Connect with us

Internasional

PM Nepal Mundur dari Jabatan usai Rumahnya Dibakar Demonstran

PM Nepal, Sharma Oli mengundurkan diri dari jabatannya seiring dengan aksi demonstrasi antikorupsi yang menewaskan 19 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya.

Logompn

Published

on

Pm nepal mundur dari jabatan usai rumahnya dibakar demonstran
PM Nepal Mundur dari Jabatan usai Rumahnya Dibakar Demonstran | Gambar: AFP

MPN Indonesia 10 September 2025 - Perdana Menteri Nepal, Khadga Prasad Sharma Oli mengundurkan diri dari jabatannya setelah kediaman pribadinya dibakar massa dalam aksi demonstrasi antikorupsi yang menewaskan 19 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya.

Pengunduran diri ini diumumkan menyusul kerusuhan paling berdarah dalam satu dekade di Nepal, yang dipicu oleh kemarahan publik terhadap elit politik negara tersebut.

Oli, dalam suratnya yang ditujukan kepada Presiden Ram Chandra Poudel pada Selasa (9/9) menyampaikan pengunduran diri sebagai respons atas situasi yang terjadi.

“Mengingat situasi yang tidak menguntungkan di negara ini, saya telah mengundurkan diri efektif hari ini untuk memfasilitasi penyelesaian masalah dan membantu menyelesaikannya secara politis sesuai dengan konstitusi,” tulis Oli, dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera pada Rabu (10/9).

Pengunduran diri Oli juga dikonfirmasi oleh sang ajudan, Prakash Silwal lewat rekaman video Oli meninggalkan ibu kota Kathmandu dengan helikopter militer.

Meskipun pengunduran diri telah diumumkan, ribuan demonstran tetap turun ke jalan, membakar gedung pemerintahan serta rumah sejumlah tokoh politik, termasuk rumah dua mantan perdana menteri dan seorang mantan menteri dalam negeri.

Aksi Demonstrasi di Nepal

Demonstrasi yang dinamakan Protes Gen Z ini bermula dari pemblokiran pemerintah terhadap sejumlah platform digital seperti Facebook, X, dan YouTube, karena perusahaan-perusahaan tersebut tidak terdaftar secara resmi dan tidak tunduk pada pengawasan Nepal.

Namun, pemblokiran ini hanya pemantik dari kemarahan publik yang lebih besar akibat ketidakpuasan atas gaya hidup mewah anak-anak pejabat politik yang disebut ‘nepo baby‘ sementara mayoritas generasi muda kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Kemarahan publik pun memuncak dan memicu aksi pembakaran serta bentrokan dengan aparat keamanan.

Baca Juga:  Rumah Dibakar Demonstran, Istri Mantan Perdana Menteri Nepal Tewas

Meski telah diterapkan jam malam untuk keamanan, ribuan pemuda menentang aturan tersebut dan tetap melakukan demonstrasi di Kathmandu.

Respons Pemerintah Setempat

Aksi yang berlangsung selama dua hari berturut-turut ini mendapat respons dari pemerintah setempat.

Sebelum mengundurkan diri, Oli sempat memimpin pertemuan seluruh partai politik Nepal dan menyatakan bahwa kekerasan tidaklah sesuai dengan kepentingan bangsa sehingga ia menyerukan dialog damai.

“Kita harus menempuh dialog damai untuk menemukan solusi atas masalah apa pun,” kata Oli dikutip dari Deutsche Welle.

Presiden Ram Chandra Poudel juga telah mengimbau agar demonstran mau berdialog demi resolusi damai dan menghindari eskalasi lebih lanjut.

Seruan serupa juga datang dari pihak militer, Panglima Militer Nepal, Ashok Raj Sigdel, lewat pesan video meminta demonstran untuk menghentikan aksi demi mencegah kerusakan lebih lanjut dan hilangnya nyawa serta harta benda.

Beberapa pejabat pemerintah Nepal pun telah turun dari jabatannya untuk meredam eskalasi konflik lebih lanjut. Meski begitu, situasi pemerintahan masih belum stabil.

Ada kemungkinan tentara akan turun tangan sampai pemerintahan baru terbentuk. Beberapa informasi juga menyebut Presiden Poudel kemungkinan akan mengundurkan diri.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending