Connect with us

Viral

Main Sunat-sunatan, Bocah di Solo Malah Sunat Beneran Temannya

Seorang murid PAUD di Solo terluka di alat vitalnya akibat main sunat-sunatan di kelas. Kasus ditangani medis, dimediasi sekolah, dan dievaluasi Dinas Pendidikan.

Logompn

Published

on

Main sunat sunatan, bocah di solo malah sunat beneran temannya
Ilustrasi Pisang Berbentuk Kelamin Laki-laki yang Telah Disunat. Gambar : Ilustrasi Canva

Jawa Tengah, MPN Indonesia 18 September 2025 - Seorang murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di TK Aisyiyah 10 Sangkrah, Solo, Jawa Tengah, terluka pada alat vitalnya akibat menjadi korban main sunat-sunatan oleh temannya.

Peristiwa di daerah ini terjadi di dalam kelas saat kegiatan prakarya pada Kamis (11/9).

Korban yang berusia sekitar 4–5 tahun langsung dibawa ke rumah sakit. Dalam penanganan medis, ia sekaligus disunat.

Insiden bermula saat siswa mengikuti kegiatan menggunting dan menempel kertas.

Setelah kegiatan selesai, guru mengarahkan sebagian siswa untuk mencuci tangan.

Pada saat itu, salah satu anak mengambil gunting dan memotong alat vital korban tanpa pengawasan langsung dari guru.

Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Dwi Ariyatno, menjelaskan bahwa pelaku kemungkinan meniru praktik khitan tanpa memahami risikonya.

“Menurut saya, dia mendapatkan informasi terkait dengan praktik khitan itu tidak secara utuh dan dipahami sehingga dia enggak tahu konsep terkait dengan bahwa itu tidak boleh dilakukan sembarangan,” ujar Dwi kepada wartawan, Senin (15/9).

Korban telah menjalani perawatan di rumah sakit dan kini dalam kondisi membaik.

“Sudah pulang dari rumah sakit, kondisinya anaknya sudah sehat secara fisik, terus informasi katanya disunat sekalian,” jelas Dwi.

Ia menambahkan bahwa fungsi alat vital korban masih dapat diselamatkan.

“Tingkat keparahannya tetap parah tapi masih bisa diselamatkan. Kemungkinan masih berfungsi dengan baik,” ungkapnya.

Selain itu, korban kini mendapatkan pendampingan psikolog dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta.

Baca Juga:  Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

“Anak yang korban ini perlu didampingi karena dia yang posisinya rentan terkait dengan traumatik, terutama rasa sakit yang luar biasa itu,” kata Dwi.

Mediasi dan Penyelesaian Kasus

Keluarga korban sempat melaporkan kejadian ini ke berbagai instansi, termasuk kepada Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, melalui media sosial.

Namun akhirnya, kedua belah pihak dipertemukan dalam proses mediasi yang difasilitasi pihak sekolah dan didampingi Dinas terkait.

“Cuma setelah ini kemarin sudah diketemukan lewat sekolah, dimediasi, termasuk didampingi oleh Dinas. Tadi kelihatannya, mereka menempuh jalan kekeluargaan karena paham bahwa ini kejadian anak dengan anak,” tutur Dwi.

Evaluasi Sekolah oleh Dinas Pendidikan

Pasca kejadian, Dinas Pendidikan Kota Solo langsung melakukan evaluasi terhadap sekolah.

Evaluasi difokuskan pada prosedur penyimpanan alat prakarya, pengawasan kegiatan siswa sebelum hingga sesudah pembelajaran, serta keamanan penggunaan alat yang berpotensi membahayakan.

“Evaluasi di sekolah itu adalah kaitannya dengan pengamanan penanganan baik pra-pembelajaran, pembelajaran maupun pascapembelajaran terutama yang menggunakan alat atau peralatan yang punya potensi membahayakan, terutama untuk anak-anak usia dini ini,” pungkas Dwi.

(AKM/NID/RAD)

Trending