Connect with us

Lifestyle

Belajar dari Rizki Rahmanto, Ini Skill yang Perlu Dimiliki untuk Meniti Karier di Berbagai Industri yang Berbeda

Pelajari strategi dan keterampilan penting dari Rizki Rahmanto yang sukses berkarier di 20 perusahaan lintas industri dengan kemampuan HRD unggul.

Logompn

Published

on

Belajar dari rizki rahmanto, ini skill yang perlu dimiliki untuk meniti karier di berbagai industri yang berbeda
Rizki Rahmanto. Gambar : Dok. MPN Indonesia

MPN Indonesia 30 Oktober 2025 - Rizki Rahmanto, seorang profesional di bidang Human Resource Development (HRD), telah menempuh perjalanan karier panjang di 20 perusahaan dari beragam sektor industri.

Pengalaman ini berawal dari keinginannya untuk memahami manajemen sumber daya manusia secara menyeluruh di berbagai bidang.

“Perjalanan karier saya 20 kali berpindah perusahaan awalnya tidak direncanakan, tetapi karena keingintahuan saya yang kuat untuk mempelajari manajemen sumber daya manusia dari industri perbankan, FMCG, advertising agency, pharmaceuticals, manufacturing, media industry, headhunter industry, industri pangan, pertambangan batu bara dan industri airlines,” ujar Rizki Rahmanto, saat wawancara eksklusif bersama MPN Indonesia, Rabu (29/10) .

Alasan dan Motivasi di Balik Perpindahan Karier

Rizki mengungkapkan bahwa alasannya berpindah tempat kerja bukan semata-mata karena ketidakstabilan karier, melainkan untuk mengejar tantangan baru, promosi jabatan, dan peningkatan gaji.

Setiap langkah yang diambil selalu diiringi dengan peningkatan kemampuan dan tanggung jawab yang lebih besar.

“Tentunya dibekali dengan peningkatan skill dan kemampuan kepemimpinan yang lebih baik dari satu perusahaan ke perusahaan yang baru,” jelasnya.

Cara Adaptasi di Lingkungan Kerja Baru

Dalam menghadapi industri dengan karakteristik berbeda, Rizki menerapkan strategi adaptasi yang berfokus pada kolaborasi dan komunikasi.

Ia berusaha aktif menjalin kerja sama dengan rekan tim, terbuka terhadap masukan dari atasan, serta menunjukkan sikap ramah dan suportif kepada seluruh rekan kerja.

“Adaptasi yang saya lakukan adalah dengan mudah bekerja sama dalam tim, banyak mendengarkan insights dari atasan, banyak mendengarkan masukan dari teman peers satu department dan lintas department, berusaha menjadi pribadi yang menyenangkan, ramah, mudah diajak bekerjasama dan mau membantu kesulitan pekerjaan dari peers dan bawahan serta atasan kita di tempat pekerjaan yang baru,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pangeran Arab Saudi 'Sleeping Prince' Meninggal Dunia setelah 20 Tahun Koma

Strategi Penguatan Kompetensi dan Pengembangan Diri

Rizki menilai keberhasilan di berbagai industri sangat bergantung pada kemampuan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan.

Ia membiasakan diri membaca buku lintas industri, menonton konten edukatif di YouTube, serta melakukan riset mendalam mengenai proses bisnis dan tantangan di setiap sektor tempatnya bekerja.

Ia juga mempelajari berbagai job desk dan skill set yang relevan di bidang SDM, agar selalu siap menghadapi dinamika pekerjaan yang berbeda di setiap perusahaan.

Selain kemampuan teknis, Rizki menekankan pentingnya soft skill dalam dunia kerja, terutama kemampuan persuasif dan negosiasi yang efektif.

“Berusaha memiliki soft skills persuasif bisa meyakinkan seseorang, berbagai orang dengan background yang berbeda-beda dengan kemampuan persuasi dan kemampuan negosiasi yang baik untuk mempengaruhi orang lain,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa memiliki improvement mindset atau pola pikir terbuka merupakan hal penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang inovatif dan kolaboratif.

“Sehingga semua orang terbuka berbagi ide dan pendapat dengan kita yang open mindset, berpikir dengan pola pikir yang terbuka,” pungkas Rizki.

(AKM/NID/RAD)

Trending