Connect with us

Kriminal

Viral! Pria Diduga ODGJ Tewas Ditembak oleh Tiga Polisi di Sumsel

Seorang pria diduga ODGJ tewas ditembak tiga anggota Polres Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan setelah melakukan perusakan terhadap dua pos polisi.

Logompn

Published

on

Viral! pria diduga odgj tewas ditembak oleh tiga polisi di sumsel
Pria Diduga ODGJ Tewas Ditembak oleh Tiga Polisi di Sumsel | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 31 Oktober 2025 - Seorang pria bernama Padly (29) tewas ditembak oleh tiga anggota Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, pada Selasa (28/10), setelah diduga melakukan perusakan terhadap dua pos polisi dan melakukan perlawanan saat hendak diamankan.

Berdasarkan keterangan keluarga, Padly disebut sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), namun status kejiwaannya kini masih dalam penyelidikan.

Kronologi Penembakan

Peristiwa bermula dari tindakan Padly yang terekam CCTV saat merusak pos polisi di depan Ramayana dan di Simpang Unbara, Baturaja Timur, sekitar pukul 02.15 WIB.

Ia datang seorang diri mengendarai sepeda motor berpelat BG 6560 RC dan melempar batu ke arah pos polisi hingga menyebabkan kaca pecah.

Berdasarkan hasil rekaman CCTV dan ETLE, polisi mengidentifikasi wajah pelaku kemudian mendatangi kediamannya di Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Baturaja Timur.

Sekitar pukul 08.00 WIB, tiga personel yakni Aiptu DK, Bripda AS, dan Bripka JF mendatangi lokasi. Namun saat akan diamankan, Padly disebut melakukan perlawanan dengan mengancam menggunakan benda bulat hitam dan selang, serta membawa badik di pinggang.

“Pelaku bersikap tidak kooperatif dan menyerang petugas hingga salah satu anggota terjatuh,” ungkap Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo kepada wartawan pada Selasa (28/10).

Polisi telah melepaskan enam kali tembakan peringatan ke udara, namun Padly tetap mendekat dan mengancam akan meledakkan petugas.

Dalam kondisi terdesak, polisi melepaskan dua tembakan, masing-masing mengenai bahu kiri dan perut kiri korban. Padly sempat dilarikan ke RSUD dr. Ibnu Sutowo Baturaja, namun dinyatakan meninggal dunia.

Tiga Anggota Diperiksa Kepolisian

Kapolres menjelaskan bahwa penembak yang dilakukan anggota tersebut dilakukan sebagai langkah diskresi sesuai Perkap Nomor 4 Tahun 2025.

Baca Juga:  Tahap Baru Korupsi Pertamina, Kejagung Serahkan 9 Tersangka ke JPU

“Maka sesuai dengan kewenangan diskresi anggota dilakukan tembakan untuk melumpuhkan, pada bagian bahu kiri dengan maksud benda hitam yang digenggam bisa terlepas dari tangan. Namun pelaku masih berteriak dan akan melempar anggota, kemudian dilakukan tembakan kedua mengenai bagian perut kiri,”

Menurut Endro, anggota sempat mencoba menenangkan Padly, namun ia terus menyerang dan mengancam hingga terjadi penembakan.

“Dari keterangan anggota bahwa Aipda D sudah mundur terus dan akhirnya terjatuh di aspal, namun pelaku tetap menyerang dengan ancaman ‘ku ledakkan kau‘ seraya mengangkat tangannya yang memegang benda hitam bulat di tangan kiri dan selang di sebelah tangan kanan,” jelasnya.

Setelah insiden tersebut, tiga personel polisi yang terlibat telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan oleh Bid Propam Polda Sumatera Selatan.

“Tiga anggota yang terlibat sudah diamankan dan ditempatkan di tempat khusus untuk menjalani pemeriksaan oleh Propam dan Ditintelkam Polda Sumsel,” kata Endro.

Kondisi Kejiwaan Korban Masih Diselidiki

Kepolisian menyatakan bahwa status kejiwaan Padly belum dapat dipastikan karena belum ada keterangan medis resmi.

“Kami belum mendapatkan surat medis atau keterangan bahwa pelaku pernah dirawat oleh dokter maupun rumah sakit kejiwaan,” ujar Endro.

Meski demikian, Ayah korban, Indri Kalfi menyebut bahwa Padly memiliki gangguan jiwa. Ia bahkan mengungkap anaknya sering berbicara sendiri dan bertingkah tidak wajar, serta sempat berbicara ngawur beberapa hari sebelum kejadian.

“Anakku itu gilo (gila), kalau memang salah tangkap bae, jangan ditembak,” katanya.

Indri juga menyatakan tidak mengetahui keterlibatan anaknya dalam perusakan fasilitas polisi dan berharap agar polisi menindak tegas anggotanya bila terbukti melanggar prosedur.

“Kami keluarga sangat terpukul. Kalau memang anak saya salah, tangkap dan rawat, bukan ditembak sampai mati,” ucapnya.

Baca Juga:  Fakta - Fakta Kasus Penyelundupan Senjata di Bojonegoro Untuk KKB Papua

Kapolres pun menegaskan komitmen untuk menindak tegas jika ditemukan pelanggaran prosedur dari anggotanya.

“Kami tegaskan, apabila ada pelanggaran prosedur, pasti akan kami tindak sesuai aturan,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending