Viral
Kompas TV Minta Maaf usai Reporter Sebut Rakyat ‘Musuh’
Kompas TV menyampaikan permohonan maaf usai salah satu reporternya menyebut rakyat sebagai “musuh” dalam siaran langsung saat meliput demonstrasi di gedung DPR. Berikut klarifikasi dan komitmen Kompas TV.
MPN Indonesia 29 Agustus 2025 - Kompas TV menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pada Jumat (29/8) terkait kesalahan ucapan yang dilakukan oleh salah satu reporternya saat meliput unjuk rasa di gedung DPR.
Permintaan maaf ini disampaikan melalui unggahan resmi di media sosial Kompas TV.
Ucapan reporter yang menyebut rakyat sebagai “musuh” dalam siaran langsung memicu reaksi keras dari masyarakat dan warganet.
Potongan video pernyataan tersebut cepat menyebar di berbagai platform digital, menimbulkan gelombang kritik terhadap media tersebut.
Penjelasan Kompas TV dan tindakan yang diambil
Redaksi Kompas TV mengakui kesalahan ucapan tersebut dan menegaskan bahwa sejak dimulainya demonstrasi dan aksi massa pada Senin (25/8), pihaknya terus melakukan siaran langsung dari lapangan sebagai bentuk komitmen dalam mengawal penyampaian aspirasi publik.
Dalam pernyataannya, Kompas TV juga menyatakan akan terus memperbaiki kualitas jurnalistik mereka sebagai bagian dari tanggung jawab media.
“Mohon maaf atas salah ucap reporter kami saat liputan unjuk rasa 28 Agustus 2025. Sejak demonstrasi 25 Agustus hingga hari ini, kami selalu bersiaran langsung dari lapangan untuk mengawal penyampaian aspirasi publik. Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas jurnalistik,” tulis Kompas TV dalam pernyataannya.
Redaksi menegaskan kembali komitmennya untuk menjunjung tinggi etika dan profesionalisme dalam setiap peliputan.
Permintaan maaf tersebut ditutup dengan penegasan bahwa Kompas TV akan terus mengevaluasi dan meningkatkan praktik jurnalistiknya ke depan.
Reaksi Publik terhadap Ucapan Reporter
Cuplikan video yang memperlihatkan reporter menyebut rakyat sebagai “musuh” menuai tanggapan luas.
Banyak komentar dan kritik muncul di media sosial karena ucapan tersebut dianggap tidak mencerminkan netralitas dan objektivitas media.
Langkah Evaluasi dan Standar Etika Jurnalistik
Kompas TV menyatakan insiden ini menjadi pembelajaran penting dalam menjaga standar profesional dalam liputan langsung, khususnya pada situasi sensitif seperti demonstrasi.
Mereka menegaskan komitmen untuk melakukan perbaikan berkelanjutan agar penyampaian informasi kepada publik selalu sesuai kaidah jurnalistik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
