Connect with us

Berita

Ini Deretan Rumah Pejabat yang Dijarah Orang Tak Dikenal

Sejumlah rumah milik anggota DPR dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjadi sasaran penjarahan oleh OTK pada akhir Agustus 2025.

Logompn

Published

on

Ini deretan rumah pejabat yang dijarah orang tak dikenal
Ini Deretan Rumah Pejabat yang Dijarah Orang Tak Dikenal | Gambar: Instagram Story/@sumargodenny

MPN Indonesia 1 September 2025 - Sejumlah rumah milik pejabat Republik Indonesia menjadi sasaran penjarahan oleh orang tidak dikenal (OTK) pada akhir Agustus 2025.

Insiden ini menyasar rumah anggota DPR Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio, serta rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani yang berlangsung di berbagai lokasi seperti Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Duren Sawit, dan Bintaro.

Berikut adalah rincian lokasi, waktu, dan situasi penjarahan di rumah beberapa pejabat berdasarkan data saksi dan pihak keamanan.

Daftar Rumah Pejabat yang Dijarah OTK

1. Sri Mulyani

Rumah Sri Mulyani di Bintaro, Tangerang Selatan dijarah dalam dua gelombang pada Minggu dini hari (31/8), sekitar pukul 00.30 WIB dan 02.30 WIB.

Hal tersebut dilaporkan warga sekitar bernama Olaf yang menyebut gelombang pertama masuk sekitar pukul 00.30 WIB dan kedua pukul 02.30 WIB.

“Yang kedua itu setengah 3. Gelombang satunya setengah satu,” ujarnya saat ditemui awak media di lokasi.

Lebih lanjut, Olaf mengatakan bahwa para pelaku disebut masih berusia muda, dengan kisaran usia muda 25-35 tahun dan dipastikan bukan berasal dari warga sekitar sana.

Barang-barang yang dijarah, antara lain televisi, isi lemari, pakaian, alat makan.

“(Massa membawa) TV lukisan, ya itu yang gelombang kedua aja bawa piring, bawa baju, dia teriak-teriak ‘ini nih, buat ibu gua’. Bawa piring. Ini piringnya tebel,” ujar Olaf.

Saksi lain yang merupakan satpam di perumahan Sri Mulyani mengatakan pelaku penjarahan diperkirakan mencapai hampir 1.000 orang dengan membawa senjata tajam dan drone.

Baca Juga:  Toni Tamsil Divonis 3 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Timah Rp300 Triliun

2. Ahmad Sahroni

Sebelum rumah Sri Mulyani, penjarahan pertama kali menyasar rumah Ahmad Sahroni di Jalan Swasembada Timur XXII, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Sabtu (30/8).

Dari video yang beredar, terlihat puluhan bahkan ratusan massa memenuhi kediaman Ahmad Sahroni untuk melakukan perusakan mobil, gerbang, dan kaca rumah sebelum menjarah barang-barang yang ada di dalam rumah.

Barang yang dijarah massa, antara lain tas, kulkas, TV, pendingin ruangan, serta koleksi action figure. Warga setempat kemudian membubarkan aksi tersebut secara damai seperti yang disampaikan Ketua RT 006 RW 04, Yuridisman.

“Dia yang udah jarah-jarah, kita secara baik aja kita dorong dia pelan-pelan untuk bubar, nggak pakai kekerasan,” katanya kepada wartawan.

3. Uya Kuya

Rumah Surya Utama alias Uya Kuya di Duren Sawit, Jakarta Timur juga turut menjadi sasaran penjarahan yang terjadi pada Sabtu malam (30/8).

Kabar tersebut pun dikonfirmasi langsung oleh Uya Kuya yang mengatakan bahwa dirinya telah mengikhlaskan rumah yang dijarah.

Tak seperti rumah pejabat lain, kabar mengenai barang-barang yang dijarah belum diketahui secara pasti.

Namun polisi telah menangkap 7 orang terkait kasus penjarahan ini dan masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

4. Eko Patrio

Rumah anggota DPR dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga jadi sasaran amukan massa usai sebelumnya Eko menyulut kemarahan publik lewat video parodi joget di akun TikTok pribadinya.

Penjarahan di rumah Eko terjadi pada Sabtu (30/8) dalam dua gelombang, yakni sekitar pukul 21.00 WIB dan 23.00 WIB dengan massa diperkirakan berjumlah 200–300 orang.

Tak seperti barang-barang pada umumnya, para penjarah bahkan mengambil bahan makanan seperti jagung, sawi, dan bumbu dapur.

Baca Juga:  Thom Haye Akui Dapat Ancaman Pembunuhan usai Bawa Persib Taklukkan Persija Jakarta

5. Mantan Suami Nafa Urbach – Bintaro, Tangerang Selatan (31/8)

Sebuah rumah di daerah Bintaro, Tangerang Selatan yang disangka milik anggota DPR, Nafa Urbach juga dijarah pada Minggu (31/8)

Satpam di lokasi sekitar, Syamsul menyebut bahwa jumlah massa yang datang membuatnya tak bisa menghentikan aksi penjarahan. Ia juga mengatakan bahwa ada koordinator yang menggerakkan massa saat kejadian.

“Cuman ada sih beberapa rekan yang di belakang rusuh-rusuh, cuma ada koordinatornya (massa) bilang jangan rusuh, jangan rusuh,” kata Syamsul kepada wartawan di perumahan tersebut, Minggu (31/8).

Dalam keterangan lebih lanjut, Syamsul mengatakan bahwa awalnya hanya beberapa orang yang diduga sebagai koordinator massa yang datang ke rumah tersebut. Namun, beberapa orang lain tak lama ikut menyerbu.

Syamsul juga mengatakan bahwa rumah tersebut bukan milik Nafa Urbach melainkan milik mantan suaminya.

“Sebenarnya rumah ini bukan rumah Ibu Nafa, tapi mantan suaminya. Yang saya tahu ya,” katanya.

Sejumlah Anggota DPR Dinonaktifkan

Untuk meredam amarah publik, partai-partai terkait turut merespons dengan menonaktifkan sejumlah anggotanya yang sempat mengeluarkan pernyataan yang menyulut masyarakat.

Partai NasDem menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari keanggotaan DPR RI mulai Senin (1/9), sebagaimana tertulis dalam surat yang ditandatangani Surya Paloh dan Hermawi Taslim.

PAN juga diketahui telah menonaktifkan Uya Kuya dan Eko Patrio dari Fraksi PAN DPR RI.

“DPP PAN memutuskan untuk menonaktifkan Saudaraku Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Saudaraku Surya Utama (Uya Kuya),” ujar Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, dalam pernyataan tertulis, dikutip MPN Indonesia pada Senin (1/9).

(AKM/NID/RAD)

Trending