Connect with us

Berita

Gempa Guncang Bogor dan Sukabumi, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Aktif

Gempa Bogor dan Sukabumi bermagnitudo 3,5 dan 4,1 terjadi pada 15 Oktober 2026. BMKG mengungkap penyebab, lokasi pusat gempa, dan dampak getarannya.

Actress 1299250

Published

on

Gempa Guncang Bogor dan Sukabumi, BMKG Akibat Aktivitas Sesar Aktif
Gempa Guncang Bogor dan Sukabumi, BMKG Akibat Aktivitas Sesar Aktif. Gambar: X/@infoBMKG

Jawa Barat, MPN Indonesia 16 Oktober 2026 - Gempa bumi tektonik beruntun mengguncang wilayah Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis (15/10) sore.

BMKG mencatat dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,5 dan 4,1 yang dipicu aktivitas sesar aktif.

Gempa pertama terjadi pada pukul 17.49 WIB dengan pusat gempa berada di darat, sekitar 25 kilometer utara Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut tergolong dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BMKG Wilayah II Tangerang Ana Oktavia Setiowati dalam keterangannya.

BMKG Ungkap Lokasi dan Kedalaman Gempa Bumi

Ana menjelaskan bahwa kedua gempa memiliki magnitudo dan kedalaman yang berbeda.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, berikut rincian kedua gempa bumi yang mengguncang wilayah Jawa Barat:

  • Gempa pertama: Terjadi pukul 17.49 WIB dengan magnitudo 3,5 dan koordinat 6,77° Lintang Selatan serta 106,60° Bujur Timur. Episenter berada sekitar 25 kilometer utara Kabupaten Sukabumi, dengan kedalaman 10 kilometer.
  • Gempa kedua: Terjadi pukul 17.58 WIB dengan magnitudo 4,1 dan koordinat 6,73° Lintang Selatan serta 106,61° Bujur Timur. Episenter berada sekitar 26 kilometer barat daya Kota Bogor, dengan kedalaman 5 kilometer.

Kedua pusat gempa tersebut berada di darat. BMKG mengidentifikasi aktivitas sesar aktif sebagai penyebab rangkaian gempa bumi tektonik tersebut.

Getaran Gempa Dirasakan di Sejumlah Wilayah

Ana menyampaikan bahwa masyarakat melaporkan tingkat getaran yang berbeda di sejumlah wilayah terdampak.

Baca Juga:  Mudik Gratis Pemkab Bogor Dibuka 26 Februari, Ini Rute dan Kota Tujuannya!

“Dari laporan masyarakat gempa dirasakan berbeda di sejumlah wilayah,” terang Ana.

Berdasarkan laporan masyarakat, BMKG mencatat tiga tingkat intensitas getaran menggunakan skala Modified Mercalli Intensity (MMI).

1. Intensitas IV MMI

Getaran dengan intensitas IV MMI dirasakan di Pamijahan dan Kabandungan.

Pada tingkat tersebut, banyak orang merasakan getaran di dalam rumah dan beberapa orang merasakannya di luar rumah.

“Getaran juga dapat menyebabkan gerabah pecah, jendela atau pintu berderik, serta dinding berbunyi,” ucap Ana.

2. Intensitas III MMI

Getaran dengan intensitas III MMI dilaporkan di:

  • Kalapanunggal
  • Leuwiliang
  • Cipeuteuy
  • Lengkong
  • Parakansalak

Pada skala ini, masyarakat merasakan getaran nyata di dalam rumah, seperti saat sebuah truk melintas.

3. Intensitas II MMI

Getaran dengan intensitas II MMI dirasakan di:

  • Palabuhan Ratu
  • Pabuaran
  • Cicantayan

Pada tingkat tersebut, beberapa orang merasakan getaran yang menyebabkan benda-benda ringan yang tergantung bergoyang.

BMKG Catat Satu Gempa Susulan Magnitudo 2,4

Selain dua gempa utama, BMKG mencatat satu gempa susulan hingga pukul 18.40 WIB, Kamis (15/10). Gempa susulan tersebut memiliki magnitudo 2,4.

Ana menyampaikan bahwa hingga batas waktu pemantauan tersebut, belum ada laporan kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa bumi.

“Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut. Hingga pukul 18.40 WIB, hasil pemantauan BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 2,4,” ungkap Ana.

(AKM/NID/RAD)

Trending