Connect with us

Internasional

Banjir Bandang Kembali Terjang Nepal, Puluhan Rumah dan Jembatan Hanyut

Banjir bandang menerjang Gorkha, Nepal, pada 11 Oktober 2026. Lima orang hilang, puluhan rumah hanyut, dan 95 warga dievakuasi.

Actress 1299250

Published

on

Banjir Bandang Kembali Terjang Nepal, Puluhan Rumah dan Jembatan Hanyut

MPN Indonesia 12 Oktober 2026 - Banjir bandang menerjang Distrik Gorkha, Nepal, pada Minggu (11/10), menyebabkan sedikitnya lima orang hilang serta merusak puluhan rumah dan sejumlah jembatan.

Bencana alam tersebut diduga dipicu tanah longsor yang membendung aliran sungai di kawasan Chumnubri hingga membentuk bendungan alami yang kemudian jebol.

Berdasarkan laporan Associated Press (AP) pada Senin (12/10), sebanyak lima jembatan dan tiga lokasi proyek pembangkit listrik tenaga air mengalami kerusakan akibat banjir.

Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nepal (NDRRMA) melaporkan sebanyak 95 orang telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, termasuk sembilan warga negara asing.

Sementara itu, lima orang masih dinyatakan hilang dan belum ada korban meninggal dunia yang dilaporkan hingga Senin (12/10).

Pejabat administrasi tertinggi Distrik Gorkha, Dharmendra Kumar Mishra, sebelumnya meminta warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk segera mengungsi.

“Kami telah meminta penduduk desa yang tinggal di sepanjang bantaran sungai di bagian hilir untuk mengungsi dan menjaga keselamatan diri,” ujar Mishra, dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera, Senin (12/10).

Banjir Bandang di Nepal Rusak Puluhan Rumah dan Jembatan

Banjir bandang yang melanda Distrik Gorkha menyebabkan kerusakan pada permukiman, jembatan, fasilitas listrik, serta infrastruktur komunikasi di sepanjang aliran Sungai Budhi Gandaki.

Laporan awal AP pada Minggu (11/10) menyebut sekitar 36 rumah tersapu banjir dan empat jembatan mengalami kerusakan atau hancur.

Namun, berdasarkan perkembangan yang dilaporkan The Kathmandu Post pada Senin (12/10), sebanyak 45 rumah hancur dan 27 rumah lainnya mengalami kerusakan sebagian.

Baca Juga:  Bendungan Katulampa Berstatus Siaga, Warga di Sekitar Aliran Ciliwung Diminta Waspada

Kerusakan tersebut tersebar di sejumlah kawasan, termasuk Ghattekhola, Salleri, Paiyun, Jagatbagar, dan Machhakhola.

Sementara itu, AP memperbarui jumlah jembatan yang rusak atau hancur menjadi lima unit.

Dalam keterangan awalnya, Mishra menyebut sekitar belasan rumah dan dua jembatan gantung telah hanyut akibat derasnya aliran sungai.

Banjir juga merusak jembatan penghubung Distrik Gorkha dengan Dhading, serta sejumlah akses jalan dan jalur pejalan kaki di kawasan pegunungan.

Selain permukiman dan jembatan, beberapa tiang listrik serta menara komunikasi di sepanjang sungai turut mengalami kerusakan.

Kerusakan juga terjadi pada tiga proyek pembangkit listrik tenaga air, termasuk proyek Budhi Gandaki berkapasitas 341 megawatt yang masih dalam tahap pembangunan.

Banjir menghanyutkan peralatan proyek dan merusak kamp pekerja di kawasan Salleri.

Sejumlah fasilitas pendukung proyek pembangkit listrik lainnya juga terdampak, termasuk akses jalan menuju lokasi pembangunan.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan rumah dan gudang tersapu aliran air berlumpur yang mengalir deras di antara kawasan pegunungan.

Hingga Senin (12/10), otoritas setempat masih melakukan pendataan untuk memastikan keseluruhan kerusakan, termasuk jumlah permukiman terpencil yang terdampak.

Militer Nepal Evakuasi 95 Orang, Termasuk 9 Warga Asing

Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nepal melaporkan sebanyak 95 orang, termasuk sembilan warga negara asing, telah dievakuasi dari kawasan terdampak menuju lokasi yang lebih aman.

Proses penyelamatan dilakukan oleh personel militer dan kepolisian Nepal dengan bantuan helikopter serta tim evakuasi darat.

Berdasarkan laporan awal pada Minggu (11/10), sebanyak 49 orang lebih dahulu berhasil diselamatkan sebelum jumlah evakuasi meningkat menjadi 95 orang.

Selain itu, sebanyak 18 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air milik Times Energy berhasil menyelamatkan diri setelah kamp tempat mereka bekerja diterjang banjir.

