Connect with us

Lifestyle

Cara Terapkan Sleepmaxxing yang Efektif Supaya Tidur Lebih Nyenyak

Sleepmaxxing menjadi tren viral di TikTok untuk meningkatkan kualitas tidur. Pelajari cara, manfaat, dan risiko yang perlu diperhatikan agar tidur tetap aman dan sehat!

Logompn

Published

on

Cara terapkan sleepmaxxing yang efektif supaya tidur lebih nyenyak
Sleepmaxxing. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 25 September 2025 - Sleepmaxxing menjadi tren viral di media sosial, terutama TikTok, sejak beberapa waktu terakhir.

Tren ini berfokus pada berbagai cara untuk meningkatkan kualitas tidur, dengan banyak pengguna media sosial yang membagikan pengalaman mereka dalam menerapkan kebiasaan ini.

Tujuan sleepmaxxing adalah untuk membantu seseorang tidur lebih nyenyak, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan mental dan fisik secara keseluruhan.

Sleepmaxxing diklaim dapat memperbaiki rutinitas tidur. Beberapa teknik yang sering dibagikan meliputi penggunaan suplemen seperti magnesium, tidur dalam ruangan gelap dan sejuk, menghindari kafein sebelum tidur, hingga penggunaan teknologi seperti sleep tracker dan white noise machine.

Beberapa strategi lainnya termasuk makan buah kiwi sebelum tidur, meditasi 30 menit setiap hari, serta penggunaan selotip di mulut saat tidur atau mouth taping.

Namun, sejumlah pakar kesehatan memperingatkan agar tidak terlalu terobsesi dengan tren ini.

Beberapa praktik sleepmaxxing, seperti penggunaan suplemen tanpa pengawasan medis dan mouth taping, dinilai dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan, terutama bagi penderita gangguan tidur seperti sleep apnea.

Apa Itu Sleepmaxxing dan Bagaimana Cara Menerapkannya?

Sleepmaxxing merupakan serangkaian strategi yang bertujuan meningkatkan kualitas tidur. Beberapa langkah umum dalam sleepmaxxing meliputi:

  • Menetapkan jadwal tidur dan bangun yang konsisten setiap hari.
  • Menghindari konsumsi kafein atau alkohol beberapa jam sebelum tidur.
  • Mengurangi paparan blue light dengan menggunakan kacamata khusus atau membatasi penggunaan layar sebelum tidur.
  • Tidur dalam kondisi kamar yang gelap dan sejuk.
  • Mengonsumsi suplemen magnesium untuk membantu relaksasi dan produksi melatonin.
  • Menggunakan white noise dari aplikasi atau kipas angin sebagai alternatif alat mahal.
  • Mengatur rutinitas relaksasi seperti meditasi dan mandi satu jam sebelum tidur.
Baca Juga:  Baim Wong Cek Kesehatan Mental di Malaysia, Buktikan Tak Idap NPD

Beberapa pengguna sleepmaxxing juga menyarankan untuk makan kiwi sebelum tidur atau menggunakan selimut berbobot (weighted blanket), meskipun efektivitas metode ini belum terbukti secara ilmiah secara luas.

Dampak Sleepmaxxing terhadap Kesehatan Mental

Kualitas tidur yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan mental.

Beberapa strategi sleepmaxxing terbukti mampu menurunkan stres, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan fokus keesokan harinya.

Namun, obsesi terhadap tidur sempurna juga dapat berdampak sebaliknya. Fenomena ini disebut orthosomnia, yaitu kondisi di mana seseorang merasa cemas karena tidak bisa tidur sesuai harapan.

Beberapa pengguna yang memakai sleep tracker secara berlebihan juga berisiko mengalami tekanan psikologis jika hasil pelacak tidur mereka tidak sesuai ekspektasi, meskipun secara objektif mereka tidak mengalami gangguan tidur yang signifikan.

Praktik Sleepmaxxing yang Perlu Diwaspadai

Beberapa metode sleepmaxxing menimbulkan kekhawatiran di kalangan pakar medis:

  • Mouth taping (menutup mulut dengan plester): Praktik ini bisa membahayakan penderita gangguan pernapasan seperti sleep apnea.
  • Konsumsi suplemen bebas: Suplemen seperti melatonin dan magnesium harus digunakan dengan hati-hati dan sebaiknya dengan pengawasan medis.
  • White noise machine mahal: Ahli dari Aeroflow Sleep menyatakan bahwa kipas angin dan aplikasi white noise di ponsel memberikan manfaat serupa tanpa perlu membeli alat mahal.

Tips Tidur Berkualitas Tanpa Sleepmaxxing

Tanpa mengikuti tren sleepmaxxing, tidur berkualitas tetap bisa dicapai melalui cara sederhana:

  • Menentukan waktu tidur dan bangun yang tetap.
  • Menghindari tidur siang yang terlalu lama.
  • Menciptakan suasana kamar yang tenang, gelap, dan sejuk.
  • Menggunakan teknik relaksasi otot progresif.
  • Menghindari konsumsi kafein setelah sore hari.

Langkah-langkah ini dikenal sebagai bagian dari sleep hygiene dan banyak didukung oleh penelitian medis.

(ADN/NID/RAD)

Baca Juga:  Berhenti Stalking Mantan! Begini Dampak Nyatanya untuk Kondisi Mental

Trending