Connect with us

Selebriti

Nadin Amizah Geram, Lirik dan Judul Lagu Digunakan untuk Produksi Film Tanpa Izin

Nadin Amizah buka suara atas dugaan penggunaan lirik dari lagu miliknya tanpa izin oleh rumah produksi Sinemart Pictures.

Logompn

Published

on

Nadin amizah geram, lirik dan judul lagu digunakan untuk produksi film tanpa izin
Nadin Amizah Geram, Lirik dan Judul Lagu Digunakan untuk Produksi Film Tanpa Izin | Gambar: Instagram/@cakecaine

MPN Indonesia 30 Juli 2025 - Nadin Amizah menyampaikan kemarahannya kepada rumah produksi Sinemart Pictures atas penggunaan lirik dari lagu miliknya tanpa izin.

Insiden ini terungkap pada Selasa (29/7), ketika Nadin membagikan sejumlah unggahan melalui Instagram Story di akun @cakecaine yang menunjukkan bahwa ia tidak pernah memberi izin atas penggunaan lirik dalam film Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan.

Lirik tersebut dituding diambil dari lagu-lagu Nadin yang berjudul Bertaut dan Semua Aku Dirayakan. Bukan tanpa alasan, Nadin mempermasalahkan hal tersebut karena sebelumnya ia sempat menolak izin pihak rumah produksi tersebut untuk menggunakan judul lagunya.

Permasalahan ini bermula pada Februari 2024 saat Nadin diminta untuk mengizinkan lagunya, Bertaut, digunakan sebagai bagian dari film produksi Sinemart Pictures.

Dalam tangkapan layar yang dibagikan, ia mengirim pesan kepada manajernya yang juga ibunya, bahwa ia menolak permintaan rumah produksi tersebut.

“Tapi tolong dijelasin dulu sekali lagi bahwa Nadin enggak ada niatan untuk pakai lagu Bertaut atau mengizinkan penggunaan judul maupun lagu Bertaut ya bun,” kata Nadin dalam percakapan tangkapan layar tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (30/7).

Meski sempat ditegur oleh Nadin dan mendapat janji dari pihak Sinemart Pictures untuk tidak menimbulkan kontroversi, film tersebut akhirnya tetap dirilis dengan judul yang menggunakan gabungan lirik lagunya.

Rilis film tersebut pada akhir Juli 2025 ini pun mengejutkan dan membuat Nadin meluapkan kekecewaannya secara terbuka.

Nadin Mengaku Tak Punya Cukup Bukti untuk Kasus Ini

Lebih lanjut, dalam unggahan Instagram Story Nadin menekankan bahwa kemarahannya tidak berkaitan dengan hak cipta atas kata-kata tersebut, melainkan pada kurangnya penghargaan terhadap keputusan kreatifnya.

Baca Juga:  Tretan Muslim Klarifikasi Isu Dugaan Depak King Abdi dari Bebek Carok

“Aku enggak punya hak cipta atas kata ‘bertaut’ maupun ‘semua dirayakan’. Tapi menurutku bahkan tanpa pedoman legal pun, respect tetap pantas diberikan pada satu sama lain,” tulis Nadin.

Dalam unggahan lainnya, ia menunjukkan kekesalan terhadap penggunaan karya musik untuk kepentingan komersial tanpa restu kreator aslinya.

“(Aku) selalu kritis tentang penggunaan lagu-lagu viral untuk meningkatkan kesuksesan sebuah film, tetapi ini.. Ughhh,” bunyi tulisan tersebut.

Tunangan dari Faishal Tanjung ini juga menjelaskan bahwa lagu Bertaut dibuat khusus untuk ibunya dan tidak ingin lagu bernuansa pribadi tersebut dipakai dalam film bergenre romantis.

“Lets say aku izinkan penggunaan Bertaut lagunya dan judulnya, placement-nya tuh di film akan seperti apa? Karena lirik pertamanya aja langsung ‘Bun’, tentang Bundaku,” tegasnya.

Meskipun Nadin mengakui bahwa tidak ada hak hukum yang dilanggar secara eksplisit, ia tetap merasa bahwa prinsip saling menghargai antar pelaku seni telah diabaikan.

Ia pun mengaku bahwa ia tidak memiliki pegangan yang kuat untuk mengakui hak cipta atas kata-kata yang digunakan dalam film tersebut. Namun, ia tetap memperingatkan rekan sesama musisinya untuk berhati-hati saat bekerja sama dengan rumah produksi.

“Secara legal, bukti-bukti saya sama sekali tidak kuat dan bisa jadi tidak valid. Tapi secara etika, minimal musisi sudah tau production house mana yang harus dihindari saat ada ajakan kerja sama,” katanya dalam unggahan lain.

(ELG/NID/RAD)

Trending