Berita
2 Tahun Belajar Lesehan, Siswa SMKN 8 Tangsel Akhirnya Dapat Bantuan Meja dan Kursi
Siswa SMKN 8 Tangsel akhirnya mendapat fasilitas meja dan kursi belajar pada Selasa (29/7).
Banten, MPN Indonesia 30 Juli 2025 - Seluruh siswa SMKN 8 Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, akhirnya mendapatkan fasilitas meja dan kursi belajar pada Selasa (29/7) setelah dua tahun menjalani proses belajar dalam kondisi minim sarana.
Bantuan tersebut datang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten sebagai bagian dari program pengadaan barang dan jasa di sektor pendidikan.
Sejak menerima angkatan pertama pada 2023, sekolah yang berada di Kota Tangsel itu hanya memiliki 90 kursi untuk lebih dari 200 siswa.
Kekurangan sekitar 500 unit meja dan kursi hingga pertengahan 2025 tersebut menyebabkan sebagian besar siswa terpaksa belajar lesehan di lantai beralas karpet.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMKN 8 Tangsel, Muraja, menyatakan bahwa bantuan yang diterima terdiri dari 80 unit kursi dan meja lipat serta lebih dari 200 unit kursi dan meja kayu.
“Yang datang semalam totalnya sekitar 300 unit. Kalau ditambah dengan yang sebelumnya, jumlahnya sekarang sudah mencapai sekitar 500 meja dan kursi,” ujarnya kepada awak media, Rabu (30/7).
Kondisi SMKN 8 Tangsel Sebelum Bantuan Datang
Sebelum bantuan dikirim, sebagian siswa mengaku tidak nyaman saat belajar lesehan. Dalam sebuah keterangan, selama dua minggu Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) para siswa harus mengikuti pelajaran sambil duduk di lantai.
Dalam laporan lain, disebutkan juga bahwa kondisi fisik gedung menunjukkan kerusakan seperti tembok lusuh dan atap bocor.
Sekolah yang memiliki tiga jurusan ini menyatakan bahwa mereka telah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan ke Dinas Pendidikan Provinsi Banten, namun terkendala oleh prioritas pembangunan SMKN 15 dan kebutuhan sekolah lain di wilayah selatan Banten.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas Wilayah Tangsel, Teguh Setiawan menegaskan bahwa permintaan dari SMKN 8 Tangsel sudah masuk ke Rencana Hasil Pengadaan (RHP), dan akan terus dikawal untuk memastikan kelengkapan sarana belajar.
Teguh menyatakan bahwa pemenuhan kebutuhan sekolah dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran dan prioritas pembangunan di wilayah lain.
Ia menjelaskan bahwa keterlambatan bukan karena kelalaian, melainkan karena proses pengadaan barang dan jasa yang belum terpenuhi secara menyeluruh.
“Karena kalau anggaran itu sifatnya tidak langsung serta merta direalisasikan, jadi anggaran itu tidak hanya untuk SMK 8 saja, di wilayah selatan juga masih banyak sarana prasarana yang segera dipenuhi. Jadi memang artinya secara bertahap, apalagi ini berbasis anggaran,” jelas Teguh.
Namun, pengiriman bantuan kini terealisasi penuh pada Selasa (29/7), dengan seluruh ruang kelas sebanyak 11 ruangan kini telah terisi sesuai kebutuhan. Bahkan, sebanyak 40 unit kursi dalam kondisi baik disimpan di ruang pertemuan sekolah sebagai cadangan.
Seluruh siswa SMKN 8 Tangsel telah dapat belajar di ruang kelas menggunakan fasilitas yang memadai, sebagai hasil dari realisasi pengadaan barang dan jasa yang sempat tertunda.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
