Politik
Tiga Pimpinan DPR Bertemu dengan Perwakilan BEM SI Kerakyatan
Tiga Wakil Ketua DPR RI bertemu mahasiswa BEM SI bahas tuntutan soal aksi demo, tunjangan DPR, hingga RUU Perampasan Aset.
MPN Indonesia 4 September 2025 - Tiga Wakil Ketua DPR RI mengadakan pertemuan dengan perwakilan mahasiswa dari berbagai organisasi, termasuk Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan.
Pertemuan berlangsung di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu (3/9).
Audiensi ini digelar sebagai respons atas serangkaian demonstrasi dan aksi massa yang terjadi di Jakarta dan sejumlah daerah terkait isu legislatif, seperti dugaan kenaikan tunjangan anggota DPR RI dan penanganan aksi yang dinilai represif.
Wakil Ketua DPR RI Hadiri Audiensi
Pertemuan tersebut dihadiri oleh tiga Wakil Ketua DPR RI, yaitu Sufmi Dasco Ahmad (Fraksi Gerindra), Cucun Ahmad Syamsurijal (Fraksi PKB), dan Saan Mustofa (Fraksi NasDem).
Mereka duduk bersama para mahasiswa yang mengenakan almamater kampus masing-masing.
Dalam forum ini, mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan, di antaranya penanganan aksi demonstrasi yang dinilai represif, pembentukan tim investigasi terkait dugaan provokasi dan makar dalam aksi sebelumnya, penolakan kenaikan tunjangan anggota DPR, serta percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.
Aspirasi Mahasiswa
Perwakilan mahasiswa berasal dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Trisakti, Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), Universitas Veteran Jakarta, dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Jili Collin, perwakilan BEM Trisakti, menegaskan bahwa mahasiswa bukan pihak yang melakukan aksi anarkis.
“Kami di sini kaum terpelajar, mahasiswa-mahasiswa tidak mungkin, Pak, kami menyuarakan pendapat kami, aspirasi kami, keluhan rakyat, jeritan rakyat dengan tindakan-tindakan anarkis,” ujar Jili saat menyampaikan aspirasi, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube DPR RI, Kamis (4/9).
Ia juga menyoroti adanya provokator yang mencederai nilai perjuangan mahasiswa.
“Betul tadi kata Saudara dari BEM UI, beberapa hari belakangan ini mungkin banyak sekali propaganda dari beberapa oknum-oknum provokator untuk mencederai nilai-nilai perjuangan yang kami perjuangkan. Itu (provokator) sangat menghambat kami dalam bergerak-gerak,” tambahnya.
Ketua BEM UI, Agus Setiawan, menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang lesu, maraknya PHK, dan daya beli yang menurun.
“Kami sebagai bagian daripada warga negara yang sebetulnya khawatir, kira-kira kita ke depan itu kondisi ekonominya seperti apa ya?,” ucap Agus.
Ia juga menyoroti kabar kenaikan tunjangan DPR yang dinilai menyakiti hati rakyat.
“Di tengah masyarakat rentan, menderita, di-PHK, ekonomi lesu, daya beli masyarakat menurun, kok bisa ada wakil rakyat yang justru kabarnya tunjangannya dinaikkan dan ketika ada kabar tersebut, terjadi simbolisasi joget-joget, yang kemudian membuat hati kami sedih bapak-bapak sekalian,” jelasnya.
Respons DPR RI
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan dalam menjalankan tugas legislatif.
Ia juga menyampaikan duka cita atas tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang menjadi korban dalam aksi demonstrasi sebelumnya.
“Pertama-tama, selaku pimpinan DPR, kami dalam kesempatan ini mengucapkan dukacita yang sangat mendalam atas berpulangnya Affan Kurniawan dan seluruh korban kejadian aksi penyampaian pendapat yang terjadi beberapa waktu yang lalu,” tegasnya.
Dasco menegaskan bahwa permintaan maaf akan diikuti dengan evaluasi dan perbaikan kinerja DPR.
Audiensi Terpisah dengan GMNI
Pada hari yang sama, tiga anggota DPR juga menerima perwakilan demonstran dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Ruang Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI.
Ketiga anggota DPR tersebut adalah Andre Rosiade (Wakil Ketua Komisi VI, Fraksi Gerindra), Daniel Johan (Anggota Komisi IV, Fraksi PKB), dan Kawendra Lukistian (Anggota Komisi VI, Fraksi Gerindra).
Awalnya, mereka berencana menemui massa di luar gedung DPR. Namun setelah negosiasi, audiensi dipindahkan ke dalam gedung.
“Silakan di mana saja, DPR RI ini kan sekarang terbuka. Kami siap keluar jika teman-teman bertemu, atau teman-teman ke dalam kami siapkan ruangan,” tutur Andre.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya DPR untuk menampung aspirasi mahasiswa menyusul aksi demonstrasi yang terjadi sejak (25/8).
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
