Connect with us

Ekonomi

Prabowo Tawarkan Proyek Giant Sea Wall Senilai Rp1.750 Triliun ke China hingga Eropa

Prabowo menawarkan proyek giant sea wall di wilayah Pantura senilai Rp1.750 triliun kepada sejumlah negara, termasuk China hingga beberapa negara di Eropa.

Logompn

Published

on

Prabowo tawarkan proyek giant sea wall senilai rp1.750 triliun ke china hingga eropa
Prabowo Tawarkan Proyek Giant Sea Wall Senilai Rp1.750 Triliun ke China hingga Eropa | Gambar: Unsplash/Punto Fotográfico

MPN Indonesia 6 September 2025 - Presiden Prabowo Subianto menawarkan proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall di pesisir utara Pulau Jawa (Pantura) senilai Rp1.750 triliun kepada sejumlah negara, termasuk China hingga beberapa negara di Eropa.

Penawaran tersebut disampaikan dalam kesempatan forum bilateral saat Prabowo bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing pada Rabu (3/9) usai menghadiri Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat China.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa proyek tanggul laut raksasa ini merupakan salah satu program strategis nasional untuk menghadapi ancaman perubahan iklim yang berdampak pada wilayah Pantura.

“Jadi giant sea wall itu menjadi program besar Pak Presiden, program unggulan, program andalan yang diharapkan bisa menyelamatkan masyarakat di pesisir terhadap perubahan cuaca, climate change,” ujarnya saat ditemui wartawan usai menghadiri acara di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Kamis (4/9).

Kerja Sama dengan Berbagai Negara

Dalam pernyataan lebih lanjut, Airlangga mengatakan bahwa proyek ini dirancang untuk dibangun dalam beberapa fase. Setiap fase akan dipelajari dan ditawarkan secara terpisah ke berbagai negara mitra, termasuk China.

“Tentu akan dibuat nanti dalam studinya fase-fase dari giant sea wall. Nah fase-fase itu tentunya salah satu nanti akan ditawarkan ke beberapa negara termasuk China,” katanya.

Tak hanya China, ia juga menyebut Indonesia membuka peluang kerja sama bilateral dengan beberapa negara lain di kawasan Asia Timur dan Eropa.

“Negara lain sudah juga ditawarkan. Seperti Korea, Jepang, negara Eropa,” tambah Airlangga.

Pertemuan bilateral antara Prabowo dan Xi Jinping berlangsung di Great Hall of the People, Beijing.

Meskipun agenda utama kunjungan tersebut adalah menghadiri perayaan militer, Prabowo juga menyempatkan diri melakukan pertemuan dengan dua pemimpin negara besar, yakni Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Baca Juga:  Prabowo Tak Ada Niat Reshuffle Kabinet: Menteri Saya Bekerja Baik

Kunjungan Prabowo ke China berlangsung singkat, hanya sekitar delapan jam, namun dimanfaatkan untuk membicarakan sejumlah isu strategis, termasuk rencana pembangunan tanggul laut raksasa di Pantura Jawa.

“Pada pertemuan tersebut, Presiden Prabowo bersama Presiden Xi juga membahas proyek giant sea wall yang direncanakan membentang di pesisir utara atau pantura Jawa,” bunyi keterangan dalam laman Presiden RI, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (6/9).

(AKM/NID/RAD)

Trending