab kebakaran dan informasi korban dilakukan setelah proses evakuasi.

ASDP menyatakan akan menyampaikan perkembangan berdasarkan hasil verifikasi di lapangan.

(AKM/NID/RAD)

Trending