Connect with us

Internasional

Cetak Sejarah, China Sukses Lakukan Transplantasi Paru-paru Babi ke Manusia

Tim ahli bedah di China berhasil mencatat sejarah usai melakukan transplantasi paru-paru babi ke tubuh pria yang mengalami kematian otak.

Logompn

Published

on

Cetak sejarah, china sukses lakukan transplantasi paru paru babi ke manusia
China Sukses Lakukan Transplantasi Paru-paru Babi ke Manusia | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 28 Agustus 2025 - Tim ahli bedah di China berhasil mencatat sejarah dengan melakukan transplantasi paru-paru babi yang telah dimodifikasi secara genetik ke dalam tubuh manusia untuk pertama kalinya.

Hasil transplantasi paru-paru tersebut mampu berfungsi selama sembilan hari pada tubuh seorang pria berusia 39 tahun yang mengalami kematian otak.

He Jianxing, penulis utama studi, menjelaskan bahwa meningkatnya permintaan global terhadap transplantasi organ membuat xenotransplantasi menjadi solusi potensial.

Ia menekankan bahwa pencapaian ini menandai langkah penting dalam upaya mengembangkan transplantasi paru-paru dari hewan ke manusia.

Mekanisme dan Hasil Transplantasi

Penelitian yang jadi bagian dari peristiwa luar negeri ini dipublikasikan dalam jurnal Nature dengan judul Pig-to-Human Lung Xenotransplantation Into A Brain-Dead Recipient dan menjadi perkembangan terbaru dalam bidang xenotransplantasi.

Paru-paru yang digunakan dalam prosedur ini telah dimodifikasi genetik sebanyak enam kali untuk meningkatkan kompatibilitas dengan tubuh manusia.

Organ tersebut diketahui tetap berfungsi selama sembilan hari tanpa menunjukkan tanda-tanda penolakan hiperakut atau infeksi.

Beberapa ahli turut menyoroti penelitian ini, salah satunya Direktur Organisasi Transplantasi Nasional, Beatriz Dominguez-Gil yang menyebut penelitian ini sebagai tonggak penting dalam kedokteran translasional.

Ia juga menyoroti kesulitan dalam transplantasi paru-paru karena organ ini memiliki keseimbangan fisiologis yang rapuh, menerima aliran darah yang sangat tinggi, serta terus-menerus terpapar udara sekitar sehingga rentan terhadap kerusakan.

Tantangan Transplantasi Organ Hewan ke Manusia

Meski hasil awal terlihat menjanjikan, para peneliti menekankan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum paru-paru babi dapat digunakan secara klinis pada manusia.

Ahli bedah transplantasi paru-paru di NYU Langone Transplant Institute, Justin Chan menyatakan penelitian ini masih terbatas karena hanya melibatkan satu pasien.

Baca Juga:  Korban Tewas akibat Demo Besar di Iran Tembus 2.000 Jiwa!

Ia menegaskan bahwa paru-paru yang ditransplantasikan tersebut tidak mampu secara mandiri mempertahankan kehidupan pasien.

Pandangan serupa datang dari profesor kedokteran transplantasi paru dari Universitas Newcastle, Andrew Fisher yang mengatakan bahwa penelitian ini memperluas pemahaman, namun masih merupakan langkah kecil ke depan.

Ia menekankan bahwa dunia medis belum berada di ambang era transplantasi paru-paru xenotransplantasi secara luas.

Fisher juga menjelaskan bahwa paru-paru harus mampu menghadapi berbagai serangan eksternal seperti polusi dan infeksi.

“Setiap napas membawa lingkungan luar ke dalam tubuh. Sistem kekebalan di paru-paru sangat sensitif dan aktif, sehingga menimbulkan tantangan tambahan dalam transplantasi organ,” jelasnya.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending