Connect with us

Politik

Mahfud MD Prediksi Prabowo akan Reshuffle Kabinet Lagi pada Oktober

Mahfud MD memprediksi Presiden Prabowo Subianto akan kembali merombak Kabinet Merah Putih pada Oktober mendatang.

Logompn

Published

on

Mahfud md prediksi prabowo akan reshuffle kabinet lagi pada oktober
Mahfud MD di Podcast Denny Sumargo. Gambar: YouTube/Curhat Bang Denny Sumargo

MPN Indonesia 14 September 2025 - Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, memprediksi Presiden Prabowo Subianto akan kembali melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada Oktober 2025.

Pernyataan ini disampaikan Mahfud saat menjadi tamu dalam podcast YouTube Curhat Bang Denny Sumargo yang tayang pada Kamis (11/9).

Mahfud Dukung Prabowo Reshuffle Kabinet

Mahfud menyebut langkah Presiden Prabowo sebelumnya merombak kabinet sebagai bentuk respons cepat terhadap demonstrasi yang terjadi pada akhir Agustus lalu.

Salah satu keputusan utama adalah pencopotan Sri Mulyani dari jabatan Menteri Keuangan dan pengangkatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai penggantinya.

“Kita semua usul harus reshuffle karena ini tidak profesional dan secara politis dianggap bermasalah, ada yang dianggap punya indikasi tindak pidana dan harus dilakukan reshuffle. Nah, reshuffle sudah dilakukan. Jadi, saya anggap ini bagus ya,” ujar Mahfud, dikutip MPN Indonesia, Minggu (14/9).

Ia menilai reshuffle diperlukan karena masih banyak pejabat yang dianggap tidak memenuhi syarat kompetensi dan integritas.

Menurut Mahfud, penyegaran kabinet penting agar pemerintahan berjalan sesuai dengan prinsip negara, bukan sekadar pengelolaan biasa.

“Mungkin nanti masih akan adain berikutnya lanjutan gitu ya reshuffle ini. Mungkin di bulan ya tidak lama lah mungkin di bulan Oktober,”

Demo Agustus Lalu jadi Alarm Negara

Mahfud menilai kerusuhan yang terjadi di berbagai daerah merupakan akumulasi dari ketidakpuasan masyarakat yang merasa aspirasinya tidak ditanggapi oleh pemerintah.

Ia menyebut demonstrasi besar tersebut sebagai alarm penting bagi negara.

Baca Juga:  Reshuffle Kabinet, Prabowo Copot Sri Mulyani dari Menteri Keuangan

“Saya anggap itu bagian dari langkah awal. Begitu kerusuhan luar biasa terjadi di mana-mana, kita berteriak karena merasa tidak pernah didengar,” tegas Mahfud.

Sebagai langkah awal atau quick win, Presiden Prabowo langsung memerintahkan TNI dan Polri untuk turun tangan, yang menurut Mahfud berhasil menormalkan situasi dalam waktu singkat.

Aspirasi Publik Dinilai Efektif

Dalam siniar yang sama, Denny Sumargo menyampaikan bahwa demonstrasi masyarakat membawa dampak positif terhadap kebijakan pemerintah.

“Dengan adanya aspirasi kemarin, sebenarnya ada efek yang bagus,” ucap Denny.

Mahfud sependapat dengan pernyataan tersebut dan menekankan pentingnya hak publik dalam menyampaikan aspirasi.

“Itulah perlunya masyarakat punya hak berbicara,  punya hak mengajukan aspirasi. Ada protes, ada yang menanggapi, dan negara berjalan. Sekarang demonstrasi sudah mulai normal,” kata Mahfud.

(AKM/NID/RAD)

Trending