Connect with us

Berita

Menkes Sebut Keracunan Massal MBG Dipicu Bakteri hingga Zat Kimia

Menkes Budi Gunadi Sadikin sebut keracunan massal program makan bergizi gratis dipicu bakteri, virus, dan zat kimia. Modul panduan segera dibagikan ke sekolah.

Logompn

Published

on

Menkes sebut keracunan massal mbg dipicu bakteri hingga zat kimia
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, pada Rabu (1/10). Gambar : Tangkapan Layar YouTube/DPR RI

MPN Indonesia 2 Oktober 2025 - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa kasus keracunan massal dalam program makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah wilayah dipicu oleh berbagai bakteri, virus, dan zat kimia.

Hal ini disampaikan Budi dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, pada Rabu (1/10).

“Dari seluruh SPPG yang kami lihat ada keracunan, ini adalah penyebab-penyebabnya secara medis. Jadi, ada bakteri, ada beberapa itu virus, dan ini [zat] kimia. Kenapa ini menentukan bapak-ibu? Karena ini nanti menentukan satu treatment-nya seperti apa kalau dia kena?” ujar Budi dalam rapat tersebut, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube DPR RI pada Kamis (2/10).

Ia menekankan pentingnya mengetahui penyebab keracunan untuk menentukan penanganan medis yang tepat bagi siswa yang terdampak.

Menurutnya, sekolah harus sigap mendeteksi gejala keracunan sejak dini.

Selain itu, laboratorium kesehatan masyarakat di setiap kabupaten/kota juga diinstruksikan untuk siap meneliti sumber penyebab kasus.

Rincian Penyebab Keracunan MBG

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sejumlah bakteri ditemukan sebagai pemicu utama keracunan massal program MBG, di antaranya Salmonella, Escherichia coli, Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, Clostridium perfringens, Listeria monocytogenes, Campylobacter jejuni, dan Shigella.

Selain bakteri, terdapat dua jenis virus yang juga menjadi penyebab, yaitu Norovirus atau Rotavirus, serta Hepatitis A Virus.

Adapun zat kimia yang turut terdeteksi sebagai pemicu keracunan adalah Nitrit dan Scombrotoxin (Histamine).

Menkes menambahkan, setiap penyebab keracunan memiliki karakteristik gejala dan cara penanganan berbeda.

Oleh karena itu, pelacakan dan identifikasi cepat sangat diperlukan dalam setiap insiden.

“Kedua, kita juga bisa melacak kira-kira sumbernya kejadiannya kenapa karena masing-masing bakteri virus itu kan berbeda-beda timbulnya dan yang ketiga ini juga membantu kami untuk memastikan semua laboratorium kesehatan masyarakat di kabupaten kota harus siap juga untuk meneliti ini,” jelas Budi.

Baca Juga:  Menkes: RS Tak Boleh Tolak Pasien Gawat Darurat Meski Tanpa KTP

Langkah Antisipasi Kemenkes

Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Kesehatan telah menyusun modul panduan berisi pola keracunan makan bergizi gratis yang umum terjadi.

Modul ini akan dibagikan ke seluruh sekolah agar guru dapat mengenali gejala sejak awal dan mengetahui tindakan penanganan awal.

“Jadi memudahkan para guru-guru atau sekolah kalau mau melihat ‘oh gejalanya seperti ini, kira-kira apa penyebabnya ini’ dan ada treatment-nya seperti apa,” terang Budi.

(AKM/NID/RAD)

Trending