Connect with us

Selebriti

Waduh! Jerome Polin Ditawari jadi Buzzer Pemerintah Rp150 Juta

Jerome Polin mengungkap tawaran Rp150 juta untuk mempromosikan narasi damai di media sosial. Ia menolak tegas dan mengkritik penggunaan dana publik.

Logompn

Published

on

Waduh! jerome polin ditawari jadi buzzer pemerintah rp150 juta
Jerome Polin. Gambar : Instagram/@jeromepolin

MPN Indonesia 30 Agustus 2025 - Jerome Polin mengungkapkan bahwa dirinya ditawari bayaran sebesar Rp150 juta untuk menjadi buzzer politik.

Tawaran itu meminta Jerome mempublikasikan narasi ajakan damai melalui media sosial pada Senin (1/9) pukul 15.00 WIB.

Informasi tersebut disampaikan Jerome melalui akun Instagram pribadinya @jeromepolin pada Jumat (29/8).

Ia membagikan tangkapan layar percakapan dengan tajuk “Ajakan Damai Indonesia”, yang berisi arahan untuk membuat konten sesuai panduan tertentu, menyertakan tagar yang ditentukan, dan menghindari kata-kata negatif.

“Ada tawaran fee 150 juta untuk jadi buzzer,” tulis Jerome dalam unggahannya, disertai emoji mawar layu dan hati, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (30/8).

Penolakan dan Kritik Jerome

Jerome menegaskan penolakannya dan mengkritik penggunaan dana publik untuk kepentingan pencitraan.

Ia membandingkan nilai Rp150 juta dengan kebutuhan mendasar seperti kesejahteraan guru.

“Satu post kalau dipakai buat naikin gaji guru per orang Rp10 juta, udah bisa bikin 15 guru hidup sejahtera selama sebulan,” tegasnya.

Kronologi Tawaran dan Respons Publik

Jerome menjelaskan tawaran tersebut diterima oleh tim Mantappu Corp, perusahaan yang ia dirikan bersama kakaknya, Jehian Panangian Sijabat.

“Screenshot di post ini berasal dari pesan yang dikirimkan kepada tim partnership talent agency kami,” jelas Jehian melalui kolom komentar.

Dalam proposal yang diterima, influencer diminta mengunggah konten serentak, menggunakan tagar tertentu, dan menghindari clickbait yang sama.

Narasi bertema damai itu juga menyebutkan pihak pemerintah, DPR, Brimob, ojol, dan masyarakat.

Jerome kembali mengingatkan soal penggunaan uang rakyat untuk membentuk opini publik.

“Uang rakyat dipake buat bikin narasi-narasi untuk pencitraan seolah semua baik-baik saja. Jangan sampai lengah, jangan terpecah belah, kawal terus,” ungkapnya.

Baca Juga:  Murka! Ruben Onsu Bongkar Identitas Pemilik Akun TikTok yang Fitnah Anaknya

Seruan Terbuka untuk Influencer

Jerome juga mengajak para agensi periklanan dan Key Opinion Leader (KOL) agar mengutamakan kepentingan rakyat.

“Aku mohon untuk kali ini, jangan korbanin rakyat buat kepengan kalian sendiri. Semua lagi susah, kita berjuang bersama, yah? Tolong,” tuturnya.

Jehian menambahkan peringatan untuk para pelaku industri digital agar tidak tergoda tawaran serupa.

“Kebaikan negara ini jauh lebih penting daripada uang berapa pun,” tutup Jehian.

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending