Connect with us

Politik

Sidak Bea Cukai, Purbaya Shock Ada Barang Impor Harga Rp117 Ribu tapi Dijual Rp50 Juta!

Menkeu Purbaya sidak Bea Cukai Surabaya dan temukan barang impor Rp117 ribu dijual hingga Rp50 juta. Dugaan under invoicing langsung diselidiki.

Logompn

Published

on

Sidak bea cukai, purbaya shock ada barang impor harga rp117 ribu tapi dijual rp50 juta!
Sidak Bea Cukai, Purbaya Shock Ada Barang Impor Harga Rp117 Ribu tapi Dijual Rp50 Juta! Gambar : Kolase Tangkapan Layar TikTok/@purbayayudhis

MPN Indonesia 14 November 2025 - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) Tanjung Perak dan Kantor Balai Laboratorium Bea dan Cukai (KBLBC) Kelas II Surabaya pada Rabu (12/11).

Dalam kunjungan tersebut, ia menemukan dugaan praktik under invoicing atau pencantuman nilai barang impor yang jauh lebih rendah dari harga pasar.

Salah satu temuan paling mencolok adalah mesin impor yang dalam dokumen tercatat hanya seharga 7 dolar AS atau sekitar Rp117 ribu.

Saat dilakukan pengecekan di marketplace, harga barang serupa justru berada di kisaran Rp40 juta hingga Rp50 juta.

“Waktu periksa kontainer ada yang menarik tuh, harganya kelihatan murahan, nanti kan akan dicek. Masa harga barang sebagus itu cuma 7 Dolar AS, di marketplace Rp 40–50 juta. Tapi akan dicek lagi ya,” ujar Purbaya dalam unggahan video di akun TikTok @purbayayudhis, dikutip MPN Indonesia pada Jumat (14/11).

Menanggapi temuan tersebut, ia langsung meminta KBLBC Kelas II Surabaya untuk melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh barang yang diduga dimanipulasi.

Ia menegaskan pentingnya akurasi dalam pemeriksaan agar tidak terjadi kebocoran penerimaan negara.

Pemeriksaan Teknologi Pemindaian Kontainer

Selain meninjau kontainer impor, Purbaya juga memantau pengoperasian alat pemindai peti kemas (container scanner) yang baru dipasang dua minggu lalu.

Ia menyebut alat tersebut sudah bekerja dengan cukup baik meski masih memerlukan penyempurnaan.

“Tadi juga saya melihat pengoperasian container scanner, baru dua minggu rupanya dipasang, lumayan bagus walaupun belum sempurna,” kata Purbaya.

Baca Juga:  Profil Pedro Pascal, Pemeran Reed Richards di Film Fantastic Four: First Steps

Kondisi Fasilitas Laboratorium Bea Cukai

Dalam sidaknya, Purbaya turut meninjau fasilitas laboratorium Bea dan Cukai.

Ia menyampaikan bahwa fasilitas laboratorium saat ini sudah cukup memadai, namun tetap membuka peluang untuk penambahan peralatan bila dibutuhkan.

“Lab kita bagus, tadi saya bilang ke teman-teman di lab, kalau ada kurang peralatan bilang biar bisa dilengkapi,” ungkapnya.

Pengawasan Terpusat Berbasis Teknologi

Purbaya menegaskan bahwa pengawasan impor akan terus dilakukan secara terpusat dari Jakarta menggunakan sistem berbasis teknologi informasi.

Langkah ini bertujuan memastikan bahwa Kementerian Keuangan dapat memantau langsung seluruh proses di lapangan.

“Nanti kan IT base saya akan tarik ke Jakarta biar orang Jakarta bisa melihat apa yang terjadi di lapangan,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending