Berita
Bupati Pati Sudewo Minta Maaf Terkait Kenaikan PBB: Saya akan Berbuat yang Lebih Baik
Demo ribuan warga Pati memanas saat Bupati Sudewo dilempari sandal dan botol air mineral, buntut penolakan kenaikan PBB-P2 hingga 250 persen.
Jawa Tengah, MPN Indonesia 14 Agustus 2025 - Ribuan warga Kabupaten Pati menggelar unjuk rasa pada Rabu (13/8) menolak kebijakan kenaikan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2).
Suasana memanas ketika Bupati Pati, Sudewo, dilempari sandal jepit dan botol air mineral oleh massa.
Insiden terjadi saat Sudewo, mengenakan kemeja putih lengan panjang, kacamata, dan peci hitam, berdiri di atas mobil rantis milik polisi untuk menyampaikan permintaan maaf.
“Bismillahirrahmanirrahim. Saya mohon maaf sebesar-besarnya, saya akan berbuat yang lebih baik. Terima kasih,” ucap Sudewo dalam aksi demo tersebut, dikutip MPN Indonesia dari unggahan X @Jateng_Twit, Kamis (14/6).
Namun, emosi warga yang telah memuncak membuat lemparan sandal dan air mineral diarahkan ke arahnya.
Ajudan dan anggota Brimob segera melindungi Sudewo dengan tameng sebelum ia kembali masuk ke dalam mobil rantis.
Kericuhan dan Tindakan Aparat
Kericuhan memuncak saat massa memaksa menerobos gerbang kantor bupati dan membakar satu unit mobil provos milik Polres Grobogan.
Aparat kepolisian kemudian menembakkan gas air mata dan menyemprotkan water cannon untuk membubarkan massa.
Unjuk rasa ini dipicu kebijakan kenaikan PBB-P2 hingga 250 persen.
Sebelumnya, Sudewo sempat menyatakan mempersilakan warga berunjuk rasa meski sampai 50.000 orang.
Latar Belakang Kebijakan dan Tuntutan Warga
Kebijakan kenaikan tarif PBB-P2 yang dikeluarkan Pemkab Pati menetapkan kenaikan hingga 250 persen untuk batas maksimal, meskipun tidak berlaku untuk seluruh objek pajak. Sebagian objek hanya mengalami kenaikan 50 persen.
Meski kebijakan ini telah dibatalkan dan Sudewo sudah meminta maaf atas pernyataannya, massa tetap menuntutnya mundur dari jabatan bupati.
Aksi ini dipimpin sejumlah tokoh lokal, termasuk Husen sebagai inisiator dan Syaiful Ayubi sebagai orator.
“Tunjukkan bahwa warga Pati itu santun dan berakhlak, cinta damai dan tidak arogan,” kata Syaiful di hadapan peserta aksi.
Aksi Donasi Air Mineral
Selain berunjuk rasa, warga juga menggelar aksi donasi air mineral kemasan dos di sepanjang trotoar depan Pendopo Kabupaten Pati.
Tumpukan donasi terus bertambah hingga memenuhi area Alun-alun Pati sebagai bentuk aksi simbolis.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
