Politik
Prabowo Panggil Eks Menteri Perhubungan ke Istana Negara, Ini yang Dibahas
Prabowo memanggil mantan Menteri Perhubungan RI 2014–2016, Ignasius Jonan, ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (3/11).
MPN Indonesia 4 November 2025 - Presiden Prabowo Subianto memanggil mantan Menteri Perhubungan RI 2014–2016, Ignasius Jonan, ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (3/11).
Pertemuan yang berlangsung selama dua jam tersebut membahas sejumlah program kenegaraan yang dijalankan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran.
Jonan menyatakan bahwa ia hadir dalam kapasitasnya sebagai warga negara untuk berdiskusi dan memberikan masukan kepada Prabowo.
“Kami sebenarnya memang juga minta waktu untuk sharing lah gitu sebagai rakyat, sebagai warga negara itu berdiskusi tentang program-program yang dijalankan oleh beliau selama ini. Puji Tuhan beliau berkenan untuk mendengarkan dan berdiskusi serta menerima beberapa masukan,” ujarnya kepada wartawan usai pertemuan.
Soroti Sejumlah Program Prabowo-Gibran
Ignasius Jonan menyampaikan apresiasinya terhadap beberapa program prioritas yang dijalankan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menurut Jonan, program-program tersebut mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap keadilan sosial dan memiliki potensi untuk mendukung pemerataan ekonomi nasional.
Ia menyebut bahwa dampak ekonomi dari program tersebut akan tumbuh secara perlahan.
“Program-program yang sifatnya kerakyatan seperti keberpihakan kepada keadilan sosial, kalau menurut saya ya, itu misalnya MBG, ada Kopdes Merah Putih, lalu Sekolah Rakyat, yang multiplier effect ekonominya menurut saya secara perlahan mungkin akan tumbuh,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa penyempurnaan program membutuhkan proses dan tidak bisa langsung sempurna sejak awal.
“Ya, memang kalau diminta sempurna dari awal mungkin tidak mungkin. Tapi kan ini perbaikannya pelan-pelan gitu ya, mestinya jalan sih selama ini,” kata Jonan.
Selain isu domestik, Jonan dan Prabowo Subianto juga berdiskusi mengenai peran Indonesia di kancah internasional serta peran BUMN dalam mendukung pembangunan nasional.
“Kami juga sharing tentang peran serta beliau yang sangat bagus dan aktif di diplomasi luar negeri, juga di pengembangan BUMN dan partisipasi BUMN untuk bangsa dan negara yang lebih banyak,” ucapnya.
Tak Ada Tawaran Jabatan
Menanggapi kemungkinan keterlibatan dalam kabinet Prabowo, Jonan menyatakan kesiapannya jika diminta mengemban tugas negara, namun menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada tawaran posisi apapun.
“Ya kalau sebagai warga negara, kalau diminta untuk bekerja untuk negara ya mestinya siap. Kalau mampu, kalau mampu, kalau saya mampu siap itu aja. Tapi tadi nggak tahu tergantung yang ngasih tugas,” katanya.
Jonan menutup keterangannya dengan menyebut bahwa pertemuannya dengan Prabowo tidak lebih dari diskusi dan tukar pandangan mengenai arah kebijakan pemerintah yang berdampak pada masyarakat luas.
“Nggak ada (tawaran). Kita diskusi aja, sharing pandangan saya sebagai rakyat,” kata Jonan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
