Connect with us

Politik

Prabowo Respons Polemik Whoosh: Enggak Usah Ribut Saya Ambil Tanggung Jawab

Prabowo menegaskan bahwa ia akan bertanggung jawab terhadap polemik utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Logompn

Published

on

Prabowo minta tak ribut ribut soal whoosh
Prabowo Minta Tak Ribut-ribut soal Whoosh | Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 4 November 2025 - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ia akan bertanggung jawab terhadap polemik utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Pernyataan ini disampaikan usai peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Cideng, Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (4/11). Ia meminta masyarakat tidak memperdebatkan masalah ini.

“Enggak usah khawatir ribut-ribut Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah, saya akan tanggung jawab nanti Whoosh semuanya,” kata Prabowo seperti dikutip MPN Indonesia dari siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa.

Fokus pada Manfaat Sosial, Bukan Untung Rugi

Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebijakan pemerintah dalam sektor transportasi harus dihitung berdasarkan manfaat yang dirasakan rakyat, bukan sekadar laba dan rugi.

Ia menyebut bahwa konsep ini sejalan dengan public service obligation (PSO) atau kewajiban pelayanan publik yang berlaku di seluruh dunia.

“Whoosh itu, semua pabrik transport di seluruh dunia, jangan dihitung untung rugi, hitung manfaat enggak untuk rakyat. Di seluruh dunia begitu, ini namanya public service obligation,” ujarnya.

Prabowo juga menyebut bahwa pemerintah selama ini memberikan subsidi tiket kereta api kepada masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa sekitar 60 persen dari biaya tiket ditanggung oleh negara, sedangkan masyarakat hanya membayar 20 persen.

“Tadi disampaikan Menhub, semua kereta api kita, pemerintah subsidi 60 persen, rakyat bayar 20 persen. Ya ini kehadiran negara. Dari mana uang itu? Dari uang rakyat, dari pajak, dari kekayaan negara,” ujar Prabowo.

Utang Proyek Whoosh

Diketahui, kereta Cepat Jakarta-Bandung menghadapi tekanan finansial yang cukup berat.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2025 (unaudited), entitas anak PT Kereta Api Indonesia (KAI), yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), mencatat kerugian sebesar Rp4,195 triliun sepanjang 2024.

Baca Juga:  Prabowo Usul Pendidikan Jenjang SD hingga SMA Negeri Harus Gratis

Dengan asumsi 365 hari dalam setahun, maka rata-rata kerugian per hari mencapai Rp11,493 miliar.

Kerugian ini masih berlanjut hingga tahun 2025. Pada semester I-2025 (periode Januari–Juli), PSBI kembali mencatat kerugian sebesar Rp1,625 triliun.

Sebagai pemimpin konsorsium KCJB, PT KAI memegang 58,53 persen saham di PSBI. Tiga BUMN lainnya juga menjadi bagian dari konsorsium dengan rincian kepemilikan, Wika sebesar 33,36 persen, Jasa Marga 7,08 persen, serta PTPN VIII 1,03 persen.

(AKM/NID/RAD)

Trending