Connect with us

Internasional

Pemilik Rumah di Tengah Tol China yang Tolak Kompensasi Rp3,6 Miliar Akhirnya Angkat Kaki

Pemilik rumah yang berada di tengah jalan tol di Jinxi, China, akhirnya memilih pindah setelah berusaha bertahan beberapa waktu di lokasi tersebut.

Logompn

Published

on

Pemilik rumah di tengah tol china akhirnya angkat kaki karena tak betah dengan suara bising
Pemilik Rumah di Tengah Tol China Akhirnya Angkat Kaki karena Tak Betah dengan Suara Bising | Gambar: Tangkapan layar The Independent

MPN Indonesia 25 Agustus 2025 - Huang Ping, pemilik rumah yang berada di tengah jalan tol di Jinxi, China, akhirnya memilih untuk pindah setelah berusaha bertahan beberapa waktu di lokasi tersebut.

Keputusan ini diambil karena keluarganya tidak tahan dengan kebisingan yang terus-menerus serta rasa cemas yang ditimbulkan oleh kondisi lingkungan sekitar.

Dikutip MPN Indonesia dari Oddity Central, rumah dua lantai tersebut kini ditinggalkan penghuninya usai jalan tol resmi dibuka pada April 2025. Namun, tak diketahui pasti kapan rumah itu ditinggalkan.

Tolak Kompensasi Rp3,6 Miliar

Sebelumnya, Huang menolak tawaran kompensasi dari pemerintah setempat sebesar 1,6 juta yuan atau sekitar Rp3,6 miliar sebagai bagian dari pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol.

Ia lebih memilih tetap tinggal di rumahnya, sehingga pihak kontraktor membangun jalan tol di sisi kiri dan kanan rumah tersebut serta menyediakan akses masuk melalui terowongan yang berbentuk bulat.

Sekretaris Komite Partai di Jinxi menyatakan bahwa Huang tinggal bersama cucunya yang berusia 11 tahun. Huang menolak pindah karena ketidakpuasan terhadap tawaran ganti rugi.

Setelah jalan tol dibuka, satu-satunya akses ke rumah hanyalah melalui pipa air yang gelap dan tergenang air.

Tak Tahan dengan Kondisi Lingkungan Sekitar

Menurut laporan dari media lokal, setelah mencoba bertahan selama beberapa waktu saat masa konstruksi, Huang dan keluarganya akhirnya tidak tahan lagi dengan kondisi lingkungan rumahnya.

Menurutnya, saat masa pekerjaan proyek banyak suara bising dari kendaraan operasi dan debu yang beterbangan. Alhasil keluarga itu memilih pindah dan menyewa rumah di kota terdekat.

“Jika saya dapat memutar waktu, saya akan menyetujui persyaratan pembongkaran yang mereka tawarkan. Sekarang rasanya seperti saya kalah taruhan besar. Saya sedikit menyesalinya,” ujar Huang, dikutip MPN Indonesia dari Daily Mail, Senin (25/8).

Baca Juga:  Pengakuan Kekasih Sebabkan Bos Kartel Meksiko El Mencho Tewas?

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending