Connect with us

Berita

Waka BGN Janji Akan Tanggung Jawab Biayai Korban Keracunan MBG

Wakil Kepala BGN bidang komunikasi publik dan investigasi, Nanik S. Deyang meminta maaf kepada masyarakat terkait insiden keracunan program MBG yang terjadi di sejumlah daerah.

Logompn

Published

on

Waka bgn janji akan tanggung jawab biayai korban keracunan mbg
Waka BGN Janji Akan Tanggung Jawab Biayai Korban Keracunan MBG | Gambar: YouTube/Badan Gizi Nasional RI

MPN Indonesia 27 September 2025 - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang komunikasi publik dan investigasi, Nanik S. Deyang menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terkait insiden keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di sejumlah daerah.

Nanik menyebut sekitar 80% penyebab kasus keracunan ini disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap standard operating procedure (SOP).

Dalam pernyataannya, ia juga menyebut bahwa insiden tersebut merupakan kasus keamanan pangan yang tidak sepenuhnya disebabkan oleh makanan yang beracun.

“Kami mengaku salah atas apa yang terjadi, insiden pangan ya, insiden keamanan pangan. Jadi kalau saya sebut insiden keamanan pangan ini ternyata karena kami menemukan tidak semua terduga beracun, tapi ada juga karena alergi. Kemudian ada hal-hal lain juga,” ujarnya dalam acara Insight Session BGN di Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (26/9).

BGN Bakal Tanggung Biaya Korban

Akibat peristiwa keracunan massal yang terjadi di sejumlah daerah, Nanik memastikan akan menanggung seluruh biaya korban yang terdampak.

“Tentu kami bertanggung jawab penuh atas semua kesalahan, baik bertanggung jawab hal yang sudah terjadi, pada seluruh biaya dari anak-anak,” katanya.

Lebih lanjut, Nanik mengatakan komitmen tersebut berlaku tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga bagi orang tua yang mungkin ikut mengonsumsi makanan MBG dan mengalami gangguan kesehatan.

“Dan juga kalau ada misalnya orang tuanya yang mungkin ikut makan, dan mengalami masalah kami bertanggung jawab penuh dan membiayai semuanya untuk atas apa yang terjadi,” kata Nanik.

Ia menegaskan bahwa pelanggaran terhadap SOP MBG tidak akan ditoleransi lagi. Nanik menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada seluruh anak-anak dan orang tua yang terdampak serta berjanji bahwa insiden serupa tidak akan terulang.

Baca Juga:  Ratusan Pelajar di Garut Diduga Keracunan Massal Menu MBG

“Jadi sekali lagi, pada anak-anak saya yang tercinta di seluruh Indonesia dan juga para orang tua, saya mohon maaf atas nama BGN dan berjanji tidak akan lagi terjadi. Tidak akan terjadi lagi,” tambahnya.

Jumlah Korban Sentuh Angka 6 Ribu Siswa

Belakangan ramai diberitakan kasus keracunan massal usai sejumlah siswa di berbagai daerah mengonsumsi makanan darui program MBG. Per akhir September 2025, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia mencatat ada sekitar 6.452 kasus keracunan.

Sementara itu, BGN, Kementerian Kesehatan, dan BPOM mencatat jumlah total korban ada di angka sekitar 5 ribu.

Sejumlah wilayah yang tercatat mengalami kasus keracunan akibat konsumsi MBG, antara lain Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat yang mencatat jumlah korban sekitar 1.333 siswa.

Adapun di wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat dilaporkan beberapa siswa keracunan usai menyantap MBG yang diduga berasal dari lauk hiu goreng yang mengandung merkuri tinggi.

Investigasi oleh Bareskrim Polri

Sebagai bagian dari proses penyelidikan, penyidik Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan ke berbagai dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kualitas bahan pokok yang digunakan dalam penyajian makanan MBG.

“Bagaimana proses keamanan, menjaga keamanan makanan yang akan disajikan. Mulai dari hulu sampai hilir … Nanti dari hasil pengecekan dan asistensi itu tentunya muaranya memberikan rekomendasi kepada pemerintah, terutama kepada penyelenggara MBG itu sendiri,” ungkap Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Helfi Assegaf pada Kamis (25/9).

(AKM/NID/RAD)

Trending