Internasional
Demo di Nepal Ricuh, 19 Orang Tewas dan 400 Lainnya Luka-luka
Protes besar di Nepal akibat pemblokiran media sosial berujung bentrokan, menewaskan 19 orang dan melukai ratusan. Menteri Dalam Negeri mundur.
MPN Indonesia 9 September 2025 - Protes besar terjadi di Nepal pada Senin (8/9) setelah pemerintah memblokir sejumlah platform media sosial.
Bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan mengakibatkan 19 orang tewas dan ratusan luka-luka.
Menurut kepolisian dan rumah sakit, 17 orang meninggal di beberapa rumah sakit di Kathmandu, sementara dua orang lainnya tewas di distrik Sunsari akibat luka tembak dalam unjuk rasa di Itahari.
Jumlah korban luka mencapai sekitar 400 orang, lebih dari 100 di antaranya anggota kepolisian.
Data Kathmandu Post mencatat 347 orang luka, dengan puluhan dalam kondisi kritis. Sejumlah rumah sakit dilaporkan penuh.
Aksi Menyebar ke Berbagai Kota
Unjuk rasa terjadi di Kathmandu, Pokhara, Butwal, Biratnagar, dan Itahari.
Massa, yang mayoritas berasal dari kelompok Generasi Z, mendobrak barikade polisi dan memanjat pagar kompleks parlemen di Kathmandu.
Sebagai respons, aparat menggunakan peluru karet, gas air mata, meriam air, dan pentungan untuk membubarkan massa.
Pemerintah kemudian memberlakukan jam malam di beberapa wilayah utama, termasuk Kathmandu, serta mengerahkan militer ke lokasi bentrokan.
Reaksi Internasional dan Laporan Pelanggaran
PBB melalui juru bicara kantor hak asasi manusia, Ravina Shamdasani, menyampaikan keprihatinan atas insiden ini.
“Kami terkejut dengan pembunuhan dan cedera yang dialami para pengunjuk rasa di Nepal hari ini dan mendesak penyelidikan yang cepat dan transparan,” ujar Ravina dalam sebuah pernyataan, dikutip MPN Indonesia dari AFP, Selasa (9/9).
Amnesty International melaporkan adanya penggunaan peluru tajam terhadap demonstran.
Beberapa media lokal juga mengklaim aparat menembak langsung ke arah massa, meskipun klaim ini belum diverifikasi.
Seorang pengunjuk rasa mengatakan kepada kantor berita ANI, “Polisi telah menembak tanpa pandang bulu. Mereka menembakkan peluru yang meleset dari saya, tetapi mengenai seorang teman yang berdiri di belakang saya. Ia terkena di tangan.”
Menteri Dalam Negeri Mengundurkan Diri
Sebagai bentuk tanggung jawab, Menteri Dalam Negeri Nepal, Ramesh Lekhak, mengundurkan diri pada Senin (8/9) malam waktu setempat, dalam rapat kabinet yang dipimpin Perdana Menteri KP Sharma Oli di Baluwatar.
Pemblokiran Media Sosial Jadi Pemicu
Kerusuhan bermula setelah pemerintah memblokir 26 platform media sosial sejak Jumat (5/9), termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, YouTube, X (dulu Twitter), Reddit, dan LinkedIn.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut instruksi Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi Nepal, yang memberi waktu 7 hari sejak 28 Agustus agar penyedia platform mendaftarkan layanan mereka kepada otoritas.
Sebelumnya, aplikasi Telegram juga diblokir sejak Juli karena meningkatnya kasus penipuan daring dan pencucian uang.
Namun, pada Senin (8/9) malam, beberapa platform seperti Facebook, WhatsApp, dan X kembali bisa diakses setelah pemerintah menginstruksikan pembukaan blokir.
Latar Belakang Demonstrasi
Meski dipicu oleh pemblokiran media sosial, demonstrasi dan aksi massa ini mencerminkan kekecewaan publik yang lebih luas terhadap pemerintah.
Seorang mahasiswa, Yujan Rajbhandari (24), mengatakan, “Kami terpicu oleh larangan media sosial, tetapi itu bukan satu-satunya alasan kami berkumpul di sini. Kami memprotes korupsi yang telah melembaga di Nepal.”
Dengan sekitar 90 persen dari 30 juta penduduk Nepal memiliki akses internet, kebijakan pemblokiran memicu reaksi keras dari kalangan muda.
Aksi ini berkembang menjadi simbol perlawanan terhadap sistem pemerintahan yang dinilai tidak responsif.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
