Connect with us

Viral

Viral! Jangkar Kapal Wisata Rusak Terumbu Karang di Labuan Bajo

Jangkar kapal wisata merusak terumbu karang di Pulau Sebayur Kecil, Labuan Bajo. KSOP dan Satpolairud selidiki kasus, komunitas penyelam desak tindakan tegas.

Logompn

Published

on

Viral! jangkar kapal wisata rusak terumbu karang di labuan bajo
Viral! Jangkar Kapal Wisata Rusak Terumbu Karang di Labuan Bajo. Gambar : Kolase Tangkapan Layar TikTok/@maritravel_official

Nusa Tenggara Timur, MPN Indonesia 31 Oktober 2025 - Jangkar sebuah kapal wisata dilaporkan merusak terumbu karang di perairan Pulau Sebayur Kecil, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (25/10).

Peristiwa di daerah ini menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial pada Minggu (26/10).

Dalam rekaman berdurasi singkat itu terlihat jelas jangkar kapal menyeret terumbu karang pada kedalaman sekitar 5–7 meter.

Nakhoda Kapal Dipanggil untuk Diperiksa

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memanggil nakhoda kapal untuk dimintai keterangan terkait insiden tersebut.

“Kami sudah panggil kapten kapal untuk diminta keterangan,” ujar Stephanus dalam keterangannya pada Selasa (28/10) pagi.

Nakhoda kapal diketahui bernama Riswan. Selain itu, penyelidikan juga dilakukan oleh Satuan Kepolisian Air dan Udara (Satpolairud) Polres Manggarai Barat.

Kepala Satpolairud, AKP Dimas Yusuf Fadhillah Rahmanto, mengatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung.

“Sementara kami masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini,” jelas AKP Dimas pada Senin (27/10) malam.

Satpolairud juga telah berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) dan melakukan olah tempat kejadian perkara, meskipun pemeriksaan terhadap nakhoda kapal belum dilakukan.

Langkah KSOP dan Rencana Pencegahan

Untuk mencegah kejadian serupa, KSOP Labuan Bajo mengadakan rapat koordinasi bersama seluruh instansi dan pihak terkait pada Rabu (29/10).

Stephanus menjelaskan bahwa pengelola wisata laut diharapkan mengatur area labuh kapal guna mencegah kerusakan terumbu karang.

Ia menegaskan bahwa penggunaan sistem mooring menjadi solusi yang lebih aman bagi ekosistem laut.

Baca Juga:  LSM: Tak Semua Institusi Pendidikan Punya SOP Penanganan Kekerasan Seksual

“KSOP akan membantu menilai dari sisi keselamatan pelayaran apabila diminta oleh pengelola wilayah, apabila titik mooring telah ditentukan agar aman. Seperti yang pernah dilakukan KSOP bersama Gahawisri dan PHC untuk penentuan area mooring di Pulau Padar,” ungkapnya.

Desakan dari Komunitas Penyelam

Ketua Perkumpulan Penyelam Profesional Komodo (P3KOM), Marsel Betong, meminta otoritas menindak tegas pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.

“Pelaku perlu ditindak tegas karena ini benar-benar sudah merusak keindahan laut. Kalau tidak, akan ada oknum berikutnya yang melakukan pelanggaran yang sama,” pungkas Marsel pada Senin (27/10).

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan ekosistem laut di kawasan konservasi Labuan Bajo.

Saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung dan otoritas tengah mengkaji langkah pencegahan untuk melindungi Taman Nasional Komodo dari kerusakan serupa di masa mendatang.

(AKM/NID/RAD)

Trending