Connect with us

Viral

Sebut Polisi Salah Tangkap Orang, Bjorka Bocorkan 341 Ribu Data Personel Polri

Sosok Bjorka merilis 341.800 data anggota Polri melalui situs NetLeaks menyusul pernyataan kepolisian yang mengklaim telah menangkapnya.

Logompn

Published

on

Sebut polisi salah tangkap orang, bjorka bocorkan 341 ribu data personel polri
Sebut Polisi Salah Tangkap Orang, Bjorka Bocorkan 341 Ribu Data Personel Polri | Gambar: Tangkapan Layar/ Website NetLeaks Bjorka

MPN Indonesia 6 Oktober 2025 - Sosok yang mengaku sebagai Bjorka merilis 341.800 data anggota Polri melalui situs NetLeaks pada Sabtu (4/10), menyusul pernyataan kepolisian yang mengklaim telah menangkapnya.

Data yang dibocorkan mencakup pangkat, nama, unit, nomor HP, dan alamat email personel Polri yang disediakan dalam format CSV.

Aksi ini diambil setelah Polda Metro Jaya melakukan konferensi pers untuk mengumumkan penangkapan Bjorka pada Kamis (2/10).

Namun, sosok Bjorka yang mengaku asli ini membantah klaim kepolisian dan menyebut bahwa orang yang ditangkap adalah peniru atau impostor, bukan dirinya.

Penangkapan WFT oleh Polisi

Pada 23 September 2025, polisi menangkap seorang pria berinisial WFT (22) di Minahasa. Ia merupakan pemilik akun X @bjorka/Bjorkanesiaa yang sebelumnya dikaitkan dengan kasus akses ilegal dan manipulasi data bank hingga mencapai 4,9 juta akun.

Polda Metro Jaya kemudian mengumumkan bahwa WFT adalah sosok di balik nama Bjorka dan menyatakan bahwa proses hukum terhadapnya masih berjalan.

Merespons pengumuman tersebut, Bjorka asli mengunggah pernyataan sindiran di situs NetLeaks sambil membocorkan data anggota Polri.

“Karena polisi di Indonesia mengaku telah menangkap saya… kalian hanya bisa menangkap saya dalam mimpi kalian,” tulisnya dalam situs tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Senin (6/10).

Dugaan Peniruan Identitas

Berdasarkan analisis internal dari akun @merdekasiber terhadap artefak digital “babuk bjorka” yang dirilis WFT pada Februari 2025, tidak ditemukan keterkaitan teknis antara WFT dan infrastruktur ataupun jejak digital publik milik Bjorka di situs NetLeaks.

Lebih lanjut, sejumlah riset internasional yang menyoroti Skywave dan keterkaitannya dengan identitas Babuk-bjorka menunjukkan bahwa data yang dijual oleh WFT merupakan data lama yang sebelumnya telah bocor dan dijual kembali.

Baca Juga:  Kasus Transfer Dana Misterius, Pengamat Ekonomi Soroti Indikasi Kebocoran Data Pribadi

Dalam aktivitas daringnya, WFT disebut kerap mengganti nama pengguna, salah satunya menggunakan identitas “Bjorka Asli”.

Klaim ini kemudian ditegaskan oleh sosok yang mengaku sebagai Bjorka asli melalui platform Telegram, yang menyebut bahwa Skywave alias WFT adalah seorang impostor yang menyamar menggunakan nama dan reputasinya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending