Connect with us

Internasional

Penggerebekan Narkoba Besar-besaran di Brasil Tewaskan 64 Orang

Sebanyak 64 orang tewas dalam penggerebekan besar-besaran yang dilakukan kepolisian Brasil di permukiman kumuh (favela) Rio de Janeiro.

Logompn

Published

on

Penggerebekan narkoba besar besaran di brasil tewaskan 64 orang
Penggerebekan Narkoba Besar-besaran di Brasil Tewaskan 64 Orang | Gambar: AFP Photo

MPN Indonesia 29 Oktober 2025 - Sebanyak 64 orang tewas dalam penggerebekan besar-besaran yang dilakukan kepolisian Brasil di permukiman kumuh (favela) Rio de Janeiro.

Operasi ini menyasar geng pengedar narkotika Comando Vermelho, yang mendominasi kawasan utara Rio, khususnya di Complexo da Penha dan Complexo do Alemao.

Dari total korban tewas, 60 di antaranya diduga merupakan anggota geng narkotika, sementara empat lainnya adalah anggota kepolisian.

Gubernur Sebut Peristiwa sebagai ‘Narkoterorisme’

Gubernur Negara Bagian Rio de Janeiro, Claudio Castro, menyebut operasi ini sebagai yang terbesar dalam sejarah wilayah tersebut dan bertujuan menghentikan ekspansi geng narkotika yang disebutnya melakukan ‘narkoterorisme’.

“Beginilah polisi Rio diperlakukan oleh penjahat, dengan bom yang dijatuhkan dari drone. Ini bukan kejahatan biasa, melainkan narkoterorisme,” ungkapnya dikutip MPN Indonesia dari X @claudiocastroRJ pada Rabu (29/10).

Castro juga mengungkap bahwa sebanyak 2.500 personel polisi bersenjata lengkap dikerahkan.

Operasi ini juga didukung dengan 32 kendaraan lapis baja, dua helikopter, 12 kendaraan pembongkar barikade, serta penggunaan drone dari pihak polisi dan geng.

Dalam operasi tersebut, polisi menyita sebanyak 42 senapan, sejumlah besar narkoba, serta menangkap 81 orang.

Selain itu, polisi menggunakan 12 kendaraan pembongkar untuk menghancurkan barikade yang dibangun geng narkoba guna menghalangi akses ke jalan-jalan sempit di dalam favela.

Suasana Bentrokan

Operasi penggerebekan menyebabkan suasana mencekam di wilayah Rio utara. Suara tembakan terdengar hingga sekitar bandara internasional Rio de Janeiro, dan asap tebal tampak membumbung dari beberapa titik kebakaran.

Warga sipil panik, toko-toko tutup, dan aktivitas lalu lintas di sejumlah jalan utama terhenti.

Baca Juga:  Radja Nainggolan Bebas Bersyarat atas Dugaan Kasus Penyelundupan Kokain

Seorang warga Penha mengatakan kepada AFP bahwa ini adalah pertama kalinya drone milik geng narkotika digunakan untuk menjatuhkan bom ke pemukiman.

“Semua orang ketakutan karena begitu banyak tembakan,” ujarnya.

Seorang pensiunan bernama Regina Pinheiro (70) juga menyatakan dirinya tidak dapat pulang akibat situasi kacau di lokasi.

“Kami kehabisan bus, tanpa apa pun, dalam kekacauan ini dan tidak tahu harus berbuat apa,” katanya.

Sementara itu, wartawan AFP di lokasi melihat polisi menjaga sekitar 20 pemuda di distrik Penha. Para pemuda tersebut duduk di trotoar dalam kondisi kepala tertunduk, sebagian tanpa alas kaki dan bertelanjang dada.

Operasi Kepolisian Dikecam Komisi HAM

Ketua Komisi Hak Asasi Manusia Majelis Legislatif Negara Bagian Rio, Dani Monteiro, menyampaikan kecaman atas peristiwa ini.

“Komisi Hak Asasi Manusia dari Majelis Legislatif Negara Bagian Rio akan menuntut penjelasan tentang keadaan tindakan tersebut, yang sekali lagi telah mengubah favela Rio menjadi medan perang dan barbarisme,” ujarnya.

Anggota Kongres, Henrique Vieira juga ikut mengecam keras metode aparat dalam menangani penggerebekan ini.

“Pemerintah negara bagian memperlakukan favela sebagai wilayah musuh, dengan izin untuk menembak dan membunuh,” tulisnya di X.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending