Connect with us

Berita

Pemprov Jakarta Berencana Bangun Underpass dan Flyover untuk Atasi Macet TB Simatupang

Pemprov Jakarta merencanakan pembangunan underpass dan flyover di kawasan Jalan TB Simatupang sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan akibat PSN.

Logompn

Published

on

Pemprov jakarta berencana bangun underpass dan flyover buat atasi macet tb simatupang
Pemprov Jakarta Berencana Bangun Underpass dan Flyover Buat Atasi Macet TB Simatupang | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 25 Agustus 2025 - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta merencanakan pembangunan underpass dan flyover di kawasan Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, sebagai solusi jangka menengah untuk mengatasi kemacetan akibat Proyek Strategis Nasional (PSN).

Langkah ini diputuskan setelah Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menggelar rapat terbatas bersama jajarannya untuk membahas solusi kemacetan di wilayah tersebut.

Koordinator Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Yustinus Prastowo, mengatakan bahwa Pramono telah menginstruksikan sejumlah langkah strategis, baik jangka pendek maupun jangka menengah.

“Bapak Gubernur Pramono Anung menggelar rapat terbatas guna mendapatkan laporan lapangan yang lengkap, merumuskan solusi, sekaligus memberikan instruksi. Beliau telah mengarahkan beberapa langkah yang akan segera ditindaklanjuti,” ujarnya dikutip MPN dari laman resmi Pemprov Jakarta pada Senin (25/8).

Dalam siaran pers yang dirilis pada Sabtu (23/8), salah satu solusi jangka menengah yang dikaji ialah terkait pembangunan underpass atau flyover di perempatan besar sepanjang Jalan TB Simatupang untuk mengendalikan arus lalu lintas.

8 Langkah untuk Urai Kemacetan TB Simatupang

Selain pembangunan infrastruktur baru, Pemprov Jakarta juga menyiapkan 7 langkah teknis lain untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan TB Simatupang akibat PSN yang sedang berjalan.

Salah satunya ialah terkait percepatan pengerjaan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) dan jaringan perpipaan di kawasan tersebut. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada Oktober dan November mendatang.

Pemprov Jakarta juga akan mempercepat pengerjaan proyek tersebut dengan menginstruksikan PAM Jaya dan Paljaya agar bekerja dengan sistem 24 jam nonstop, memperpendek pagar proyek, menempatkan flagman, serta menjalankan langkah teknis lain.

Beberapa langkah lain meliputi:

  • Berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menerapkan sistem buka-tutup akses pintu tol pada jam padat lalu lintas, guna mengurai antrean kendaraan di kawasan TB Simatupang.
  • Memanfaatkan lahan sisa sebagai halte sementara.
  • Penyediaan kantong parkir agar kendaraan umum tidak berhenti sembarangan di pinggir jalan.
  • Pemanfaatan trotoar sementara sebagai jalur kendaraan di titik penyempitan (bottleneck).
  • Pemprov Jakarta akan bersinergi dengan pihak Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, MRT Jakarta, dan Transjakarta.
  • Menggandeng Google dan sejumlah aplikasi navigasi untuk menampilkan informasi terbaru proyek serta menyediakan jalur alternatif bagi pengendara.
Baca Juga:  Mudik Motor Gratis 2025: Kuota, Rute, dan Cara Pendaftarannya

Melalui Yustinus Prastowo, Pemprov Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat kemacetan di kawasan TB Simatupang.

“Kepada warga Jakarta, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami juga mengimbau masyarakat untuk beralih ke transportasi umum agar volume kendaraan di jalan dapat berkurang,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending