Connect with us

Politik

Eks Wamenlu Tak Percaya Kematian Arya Daru karena Bunuh Diri: Suatu Tanda Tanya yang Besar

Dino Patti Djalal mengungkapkan lima kejanggalan dalam kasus kematian Arya Daru Pangayunan.

Logompn

Published

on

Eks menlu bongkar kejanggalan kematian arya daru suatu tanda tanya yang besar
Eks Wamenlu Tak Percaya Kematian Arya Daru karena Bunuh Diri: Suatu Tanda Tanya yang Besar | Gambar: Instagram/@dinopattidjalal

MPN Indonesia 12 Agustus 2025 - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Dino Patti Djalal, mengungkapkan lima kejanggalan dalam kasus kematian Arya Daru Pangayunan (39), seorang diplomat Kementerian Luar Negeri, yang ditemukan meninggal dengan wajah terlilit lakban di kamar kosnya di Menteng, Jakarta.

Dino menegaskan sulit menerima kesimpulan bahwa Arya Daru tewas akibat bunuh diri, sebagaimana hasil penyelidikan polisi.

“Saya sulit sekali menerima kesimpulan bahwa diplomat muda Arya Daru itu bunuh diri. Dan ini adalah pandangan keluarga Arya Daru dan sebagian besar masyarakat,” kata Dino melalui akun Instagramnya, @dinopattidjalal, dilihat MPN Indonesia pada Selasa (12/8).

Kejanggalan yang Ada

Dino menguraikan lima alasan utama keraguannya. Pertama, metode kematian yang tidak lazim.

Menurutnya, belum pernah ada kasus orang bunuh diri dengan cara melilit wajah menggunakan lakban.

Biasanya, orang yang melakukan bunuh diri akan memilih cara yang tidak menyengsarakan dirinya.

“Ini suatu tanda tanya yang besar sekali,” tegas Dino.

Kedua, soal penugasan Arya ke Finlandia. Menurut Dino, Finlandia adalah negara idaman bagi diplomat RI di luar negeri, sehingga secara psikologis ini tidak relevan dijadikan alasan untuk bunuh diri.

Ketiga, temuan yang menyebut Arya tak meninggalkan pesan apa-apa kepada keluarga. Padahal umumnya, pelaku bunuh diri akan meninggalkan pesan kepada orang terdekatnya.

Namun, Arya yang dikenal dekat dengan keluarga, justru tidak meninggalkan pesan bagi siapa pun.

Keempat, Dino menilai bahwa ponsel Arya yang tidak ditemukan merupakan sebuah kejanggalan.

Menurut Dino, orang yang bunuh diri umumnya tidak akan meninggalkan ponsel pribadinya. Pasalnya, ponsel itu bisa digunakan untuk berkomunikasi secara pribadi.

Baca Juga:  13 WN Jepang Diduga Sindikat Scam Online di Bogor Terancam Dideportasi

Terakhir, soal tidak adanya sidik jari orang lain dan juga CCTV yang tidak lengkap.

“Ini juga menimbulkan kesan bahwa ini merupakan suatu pembunuhan yang direncanakan secara rapi,” ujar Dino.

“Saya mohon kasus ini tetap dibuka dan tidak ditutup secara total. Dan polisi terus mencari bukti-bukti atau penemuan baru sehingga bisa akurat bisa menjelaskan akurat kematian Arya Daru yang masih janggal,” pungkasnya.

Hasil Penyelidikan Polisi

Sebelumnya, tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyatakan hasil penyelidikan, termasuk autopsi forensik, pemeriksaan histopatologi, toksikologi, dan psikologi forensik, menunjukkan tidak ditemukan unsur pembunuhan atau tindak pidana dalam kematian diplomat Kementerian Luar Negeri tersebut.

Polisi menyimpulkan penyebab kematian adalah mati lemas. Kendati demikian, kepolisian mengaku penyelidikan belum dihentikan.

“Sementara kami tetap akan menerima masukan apabila ada informasi, kami tetap tampung,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra saat konferensi pers di Jakarta pada akhir Juli lalu.

(AKM/NID/RAD)

Trending