Connect with us

Lifestyle

Sering Dikira Sama, Ini 5 Perbedaan Manicure dan Pedicure yang Harus Kamu Tahu!

Manicure dan pedicure sering dianggap sama. Padahal keduanya berbeda dari fokus perawatan, teknik, hingga manfaat. Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Logompn

Published

on

Sering dikira sama, ini 5 perbedaan manicure dan pedicure yang harus kamu tahu!
Ilustrasi Manicure dan Pedicure. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 2 Oktober 2025 - Bagi banyak orang, perawatan kuku bukan hanya soal estetika, tetapi juga bagian dari menjaga kesehatan tubuh. Salah satu perawatan yang populer adalah manicure dan pedicure.

Meski keduanya sama-sama berkaitan dengan kuku, banyak orang masih sering menganggap keduanya serupa.

Padahal, manicure dan pedicure memiliki perbedaan mendasar, baik dari segi fokus perawatan, teknik, hingga manfaat yang diberikan.

Memahami perbedaan ini penting agar kamu bisa menentukan jenis perawatan yang sesuai, sekaligus menghindari risiko yang bisa timbul jika dilakukan tanpa prosedur yang benar.

Apa Itu Manicure dan Pedicure?

Secara sederhana, manicure adalah perawatan yang berfokus pada kuku dan kulit tangan, sedangkan pedicure ditujukan untuk kuku dan kulit kaki.

Keduanya tidak hanya mempercantik kuku dengan cat atau hiasan, tetapi juga melibatkan proses membersihkan, merawat kulit sekitar kuku, hingga memberikan efek relaksasi.

Dalam praktiknya, manicure biasanya meliputi perendaman tangan, perawatan kutikula, pemotongan serta pengikiran kuku, dan pengaplikasian cat kuku.

Sedangkan pedicure lebih kompleks karena melibatkan perendaman kaki, pembersihan kuku kaki, pengikisan kapalan, hingga perawatan kulit tumit dengan batu apung atau scrub.

Perbedaan Manicure dan Pedicure

Fokus Perawatan Tubuh

  • Manicure: merawat tangan dan kuku tangan.
  • Pedicure : merawat kaki dan kuku kaki.

Keduanya juga mencakup perawatan kulit sekitar kuku, pengelupasan kulit mati, dan pemberian pelembap.

Teknik dan Proses Perawatan

  • Manicure dimulai dengan perendaman tangan, lalu pemotongan kuku, perawatan kutikula, penghalusan permukaan kuku, dan pelembapan.
  • Pedicure mencakup perendaman kaki, penghilangan kotoran, pemotongan kuku kaki, pengikisan kapalan, penghalusan telapak kaki, hingga pemberian cat kuku jika diinginkan.
Baca Juga:  Menkes Budi Spill Skincare yang Bisa Dimakan agar Wajah Glowing dan Awet Muda!

Proses pedicure umumnya lebih rumit karena kaki lebih rentan terhadap kapalan, kulit kering, dan tumit pecah-pecah.

Tingkat Kerumitan

  • Manicure relatif lebih cepat dan sederhana karena tangan lebih jarang mengalami masalah kulit yang berat.
  • Pedicure membutuhkan perawatan lebih intensif, terutama pada kulit kaki yang lebih tebal dan sering terpapar kotoran.

Frekuensi Perawatan

  • Manicure: bisa dilakukan setiap 1-2 minggu sekali untuk menjaga kerapian kuku tangan.
  • Pedicure: dianjurkan setiap 2-4 minggu sekali, tergantung aktivitas dan kondisi kulit kaki.

Manfaat Perawatan

  • Manicure menjaga kuku tangan tetap bersih, sehat, dan rapi, sekaligus mencegah kutikula kering.
  • Pedicure membantu mencegah kulit mati menumpuk, mengatasi bau kaki, kapalan, hingga menurunkan risiko infeksi jamur.

Keduanya juga memberikan efek psikologis positif seperti relaksasi, rasa segar, dan meningkatnya rasa percaya diri.

Menurut sebuah studi di jurnal Frontiers in Psychology, perawatan kecantikan seperti manicure dan pedicure dapat meningkatkan vitalitas serta suasana hati, terutama pada wanita.

Risiko dan Tips Keamanan

Meski bermanfaat, manicure dan pedicure tetap memiliki risiko jika tidak dilakukan dengan benar. Beberapa risiko yang mungkin terjadi antara lain:

  • Infeksi bakteri atau jamur akibat alat yang tidak steril.
  • Luka atau iritasi karena pemotongan kutikula terlalu dalam.
  • Reaksi alergi dari produk cat kuku atau pelembap tertentu.

Untuk mengurangi risiko, berikut tips yang bisa diikuti:

  • Pastikan alat manicure-pedicure selalu steril.
  • Jangan memotong kutikula terlalu dalam.
  • Gunakan pelembap setelah perawatan agar kulit tidak kering.
  • Hindari penggunaan kuku palsu terlalu sering karena dapat melemahkan kuku asli.
  • Jika memiliki kondisi medis seperti diabetes atau masalah kulit tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan perawatan.

Manicure dan pedicure bukan hanya perawatan kecantikan, tetapi juga cara menjaga kebersihan dan kesehatan kuku.

Baca Juga:  Manfaat Minyak Zaitun untuk Kulit: dari Anti-Aging hingga Atasi Jerawat

Keduanya memiliki perbedaan signifikan dalam fokus, teknik, serta tingkat kerumitan, namun sama-sama memberikan manfaat fisik dan psikologis.

Dengan memilih perawatan yang tepat serta memperhatikan kebersihan dan keamanan, kamu bisa mendapatkan kuku yang sehat, indah, sekaligus rasa relaksasi yang menyegarkan.

(ADN/NID/RAD)

Trending