Connect with us

Kriminal

Sekuriti Depok Dianiaya, Pelaku Ngaku Minum Arak sebelum Kejadian

Clevi Patrik Rutman (34) mengakui telah mengonsumsi minuman keras jenis arak Bali sebelum melakukan penganiayaan terhadap sekuriti.

Logompn

Published

on

Sekuriti depok dianiaya, pelaku ngaku minum arak sebelum kejadian
Sekuriti Depok Dianiaya, Pelaku Ngaku Minum Arak sebelum Kejadian | Gambar: Ig/@info_jabodetabek

Jawa Barat, MPN Indonesia 9 September 2025 - Clevi Patrik Rutman (34) mengakui telah mengonsumsi minuman keras jenis arak Bali sebelum melakukan penganiayaan terhadap sekuriti berinisial N (59) di Perumahan Griya Kencana, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jumat (5/9) malam.

Penganiayaan terjadi sekitar pukul 22.30 WIB ketika korban menegur pelaku karena portal jalan sudah ditutup.

Teguran tersebut menimbulkan emosi pelaku hingga berujung pada tindak kekerasan.

Kronologi Kejadian

Pelaku menjelaskan bahwa meski dirinya mengonsumsi arak, namun ia tidak dalam kondisi mabuk saat kejadian.

“Tidak (mabuk), tapi habis minum, minum arak bali,” kata Clevi kepada wartawan di Polsek Sukmajaya, Senin (8/9).

Menurutnya, saat itu ia hendak pulang ke rumah dan tidak mengetahui jika portal jalan sudah ditutup.

Namun, korban yang menjaga portal menegurnya dengan melontarkan kata-kata kasar disertai nada tinggi.

“Saya emosi karena saya merasa dia (korban) ngomongnya tidak sopan ke saya teriak-teriak,” ucap Clevi.

“Kalimatnya semacam ‘Bikin capek orang saja’, dengan nada teriak ‘Putar balik saja’,” tambahnya.

Kesal dengan perkataan korban, Clevi pun memukul dan menendang korban hingga mengalami luka serius.

“Hanya memukul saja, nendang terakhir dan selesai sampai di situ (kaki patah). Kalau soal kaki saya juga enggak tau, mungkin karena terlalu cepat kejadiannya jadi saya enggak tahu,” jelas Clevi.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka pada beberapa bagian tubuh, yaitu memar di pelipis kanan dan patah tulang pada pergelangan kaki kiri.

Pelaku Mengaku Menyesal

Usai kejadian, Clevi mengaku menyesali perbuatannya dan sempat menangis. Ia menyatakan telah meminta maaf secara langsung kepada korban serta bertanggung jawab atas biaya pengobatan.

Baca Juga:  Prabowo Minta Kapolri Usut Tuntas Kasus Teror Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

“Saya merasa menyesal telah melakukan ini, saya juga punya orangtua, saya tahu ini salah dan saya bertanggung jawab atas hal ini,” ucapnya.

Pelaku juga menyebut bahwa mertuanya sudah bertemu dengan pihak keluarga korban untuk membantu proses pengobatan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending