Connect with us

Teknologi

Elon Musk Serukan Boikot Netflix Gara-gara Karakter Transgender di Serial Dead End

Belakangan, Elon Musk gencar menyerukan boikot terhadap platform Netflix akibat keberadaan karakter transgender dalam serial animasi Dead End: Paranormal Park.

Logompn

Published

on

Elon musk serukan boikot netflix gara gara karakter transgender di serial dead end
Elon Musk Serukan Boikot Netflix Gara-gara Karakter Transgender di Serial Dead End | Gambar: Associated Press/Jordan Strauss

MPN Indonesia 4 Oktober 2025 - Elon Musk menyerukan boikot terhadap platform Netflix akibat keberadaan karakter transgender dalam serial animasi Dead End: Paranormal Park.

Seruan ini disampaikan Musk melalui akun X @elonmusk pada Rabu (1/10) dengan ajakan langsung kepada para pengikutnya untuk membatalkan langganan layanan streaming tersebut.

“Batalkan Netflix demi kesehatan anak-anak Anda,” tulisnya dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (4/10).

Gencar Serukan ‘Cancel‘ Netflix

Kontroversi bermula dari kritik kalangan konservatif terhadap Dead End: Paranormal Park, sebuah serial TV barat yang menampilkan karakter transgender.

“Propaganda transgender tak hanya diam-diam mengintai di latar belakang Netflix. Mereka aktif mendorongnya kepada pengguna,” tulis pengguna tersebut.

Musk kemudian menyetujui cuitan tersebut sambil melampirkan tautan artikel Netflix berjudul Rayakan Hari Visibilitas Transgender dengan 16 Film dan Acara Ini.

“Benar,” tulis Musk.

Tak hanya itu, ia juga mengklaim Netflix menjalankan agenda “woke transgender” dan memiliki kebijakan perekrutan anti kulit putih.

Beberapa sumber menyebut bahwa gerakan boikot yang diserukan Musk ini berkaitan dengan statusnya sebagai ayah dari Vivian Wilson, seorang transgender yang secara hukum mengubah nama dan jenis kelaminnya.

Dalam petisinya, Vivian menyatakan, “Saya tak lagi tinggal bersama atau ingin berhubungan dengan ayah kandung saya dalam bentuk apa pun.”

Saham Netflix Tetap Aman di Tengah Seruan Boikot

Meskipun seruan boikot ini menarik perhatian luas, sejumlah analis menilai dampaknya terhadap Netflix relatif kecil.

Saham perusahaan teknologi tersebut tercatat turun 4% dalam minggu ini, namun naik lebih dari 60% sepanjang tahun.

Dikutip dari CNBC, Netflix melaporkan memiliki 301,63 juta pelanggan pada kuartal keempat tahun 2024, dan nilai kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar USD 490 miliar.

Baca Juga:  Samsung bakal Hadirkan Fitur AI untuk Deteksi Penipuan lewat Suara

“Komentar Musk datang terlambat di kuartal ketiga untuk memberikan dampak berarti pada jumlah pelanggan,” ungkap Alicia Reese dari Wedbush Securities.

Ia juga meyakini potensi kerugian yang dialami Netflix akan terkompensasi oleh peningkatan pendapatan iklan.

“Angka-angka mereka seharusnya baik-baik saja. Saya pikir sahamnya tidak terlalu terpukul,” katanya.

Tim Seymour dari Seymour Asset Management juga menambahkan bahwa walaupun kontroversi semacam ini bisa memengaruhi saham untuk sementara waktu, posisi pasar Netflix dinilai terlalu kuat untuk terdampak signifikan oleh reaksi negatif di internet.

(AKM/NID/RAD)

Trending