Connect with us

Politik

Purbaya Shock saat Pertama Kali Tahu Pegawai Pajak-Bea Cukai yang Nakal ‘Kebal’ Hukum

Menkeu Purbaya mengaku terkejut saat mengetahui bahwa oknum pegawai Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea Cukai pernah kebal terhadap proses hukum.

Logompn

Published

on

Purbaya shock saat pertama kaki tahu pajak bea cukai yang nakal dilindungi hukum
Purbaya Shock saat Pertama Kaki Tahu Pajak-Bea Cukai yang Nakal Dilindungi Hukum | Gambar: Instagram/@menkeuri

MPN Indonesia 31 Oktober 2025 - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku terkejut saat mengetahui bahwa oknum pegawai Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea Cukai pernah kebal terhadap proses hukum.

Dalam penyataannya, ia mengungkap bahwa hal itu diketahui saat Jaksa Agung ST Burhanuddin bertanya soal peluang untuk menegakkan hukum di lingkungan pegawai Kementerian Keuangan.

“Saya ketemu dengan Jaksa Agung. Dia tanya sama saya, ‘Pak, gimana kalau orang pajak atau pihak cukai terlibat masalah hukum? Diselewengkan, mencuri, segala macam, boleh enggak dihukum?‘” ungkap Purbaya menyampaikan pertanyaan ST Burhanuddin saat itu, dikutip MPN Indonesia dari program Economic Spesial Hari Keuangan Nasional di YouTube CNN Indonesia pada Jumat (31/10).

Purbaya yang mendapat pertanyaan seperti itu mengaku bingung sebelum akhirnya ia mengetahui bahwa praktik perlindungan terhadap pegawai yang melakukan pelanggaran sempat dilakukan dengan alasan menjaga stabilitas pendapatan negara.

“Rupanya sebelum-sebelumnya dilindungi. Jadi, kalau ada seperti itu (kasus pegawai pajak dan bea cukai), akan ada intervensi dari atas supaya jangan diganggu karena akan mengganggu stabilitas pendapatan nasional,” ungkapnya.

Purbaya Tak Akan Lindungi Pegawai Bermasalah

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, tidak akan ada perlindungan bagi pegawai Kementerian Keuangan yang melanggar hukum.

Ia menyatakan tidak akan melindungi anak buah yang terbukti mencuri atau menerima uang secara tidak sah, meskipun mereka datang memohon perlindungan.

“Kalau dia mencuri, terima uang, terus minta perlindungan, enggak ada itu!” kata Purbaya. Ia menyebut hal ini sebagai kelemahan yang baru diketahuinya sekitar satu bulan atau tiga minggu lalu.

Baca Juga:  Lapor Keuangan ke Prabowo, Purbaya: Ekonomi Kita Jauh dari Morat-marit

Purbaya juga menyampaikan bahwa praktik ini menimbulkan moral hazard, karena ada persepsi di masa lalu bahwa selama pegawai mencapai target, pelanggaran hukum akan dibiarkan.

“Edukasinya (di Kemenkeu sebelum era Purbaya) adalah, ‘Anda di Pajak dan Bea Cukai enggak apa-apa ambil saja, nanti dilindungi, yang penting Anda sampai target’,” ujarnya.

Purbaya Mau Perbaiki Citra Institusinya

Purbaya menyatakan bahwa upaya pembenahan ini bertujuan menyelamatkan institusi, bukan menyerang dari dalam.

Ia menegaskan pentingnya perubahan pola pikir dan sikap di lingkungan kerjanya agar kepercayaan publik dapat dipulihkan.

“Mereka pikir saya menyerang Pajak-Bea Cukai dari dalam. Padahal, saya menyelamatkan mereka untuk memperbaiki image-nya di mata masyarakat,” kata Purbaya.

Ia juga menyebut bahwa tidak semua pegawai perlu takut, terutama mereka yang bekerja dengan baik dan jujur.

“Banyak yang baik, yang baik enggak usah takut. Yang miring-miring, boleh takut sekarang karena enggak akan saya lindungi,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending