Internasional
Belanda Sepakat Kembalikan 30.000 Artefak Milik Indonesia
Usai mengadakan pertemuan dengan Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Máxima, Prabowo mengungkapkan Pemerintah Belanda sepakat mengembalikan 30.000 artefak milik Indonesia.
MPN Indonesia 29 September 2025 - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Pemerintah Belanda sepakat untuk mengembalikan sebanyak 30.000 artefak milik Indonesia.
Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuannya dengan Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch, Den Haag, Belanda, pada Jumat (26/9).
“Di Belanda saya diterima dengan sangat baik oleh Raja. Dan Belanda mengembalikan 30.000 item artefak. 30.000 item yang mereka bawa dari Indonesia dikembalikan ke kita,” kata Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dikutip MPN Indonesia dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (29/9).
Repatriasi akan Ditangani Menteri Kebudayaan
Hal sama juga disampaikan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya yang mengatakan bahwa pertemuan antara Prabowo dan Pemerintah Belanda menghasilkan kesepakatan penting mengenai repatriasi artefak.
“Intinya tadi juga disepakati bahwa Pemerintah Belanda akan mengembalikan sebanyak 30.000 fosil, artefak, dokumen-dokumen budaya milik Indonesia yang disimpan di sini,” kata Teddy.
Teddy menambahkan bahwa proses pengembalian akan segera berlangsung dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menindaklanjuti proses tersebut.
“Dan nanti prosesnya akan segera mungkin besok Menteri Kebudayaan (Fadli Zon) akan menyelesaikan itu dan segera dikembalikan kepada Indonesia,” jelasnya.
Lanjutan dari Repatriasi Sebelumnya
Sebelumnya, pada akhir 2024 diketahui Pemerintah Belanda juga telah mengembalikan 272 koleksi benda warisan budaya Indonesia.
Pengembalian tersebut dilakukan oleh Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, di Museum Nasional Indonesia.
Adapun rincian artefak yang telah dikembalikan pada 2024 meliputi 68 objek dari koleksi Museum Rotterdam dan 204 objek dari koleksi Puputan Badung.
Total objek yang telah direpatriasi hingga saat itu mencapai 828 artefak. Penyerahan juga mencakup 472 objek dalam Dokumen Penyerahan utama (termasuk Arca Singasari, Keris Puputan Klungkung, Harta Lombok, Karya Seni Pita Maha).
Tak hanya itu, ada pula 288 objek tambahan dari Perang Puputan Badung dan Tabanan serta 84 objek lainnya, termasuk Arca Bhairava, Nandi, Ganesha, dan Brahma.
Ratu Máxima Bakal Sambangi Indonesia November 2025
Selain membahas artefak, Prabowo juga menyampaikan bahwa Ratu Máxima akan melakukan kunjungan ke Indonesia pada 25 November 2025 mendatang untuk berdiskusi terkait sektor keuangan.
“Ratu juga seorang, ternyata seorang ahli keuangan dan akan ke sini tanggal 25 November untuk diskusi sama ahli-ahli keuangan kita, gimana untuk membantu keuangan rakyat yang belum mahir, belum pandai soal keuangan akan dibantu oleh PBB dan sebagainya,” ujar Prabowo.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
