Connect with us

Internasional

Rumah Dibakar Demonstran, Istri Mantan Perdana Menteri Nepal Tewas

Istri mantan PM Nepal Jhala Nath Khanal tewas setelah rumahnya dibakar demonstran di Kathmandu. Kerusuhan ini menewaskan 22 orang dan memicu krisis politik.

Logompn

Published

on

Rumah dibakar demonstran, istri mantan perdana menteri nepal tewas
Rumah Dibakar Demonstran, Istri Mantan Perdana Menteri Nepal Tewas. Gambar : X/@OpIndia_com

MPN Indonesia 10 September 2025 - Rajyalaxmi Chitrakar, istri mantan Perdana Menteri Nepal Jhala Nath Khanal, tewas setelah rumahnya di kawasan Dallu, Kathmandu, dibakar oleh demonstran pada Selasa (9/9).

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Kirtipur dalam kondisi kritis akibat luka bakar parah di beberapa bagian tubuh, termasuk paru-paru. Namun, nyawanya tidak tertolong.

“Chitrakar meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit,” ujar anggota keluarga, dikutip MPN Indonesia dari NDTV dan Newsweek, Rabu (10/9).

Gelombang Demonstrasi Massal di Nepal

Kerusuhan ini terjadi di tengah aksi demonstrasi besar-besaran yang dipicu oleh pemblokiran 26 platform media sosial, termasuk Facebook, X, Instagram, YouTube, dan WhatsApp.

Aksi massa yang dipimpin generasi muda juga dipicu kemarahan publik terhadap korupsi serta gaya hidup mewah pejabat negara.

Kerusuhan dimulai pada Senin (8/9) dan menewaskan 19 orang.

Pada Selasa (9/9), jumlah korban bertambah tiga orang sehingga total korban meninggal mencapai 22 orang.

Selain korban jiwa, demonstrasi juga menimbulkan kerusakan di berbagai titik ibu kota.

Sejumlah bangunan penting menjadi sasaran pembakaran, antara lain rumah mantan PM Nepal Jhala Nath Khanal di Dallu, rumah Perdana Menteri Nepal saat ini KP Sharma Oli, serta Gedung Parlemen Nepal di Kathmandu.

Aksi brutal juga menimpa Menteri Keuangan Bishnu Prasad Paudel. Dalam sebuah video yang viral, ia terlihat dikejar, dipukuli, dan ditendang oleh massa di jalanan ibu kota.

Akibat situasi yang kian memburuk, Perdana Menteri KP Sharma Oli mengumumkan pengunduran dirinya pada Selasa (9/9).

Presiden Nepal, Ram Chandra Paudel, menyerukan dialog damai.

“Mari mencari jalan damai dan menghindari eskalasi lebih lanjut,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Baca Juga:  Ratusan Ribu Warga Pati Turun Demo Hari Ini, Tuntut Bupati Mundur

Dampak Keamanan dan Respons Internasional

Situasi keamanan yang tidak terkendali membuat Bandara Kathmandu ditutup.

Pemerintah India juga mengimbau seluruh warganya di Nepal untuk tetap berlindung di tempat tinggal masing-masing dan mengikuti arahan Kedutaan Besar India di Kathmandu.

Dari komunitas internasional, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, menyampaikan keprihatinannya atas eskalasi kekerasan.

“Saya terkejut dengan meningkatnya kekerasan di Nepal, yang telah mengakibatkan banyak demonstran muda tewas atau terluka. Laporan tentang penggunaan kekuatan yang tidak proporsional oleh pihak berwenang perlu segera diselidiki. Dialog, bukan kekerasan adalah jalan ke depan,” katanya melalui akun X.

Meski pemerintah Nepal akhirnya membuka kembali akses ke 26 media sosial pada Senin (8/9), kemarahan publik telah terlanjur meluas.

Demonstrasi dan aksi massa ini menjadi salah satu yang terbesar di Nepal dalam lebih dari satu dekade, sejak Jhala Nath Khanal mengundurkan diri dari jabatan perdana menteri pada 2011 setelah Partai Komunis Nepal (Marxis-Leninis Bersatu) menerima pengunduran dirinya.

(ADN/NID/RAD)

Trending