Baca Juga:  Bupati Bandung Keluarkan Surat Edaran Waspada Gempa Bumi

Para pekerja tersebut menuju dataran yang lebih tinggi setelah mendapatkan peringatan dari warga mengenai datangnya banjir.

Petugas juga mengerahkan helikopter untuk memantau kondisi sungai, menjangkau wilayah terpencil, dan mengirimkan bantuan.

Bantuan yang disalurkan mencakup makanan, obat-obatan, tenda, serta kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak.

Sementara itu, pemerintah Nepal mengeluarkan peringatan kepada warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Budhi Gandaki dan kawasan hilirnya.

Peringatan mencakup wilayah Gorkha, Dhading, Tanahun, Chitwan, Nawalparasi Timur, dan Nawalparasi Barat.

Warga diminta menjauhi bantaran sungai, mengikuti instruksi petugas, serta berpindah ke lokasi yang lebih aman apabila diperlukan.

Peringatan tersebut juga mendorong evakuasi warga di Arughat, salah satu kawasan permukiman di tepi Sungai Budhi Gandaki.

Longsor Diduga Membendung Sungai Budhi Gandaki

Banjir bandang di Distrik Gorkha diduga bermula dari tanah longsor yang menghalangi aliran sungai di kawasan Chumnubri, sekitar 100 kilometer sebelah barat Kathmandu.

Berdasarkan penilaian awal otoritas setempat, material longsor diduga membentuk bendungan alami yang menahan aliran air untuk sementara waktu.

Bendungan tersebut kemudian diduga jebol sehingga air bercampur lumpur, bebatuan, dan material lainnya mengalir deras menuju kawasan hilir.

Laporan awal menyebut lokasi longsor berada di sekitar Chumchure dan Chumchet, Distrik Gorkha.

Sementara itu, The Kathmandu Post melaporkan bahwa material longsor dari aliran Ungilung diduga menyumbat Sungai Syarkhola, yang terhubung dengan Sungai Budhi Gandaki.

Lembaga penelitian kawasan pegunungan International Centre for Integrated Mountain Development (ICIMOD) pada Senin (12/10) juga menyampaikan penilaian awal mengenai kemungkinan jebolnya bendungan alami akibat longsor.

Namun, penyebab pasti banjir masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Sungai Budhi Gandaki sendiri merupakan anak Sungai Trishuli yang mengalir melalui wilayah pegunungan dan sejumlah permukiman di Nepal.

Baca Juga:  Terbang ke Sumatra Barat, Prabowo Tinjau Pengungsian hingga Pembangunan Huntara

Luapan air menyebabkan beberapa jalur transportasi terputus, termasuk akses penghubung Gorkha dan Dhading.

Kerusakan jembatan dan jalur pegunungan turut menghambat mobilitas masyarakat serta proses penyaluran bantuan ke wilayah terpencil.

Nepal Masih Memulihkan Dampak Banjir Agustus 2026

Banjir bandang terbaru ini terjadi ketika Nepal masih menjalani proses pemulihan akibat bencana banjir besar pada Agustus 2026.

Bencana sebelumnya terjadi pada 26 Agustus di kawasan perbatasan Nepal dan China setelah runtuhnya gletser memicu banjir besar di sistem aliran Sungai Bhote Koshi.

Berdasarkan perkembangan data Kepolisian Nepal yang diberitakan pada 11 Oktober, sebanyak 1.457 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Selain korban meninggal, sebanyak 4.720 orang masih tercatat hilang.

Banjir Agustus juga menyebabkan ribuan rumah mengalami kerusakan serta mengganggu akses transportasi di sejumlah kawasan pegunungan.

Pemerintah Nepal sebelumnya mengumumkan penghentian operasi pencarian dan penyelamatan pada 5 Oktober untuk mengalihkan fokus penanganan menuju pemulihan dan pembangunan kembali infrastruktur.

Berdasarkan laporan Kementerian Luar Negeri Nepal pada September 2026, kebutuhan rekonstruksi pascabencana diperkirakan mencapai 4,78 miliar dolar AS.

Anggaran tersebut diperlukan untuk memperbaiki berbagai kerusakan, termasuk jalan, jembatan, fasilitas umum, dan infrastruktur lain di kawasan terdampak.

Kerusakan akses transportasi di wilayah pegunungan juga menjadi tantangan dalam proses distribusi bantuan serta pemulihan aktivitas masyarakat.

Banjir bandang yang kembali terjadi di Distrik Gorkha pada Oktober ini menambah tantangan pemulihan Nepal, terutama dalam memastikan keselamatan warga dan memulihkan akses menuju permukiman terpencil.

(RAD/NID/RAD)

Trending