Connect with us

Politik

Takut Dimarahi, Menkeu Purbaya: Enggak Boleh Ceplas-ceplos

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akui kini tak bisa lagi ceplas-ceplos dalam berbicara di publik dan menegaskan semua langkahnya sesuai arahan Presiden Prabowo.

Logompn

Published

on

Takut dimarahi, menkeu purbaya enggak boleh ceplas ceplos
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Gambar : Instagram/@purbayayudhi_official

MPN Indonesia 30 Oktober 2025 - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa dirinya kini tak bisa lagi bersikap ceplas-ceplos dalam menyampaikan pernyataan ke publik.

Hal itu ia sampaikan menanggapi perubahan gaya komunikasinya sejak menjabat sebagai menteri.

“Katanya ngomongnya mesti gitu sekarang, enggak boleh ceplas-ceplos, nanti saya dimarahin, kira-kira gitu ya,” ujar Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (28/10).

Ia menjelaskan, perubahan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian terhadap peran sebagai pejabat publik, terutama dalam menghadapi isu-isu sensitif yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah.

Purbaya menegaskan bahwa meski dulu dikenal blak-blakan seperti “koboi”, kini ia tetap mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Itu juga atas perintah bapak presiden, jadi saya enggak berani gerak sendiri. Jangan anggap saya koboi, saya kepanjangan tangan dari bapak presiden, dengan versi yang lebih halus malah,” katanya.

Respons Purbaya soal Isu Kenaikan Tukin di Kementerian ESDM

Pernyataan Purbaya muncul setelah Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyebut bahwa tunjangan kinerja (tukin) pegawai Kementerian ESDM naik hingga 100 persen.

Menanggapi hal itu, Purbaya mengaku belum menerima informasi resmi terkait kebijakan tersebut.

“Kenaikan 100 persen atau menjadi 100 persen? Saya belum tahu. Kalau ada surat dari kementerian, ya kita ikut. Tapi saya belum tahu untuk ESDM seperti apa,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa anggaran untuk tunjangan pegawai sebenarnya sudah tersedia, namun keputusan akhir masih menunggu arahan Presiden.

Terkait kemungkinan kenaikan tukin di Kementerian Keuangan, Purbaya menyebut masih menunggu proses pembahasan lebih lanjut.

Baca Juga:  Mentan dan Satgas Pangan Lakukan Investigasi Dugaan Mafia Beras di Food Station Tjipinang Jaya

“Kita lihat saja nanti. Kalau untuk saya sih gaji sudah kegedean,” jelasnya.

Fokus pada Percepatan Belanja Pemerintah

Dalam kesempatan berbeda, Purbaya menegaskan dirinya tidak “cawe-cawe” dalam urusan kementerian lain, meski aktif mendorong percepatan belanja pemerintah.

“Bukan saya cawe-cawe ya. Kamu perlu apa? Saya bantu biar cepat. Tapi sebagian orang bilang itu cawe-cawe. Tapi enggak, enggak cawe-cawe. Saya enggak ikut campur kebijakan mereka,” tutur Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom INDEF di Jakarta, Selasa (28/10).

Ia menilai percepatan belanja pemerintah penting agar ekonomi tetap bergerak di tengah tekanan perlambatan.

“Yang penting belanjanya diserap waktu tepat sasaran,” lanjut Purbaya.

Menurutnya, belum ada ekspansi besar dalam kebijakan fiskal. Pemerintah saat ini menerapkan kebijakan counter-cyclical dengan fokus pada efisiensi pengelolaan kas negara.

“Jadi, kita balik dengan counter cyclical policy yang irit. Jadi saya belum ekspansi betul-betulan. Saya cuma perbaiki manajemen keuangan, manajemen cashflow saya perbaiki, bagian pemerintah yang belanjanya masih lambat saya imbaulah,” imbuhnya.

Kritik terhadap Gaya Komunikasi Pejabat

Mantan Kepala Public Communication Office (PCO), Hasan Nasbi, turut menyoroti gaya komunikasi para pejabat yang dinilai terlalu spontan.

Ia menilai komunikasi yang tidak terkoordinasi antaranggota kabinet dapat mengganggu soliditas pemerintah.

“Kalau kita bicara dalam konteks pemerintah, sesama anggota kabinet enggak bisa baku tikam terus-terusan di depan umum. Karena itu akan melemahkan pemerintah,” terang Hasan.

Hasan menambahkan, meski gaya komunikasi yang spontan bisa dianggap menghibur, publik pada akhirnya akan menuntut hasil kerja.

“Enggak tahu ya, mungkin tiba-tiba butuh hiburan. Jadi sekarang main ter-tain, ini publiklah, persepsi publik. Tapi lagi-lagi itu yang saya bilang: setelah beberapa bulan nanti, yang ditagih itu bukan lagi pernyataan, yang ditagih itu nanti pasti hasil kerjaan,” tambahnya.

Baca Juga:  Baru Dua Hari, Ziarah Publik Paus Fransiskus Dihadiri Hampir 50 Ribu Orang

Ia menegaskan bahwa jika gaya komunikasi semacam itu terus dibiarkan, publik dapat menganggapnya sebagai tanda ketidaksolidan pemerintah.

“Itu mungkin hari ini kita melihatnya jadi hiburan, enggak apa-apa sementara. Tapi kalau lama-kelamaan orang akan melihat ini sebagai ketidaksolidan pemerintah. Padahal soliditas pemerintah itu penting sekali,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita19 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita26 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita51 minutes ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti60 minutes ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi3 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

PSS vs Borneo 1 2 Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam
Olahraga5 hours ago

PSS vs Borneo 1-2: Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam

Trending