Connect with us

Viral

Dilempari Batu hingga Petasan, Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari Diwarnai Perlawanan

Operasi penggerebekan yang dilakukan BNN bersama Brimob Polda Metro Jaya di Kampung Bahari, Tanjung Priok mendapat perlawanan sengit dari warga.

Logompn

Published

on

Penggerebekan narkoba di kampung bahari diwarnai perlawanan
Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari Diwarnai Perlawanan | Gambar: Kolase Tangkapan Layar Instagram/@cilincinginfo

MPN Indonesia 7 November 2025 - Operasi penggerebekan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Brimob Polda Metro Jaya di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu (5/11), mendapat perlawanan sengit dari warga.

Saat penindakan berlangsung, Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy Hadi Siahaan menyebut para petugas diserang dengan lemparan batu dan semacamnya.

“Saat dilakukan operasi penindakan sempat terjadi perlawanan dengan busur panah, lemparan batu, kembang api dan senjata tajam oleh kelompok jaringan narkoba tersebut, namun masih dapat dipukul mundur dan dikendalikan oleh tim di lapangan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu.

Sudah Antisipasi Perlawanan

Perlawanan tersebut terjadi saat petugas menyisir beberapa titik di Kampung Bahari, termasuk kos-kosan dan area di sekitar rel kereta api.

“Ketika kita melakukan penindakan di salah satu kosan, masyarakat di circle tersebut melakukan perlawanan, di antaranya mengeluarkan samurai, mengeluarkan semacam kembang api, mercon kepada kita untuk menghalau, paling tidak mengintimidasi kami yang ada di TKP,” kata Roy.

Menurutnya, BNN telah menganalisa potensi perlawanan dari jaringan pengedaran narkotika di Kampung Bahari sejak sebelum operasi.

“Waktu kami ke sana memang sudah berpikir dan menganalisa serta mengantisipasi kalau ada perlawanan, ternyata benar,” katanya.

Tersangka dan Barang Bukti yang Diamankan

Dalam operasi tersebut, petugas gabungan menangkap 18 tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan kartel narkoba dan mengamankan sejumlah barang bukti narkotika.

1 orang berinisial MFE, diamankan saat berada di atas motor, sementara 17 orang lainnya diamankan di kos oranye dengan inisial SUPA, FIK, DE, DAR, MSUH, SAR, RUD, RAM, BAR, RAF, AN, RAN, AN, LING, AM, RA, dan NUR.

Baca Juga:  5 Tahun Buron, Paspor Harun Masiku Dicabut KPK

Seluruh tersangka dan barang bukti diamankan di kantor BNNK Jakarta Utara untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari berbagai lokasi dengan rincian sebagai berikut:

Dari tersangka MFE:

  • 1 plastik bening kecil diduga sabu

Lapak 1:

  • 6 bungkus narkotika diduga sabu
  • 2 bungkus narkotika diduga jenis ekstasi (masing-masing 25 butir)
  • 9 bong (5 dengan pirex, 4 tanpa pirex)
  • 3 plastik klip kecil
  • 3 timbangan
  • Perlengkapan lain berupa tisu, mangkuk, tas, 3 sedotan besar

Lapak 2:

  • 8 bong (2 dengan pirex, 6 tanpa pirex)
  • 2 gelas kecil
  • 3 plastik besar berisi klip
  • 2 kaleng berisi sedotan
  • 2 timbangan
  • 4 stoples berisi berbagai ukuran plastik klip
  • 1 pak sarung tangan plastik
  • 1 stoples kosong

Lapak 3:

  • 4 timbangan
  • 43 bong (32 botol, 11 kaca)
  • Kantong hitam berisi uang Rp442.000
  • 4 palu pemecah sabu
  • 12 korek api
  • 6 bundel plastik klip
  • 1 klip penghubung bong oranye

Lapak 4 (area rel):

  • 11 bong botol
  • 33 pirex kaca
  • 2 timbangan (silver)
  • 10 pak sedotan hitam
  • 1 gunting
  • 6 korek api gas

TKP Kos Oranye:

  • 18 bungkus narkotika diduga sabu (berat total 20,33 gram)
  • 30 bungkus narkotika diduga ganja (berat total 38,84 gram)
  • 2 butir ekstasi
  • Uang tunai Rp7.231.000
  • 4 timbangan digital
  • 3 bong, 5 sekop, 5 sedotan, 6 pak plastik klip.

(AKM/NID/RAD)

Trending