Politik
Profil Ridwan Kamil, Mantan Gubernur Jawa Barat yang Kini sedang Diterpa Isu Miring
Simak profil dan perjalanan karier Ridwan Kamil di sini!
MPN Indonesia 20 Agustus 2025 - Ridwan Kamil, arsitek sekaligus politisi yang pernah menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2018–2023, kini kembali menjadi sorotan publik.
Bukan karena kiprah politik atau karya arsitekturnya, melainkan lantaran isu miring setelah Lisa Mariana mengklaim bahwa anaknya memiliki hubungan darah dengan Ridwan Kamil.
Klaim ini pun memicu polemik dan ramai diperbincangkan, terlebih setelah Bareskrim Polri mengumumkan hasil tes DNA yang membantah tudingan tersebut.
Profil Ridwan Kamil
Mochamad Ridwan Kamil, lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 4 Oktober 1971, merupakan tokoh dan figur publik yang dikenal sebagai arsitek, akademisi, sekaligus politisi.
Ia adalah anak kedua dari lima bersaudara dalam keluarga dengan latar belakang akademis dan religius.
Ayahnya, Atje Misbach Muhjiddin, adalah dosen di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, sementara ibunya bernama Tjutju Sukaesih.
Latar Belakang Keluarga dan Kehidupan Pribadi
Ridwan Kamil tumbuh dalam keluarga dengan garis keturunan dari Kyai Muhyidin atau Mama Pagelaran, pendiri tiga pesantren di Sumedang dan Subang, Jawa Barat.
Sejak kecil ia dikenal sebagai anak yang cerdas, aktif, dan memiliki prinsip kerja keras serta pantang menyerah.
Ia kemudian menikah dengan Atalia Praratya pada 7 Desember 1996 dan dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikaruniai dua anak, yakni Emmeril Kahn Mumtadz dan Camillia Laetitia Azzahra.
Selain itu, mereka juga mengasuh seorang anak bernama Arkana Aidan Misbach sejak Juli 2020.
Namun, pada 26 Mei 2022, putra sulungnya, Emmeril Kahn Mumtadz, dikabarkan hilang saat berenang di Sungai Aare, Swiss. Setelah pencarian intensif oleh otoritas Swiss, jenazah Eril ditemukan pada 8 Juni 2022.
Untuk mengenang putranya, Ridwan Kamil membangun Masjid Al Mumtadz di dekat makam Emmeril setelah melakukan penggalangan dana dan berhasil mengumpulkan sekitar Rp44 miliar.
Riwayat Pendidikan
Ridwan Kamil menghabiskan masa pendidikannya awalnya di SDN Banjarsari III, dilanjutkan ke SMP Negeri 2 dan lulus dari SMA Negeri 3 Bandung pada awal 1990-an.
Ia kemudian menekuni studi arsitektur di Institut Teknologi Bandung dan berhasil menyelesaikan gelar sarjana pada tahun 1995.
Ambisi untuk memperdalam ilmu membawanya ke Amerika Serikat, di mana ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di University of California, Berkeley.
Tak hanya berhenti di sana, lewat beasiswa, Ridwan Kamil juga berhasil menyelesaikan Master of Urban Design antara tahun 1999–2001 sambil bekerja paruh waktu di Departemen Perencanaan Kota Berkeley untuk membantu biaya hidupnya.
Karier di Bidang Arsitektur
Setelah menyelesaikan pendidikan Magister di University of California, Berkeley, Ridwan Kamil sempat mengawali karier internasional di beberapa firma arsitektur di Amerika Serikat.
Pada tahun 2004, ia memilih kembali ke tanah air dan mendirikan perusahaan konsultan arsitektur Urbane bersama rekan-rekannya, Achmad D. Tardiyana, Reza Nurtjahja, dan Irvan W. Darwis yang menjadi fondasi gerakannya di dunia arsitektur Indonesia.
Selain berpraktik, Ridwan Kamil juga berperan sebagai pendidik. Ia mengabdikan dirinya sebagai dosen tidak tetap di Institut Teknologi Bandung (ITB) selama 14 tahun, membimbing generasi arsitek muda di program studi Teknik Arsitektur.
Karya-karyanya melekat sebagai simbol kreativitas dan penghormatan terhadap budaya lokal, seperti Museum Tsunami Aceh, di mana ia mengambil inspirasi dari rumah tradisional Aceh dan membungkusnya dengan konsep edukasi dan mitigasi bencana.
Begitu juga dengan Masjid Al Irsyad, sebuah masjid fungsional tanpa kubah, yang mengekspresikan kaligrafi syahadat sebagai elemen arsitektural utama.
Karier Politik Ridwan Kamil
Ridwan Kamil memulai karier politiknya pada 2013 dengan mencalonkan diri sebagai Wali Kota Bandung. Ia maju bersama Oded Muhammad Danial dengan dukungan Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra dengan meraih 45,24% suara.
Dari perolehan tersebut, ia resmi dilantik sebagai Wali Kota Bandung pada 16 September 2013 dan menjabat hingga 2018.
Kemudian di tahun 2018, Ridwan Kamil terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat bersama Uu Ruzhanul Ulum. Mereka diusung oleh PPP, PKB, Partai NasDem, dan Partai Hanura, dengan raihan suara 7.226.254 atau 32,88%.
Sebagai gubernur, ia fokus mengembangkan transportasi publik, seperti BRT di Bandung dan kerja sama pembangunan MRT di Bekasi.
Tak hanya itu, Ridwan Kamil juga melakukan digitalisasi layanan publik serta penyebaran informasi melalui media sosial
Ia juga menggagas pembangunan Masjid Al-Jabbar dengan anggaran sekitar Rp1 triliun dari APBD Jawa Barat.
Setelah masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat berakhir pada 2023, Ridwan Kamil mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Ia diusung Partai Golkar dan berpasangan dengan Suswono dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Pencalonan ini didukung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang terdiri dari 14 partai politik, termasuk Partai Gerindra, Partai Golkar, dan Partai Demokrat.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
