Berita
BMKG Sebut Musim Hujan Datang Lebih Cepat, Diprediksi Mulai Agustus 2025
BMKG memprediksi bahwa musim hujan 2025/2026 di Indonesia akan datang lebih cepat dari kondisi normal.
MPN Indonesia 19 September 2025 - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim hujan 2025/2026 di Indonesia akan datang lebih cepat dari kondisi normal.
Dalam siaran pers di laman resminya, BMKG menyebut sebagian wilayah Indonesia telah mulai memasuki musim hujan sejak Agustus 2025, dan diperkirakan akan meluas ke wilayah lain pada periode September hingga November 2025.
“Dibandingkan dengan rerata klimatologis 1991–2020, awal musim hujan tahun ini cenderung maju di sebagian besar wilayah Indonesia,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dikutip MPN Indonesia dari laman BMKG, Jumat (19/9).
Dwikorita menjelaskan bahwa musim hujan diprediksi akan berlangsung dari Agustus 2025 hingga April 2026, dengan puncak hujan bervariasi di tiap wilayah.
“Musim hujan diprediksi berlangsung dari Agustus 2025 hingga April 2026, dengan puncak hujan yang bervariasi, sebagian besar terjadi pada November–Desember 2025 di Sumatra dan Kalimantan, serta Januari–Februari 2026 di Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” jelasnya.
Sebagian Besar Wilayah Memasuki Musim Hujan Lebih Cepat
BMKG mencatat dari total 699 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, terdapat 79 ZOM (11,3%) yang diprediksi memasuki musim hujan pada September 2025.
Adapun wilayah yang disebut mencakup sebagian besar Sumatra Utara, sebagian Riau, Sumatra Barat bagian utara, Jambi bagian barat, Bengkulu bagian utara, Bangka Belitung bagian selatan, Sumatra Selatan, sebagian kecil Jawa, Kalimantan Selatan, dan sebagian Papua Selatan.
149 ZOM (21,3%) memasuki musim hujan pada Oktober 2025, mencakup sebagian Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, sebagian Nusa Tenggara Barat, Sulawesi bagian selatan, dan Papua bagian tengah.
Sementara itu, 105 ZOM (15%) akan mulai musim hujan pada November 2025 yang mencakup sebagian besar Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, Sulawesi bagian tengah dan tenggara, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan sebagian Papua.
BMKG pun membandingkan rata-rata klimatologis 1991–2020, terdapat beberapa ZOM yang mengalami musim hujan lebih cepat dari waktu normalnya.
“Sebanyak 294 ZOM (42,1%) akan mengalami awal musim hujan yang lebih cepat (maju), 50 ZOM (7,2%) sama dengan normalnya, dan 56 ZOM (8,0%) akan mengalami musim hujan yang lebih lambat (mundur). Dengan kata lain, mayoritas wilayah Indonesia diprediksikan menghadapi musim hujan lebih cepat dari biasanya,” tulis BMKG dalam siaran persnya.
Potensi Bencana di Wilayah dengan Curah Hujan Tinggi
BMKG menyebut sifat curah hujan pada musim hujan 2025/2026 ada di kategori normal yang artinya curah hujan musiman tidak akan jauh berbeda dari biasanya.
Namun, akan ada 193 ZOM (27,6%) yang bakal mengalami musim hujan dengan sifat di atas normal yang mencakup wilayah sebagian besar Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, beberapa wilayah Sulawesi, serta wilayah Maluku dan Papua.
Kepala BMKG menyebut, kondisi ini berpotensi mengakibatkan bencana alam yang perlu diwaspadai, khususnya di wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan di atas normal.
“Dengan kondisi ini, potensi ancaman bahaya hidrometeorologi yang dapat menyebabkan dampak seperti banjir, banjir bandang, genangan air, tanah longsor, dan angin kencang tetap perlu diwaspadai, terutama pada wilayah dengan prediksi curah hujan atas normal,” kata Dwikorita.
Iklim Global Pengaruhi Musim Hujan di Indonesia
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa kondisi global turut memengaruhi musim hujan tahun ini.
Pada Agustus 2025, fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) berada pada kondisi netral sehingga tidak berpengaruh secara signifikan dari Samudra Pasifik.
Namun, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) yang ada dalam kondisi negatif menyebabkan suplai uap air tambahan dan pembentukan awan hujan lebih intensif, terutama di bagian barat Indonesia.
ENSO netral diperkirakan bertahan hingga akhir 2025, sedangkan IOD negatif diperkirakan berlangsung hingga November 2025.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
