Connect with us

Berita

Pacu Jalur Kuansing Diusulkan jadi Warisan Budaya Dunia UNESCO

LAMR resmi usulkan tradisi pacu jalur Kuansing ke UNESCO sebagai warisan budaya takbenda melalui skema extension yang dinilai paling memungkinkan.

Logompn

Published

on

Pacu jalur kuansing diusulkan jadi warisan budaya dunia unesco
Pacu Jalur Kuansing Diusulkan Jadi Warisan Budaya Dunia UNESCO. Gambar : Dok. Media Center Riau

Riau, MPN Indonesia 31 Juli 2025 - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) secara resmi mengusulkan tradisi pacu jalur dari Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, agar diakui sebagai warisan budaya takbenda (Intangible Cultural Heritage/ICH) oleh UNESCO.

Usulan tersebut disampaikan dalam rapat virtual bersama Kementerian Kebudayaan dan pihak terkait pada Minggu (27/7).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung proses pengajuan tersebut.

“LAMR siap berada di posisi mana pun, diminta atau tidak diminta,” ujarnya dalam rapat tersebut, dikutip MPN Indonesia dari Media Center Riau, Kamis (31/7).

Ia menambahkan, meski LAMR memiliki pengalaman dalam pengusulan budaya seperti pantun dan kebaya, pacu jalur menghadirkan tantangan tersendiri karena saat ini tengah berkembang secara global.

Jalur Extension Dinilai Paling Cepat

Staf Ahli Kementerian Kebudayaan, Prof. Dr. Ismunandar, menjelaskan bahwa ada tiga jalur pengajuan budaya ke UNESCO: mandiri, multinasional, dan extension.

Jalur extension dipilih karena tidak dibatasi kuota seperti dua jalur lainnya dan dinilai sebagai opsi tercepat.

Namun, jalur ini memerlukan dukungan dari komunitas budaya serupa yang lebih dulu diakui UNESCO, seperti dari Eropa atau Tiongkok.

Dukungan Pemerintah dan Potensi Global

Direktur Diplomasi Kebudayaan, Raden Usman, menegaskan bahwa percepatan pengajuan budaya Indonesia ke UNESCO menjadi prioritas pemerintah.

Ia menyebut pacu jalur memiliki potensi besar secara internasional dan menjadi simbol pelestarian budaya nasional.

Festival tahunan pacu jalur di Kuantan Singingi juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah sebagai bagian dari promosi budaya ke dunia.

Baca Juga:  Viral! Ranjau Paku Terlihat Bertebaran di Taman Nasional Tesso Nilo

Datuk Seri Taufik menyebut, skema extension membawa pesan penting tentang kesetaraan budaya global.

Ia juga menekankan pentingnya menyiapkan infrastruktur ekonomi bagi komunitas budaya agar manfaat pengakuan UNESCO bisa dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Telah Diakui sebagai Warisan Budaya Nasional

Sejak 2014, pacu jalur telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Tradisi ini juga tercatat dalam agenda Kekayaan Intelektual Nasional (KEN), yang memperkuat posisinya dalam identitas budaya Riau.

Pemerintah juga mendorong penyelenggaraan Festival Pacu Jalur sebagai bentuk pelestarian dan promosi.

Bahkan, tim pemenang pacu jalur memiliki peluang menjadi atlet yang mewakili Indonesia di ajang balap perahu internasional, langkah penting menuju pengakuan global oleh UNESCO.

(AKM/NID/RAD)

Trending