Connect with us

Olahraga

Media AS Soroti Kejanggalan Lolosnya Qatar dan Arab Saudi ke Piala Dunia 2026

Media asal Amerika Serikat, The Athletic, menyoroti proses Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Ronde Keempat yang membawa Arab Saudi dan Qatar sebagai pemenang grup dan lolos ke putaran final.

Logompn

Published

on

Media as soroti kejanggalan lolosnya qatar dan arab saudi ke piala dunia 2026
Media AS Soroti Kejanggalan Lolosnya Qatar dan Arab Saudi ke Piala Dunia 2026 | Gambar: Instagram/@saudint

MPN Indonesia 31 Oktober 2025 - Media asal Amerika Serikat, The Athletic, menyoroti proses Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Ronde Keempat yang membawa Arab Saudi dan Qatar sebagai pemenang grup dan lolos ke putaran final.

Sorotan tersebut muncul pada Selasa (28/10), usai kedua negara tuan rumah dinyatakan lolos ke Piala Dunia, dengan dugaan ketidaksesuaian dalam sistem pemilihan lokasi pertandingan dan penjadwalan laga.

Kritik tertuju pada keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang disebut memberikan keuntungan kepada Arab Saudi dan Qatar, meski sebelumnya diinformasikan bahwa pertandingan akan berlangsung di tempat netral.

Tak hanya itu, The Athletic juga menyoroti sejumlah kejanggalan dalam pertandingan tersebut.

Jadwal Tak Seimbang Antara Tuan Rumah dan Tim Lain

Dalam pelaksanaan pertandingan, Arab Saudi dan Qatar mendapatkan jeda waktu enam hari antar pertandingan, sementara empat negara lain, Oman, Uni Emirat Arab (UEA), Indonesia, dan Irak, hanya mendapat waktu istirahat selama tiga hari.

Seluruhnya mengikuti sistem round robin dengan tiga pertandingan dalam setiap grup.

Perbedaan signifikan dalam waktu jeda ini menimbulkan keberatan dari sejumlah pelatih. Salah satunya datang dari pelatih UEA, Cosmin Olaroiu.

“Ketika Anda bermain di turnamen seperti ini, semua tim seharusnya memiliki peluang yang sama,” ungkapnya menyusul kekalahan UEA dari Qatar di Doha, dikutip MPN Indonesia dari The Athletic pada Jumat (31/10).

Beberapa pelatih juga menyoroti bahwa memainkan dua laga dalam waktu 72 jam memberikan kerugian besar terhadap kondisi fisik pemain mereka.

Kepengurusan AFC Didominasi Negara Teluk

Kritik lain yang disorot oleh The Athletic berkaitan dengan struktur pemerintahan dalam tubuh AFC yang dinilai semakin didominasi oleh perwakilan dari negara-negara Teluk.

Baca Juga:  Trump Tawarkan Bantuan Militer ke Saudi Senilai Rp1.682 Triliun, Ada Apa?

The Athletic menyoroti beberapa susunan pejabat AFC, yaitu presiden, Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa adalah warga negara Bahrain yang merupakan sekutu terdekat Arab Saudi, sementara itu wakil presiden senior, Yasser Al Misehal justru merupakan warga negara Arab Saudi sendiri.

Adapula dua ketua komite yang merupakan warga negara Arab Saudi dan Qatar.

“Demikian pula ketua komite keuangan, Adel Ezzat (warga Arab Saudi) dan Ketua komite persaingan, Hani Ballan, adalah warga negara Qatar,” bunyi laporan tersebut.

Selain struktur organisasi, The Athletic juga mencatat bahwa sebagian besar pendanaan AFC bersumber dari perusahaan-perusahaan besar di wilayah Teluk, antara lain beIN Media Group milik Qatar, Qatar Airways, QatarEnergy, dan Aramco milik Arab Saudi.

AFC Bungkam saat Ditanya Media

Menanggapi dugaan ketidaktransparanan, The Athletic mencoba menghubungi pihak AFC untuk meminta klarifikasi atas beberapa hal terkait proses Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Ronde Keempat.

Pertanyaan-pertanyaan yang dilayangkan oleh kepada AFC antara lain terkait kriteria dan skor tawaran untuk hak tuan rumah, alasan Qatar dan Arab Saudi dapat bermain di kandang sendiri, serta apa yang membuat kedua negara tersebut bisa jadi unggulan teratas.

Namun, semua pertanyaan yang diajukan tidak mendapat jawaban.

Hingga artikel ini dirilis, belum ada pernyataan resmi dari AFC sebagai respons terhadap pertanyaan yang diajukan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending