Connect with us

Viral

Sosok Dea ‘Sister Hong’ Lombok Akhirnya Muncul ke Publik, Bantah Semua Tuduhan

Deni Apriadi Rahman, sosok di balik nama viral ‘Dea Sister Hong’ atau ‘Sister Hong Lombok’, tampil ke publik dan memberi klarifikasi atas tuduhan yang ditujukan kepadanya.

Logompn

Published

on

Sosok dea 'sister hong' lombok muncul ke publik bantah semua tuduhan
Sosok Dea 'Sister Hong' Lombok Muncul ke Publik Bantah Semua Tuduhan | Gambar: TikTok/@insidelombok

Nusa Tenggara Barat, MPN Indonesia 17 November 2025 - Deni Apriadi Rahman, sosok di balik nama viral ‘Dea Sister Hong‘ atau ‘Sister Hong Lombok‘, akhirnya tampil ke publik dan memberikan klarifikasi atas berbagai tuduhan yang ditujukan kepadanya.

Dalam konferensi pers yang digelarnya pada Sabtu (15/11), Deni mengaku bahwa dirinya memang seorang laki-laki dan bekerja sebagai penata rias atau make-up artist (MUA).

Nama panggilannya di dunia kerja adalah Dea Lipa. Ia mengungkapkan bahwa sejak kecil hidup sebagai penyintas disabilitas dengan keterbatasan pendengaran, yang memburuk akibat kecelakaan saat berusia sekitar 10 tahun.

“Sejak kecil saya hidup sebagai seorang penyintas disabilitas dengan keterbatasan pendengaran,” jelasnya seperti yang dikutip MPN Indonesia dari TikTok @insidelombok pada Senin (17/11).

Ia juga menyebut bahwa dirinya hanya menamatkan pendidikan sampai sekolah dasar karena mengalami perundungan dan neneknya telah wafat, sementara orang tuanya pekerja imigran.

Deni bertahan hidup sendiri hingga akhirnya memutuskan untuk menjalani profesi sebagai MUA dari keterampilan merias yang dipelajarinya secara otodidak melalui media sosial.

Bantah Tuduhan yang Beredar

Deni, seorang pria berusia 23 tahun asal Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dalam pernyataan yang sama menyebut bahwa dirinya dituduh melakukan hal-hal yang tidak ia lakukan, termasuk tuduhan sebagai penista agama.

Ia membantah tudingan bahwa ia pernah mengenakan mukena dan berada di shaf perempuan saat salat di masjid.

“Dengan tegas saya menyampaikan tuduhan bahwa saya memakai mukena, masuk ke masjid dan beribadah di shaf perempuan adalah tidak benar. Saya menghormati rumah ibadah, menghormati tata cara ibadah, dan memahami adab-adab dalam agama,” ujarnya

Baca Juga:  Video Pegawai Jatinangor House Tanpa Baju Viral, Manajemen Tutup Permanen Outlet

Lebih lanjut, menanggapi tuduhan bahwa dirinya menyamar untuk menipu orang lain, Deni menjelaskan bahwa penggunaan jilbab merupakan bentuk ekspresi dirinya.

“Saya sama sekali tidak berniat menjadikan busana itu sebagai alat untuk menipu atau melecehkan siapa pun. Itu adalah bentuk ekspresi diri saya yang lahir dari kekaguman dan keinginan melindungi diri dari pelecehan,” ungkapnya.

Deni juga membantah tuduhan lain yang menyebut dirinya pernah bertunangan, berhubungan dengan laki-laki, hingga mengidap penyakit HIVyang beredar.

“Merupakan fitnah. Saya baru menjalani tes HIV itu dan hasilnya negatif,” katanya.

Berawal dari Unggahan Facebook

Klarifikasi ini muncul setelah identitas Deni terbongkar melalui unggahan akun Facebook @Diana_Arkayanti pada Kamis (6/11), yang memperlihatkan sosok berhijab dan disebut sebagai MUA pengantin.

Fakta bahwa sosok tersebut adalah laki-laki berhasil menuai perhatian publik hingga telah dilihat puluhan ribu kali dan mendapat lebih dari 1.591 tanggapan, 1.700 komentar, dan 1.800 kali dibagikan.

Dalam unggahan tersebut, Diana menyebut bahwa Deni mengenakan hijab dan berperilaku sepenuhnya seperti perempuan.

Diana juga mengkritik sikap tokoh adat dan agama setempat karena dianggap membiarkan fenomena ini.

“Dia seorang MUA dari Lombok Tengah, dia bantong (laki-laki) dan berhijab… Pemangku adat dan pemuka agama di kampungnya kenapa diam saja.”

Asal Usul Julukan ‘Sister Hong Lombok’

Viralnya unggahan tersebut berdampak besar terhadap kondisi mental Deni. Ia mengaku mengalami tekanan berat akibat komentar negatif yang diterimanya.

“Saya menerima ribuan komentar berisi cacian, hinaan, ancaman, serta teror melalui pesan langsung,” kata Deni.

Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah tuduhan seperti penistaan agama dan orientasi seksual tertentu sangat melukai dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

“Banyak narasi yang disebarkan tidak sesuai dengan kenyataan, bahkan menuduh saya sebagai penista agama, kaum sodom, Sister Hong dari Lombok,” tegasnya.

Baca Juga:  Heboh! Pesta Kelulusan SMK di Bali Undang DJ

Julukan ‘Sister Hong Lombok’ yang disematkan warganet kepada Deni sendiri mengacu pada sosok viral dari Tiongkok bernama Jiao atau Sister Hong, seorang pria yang menyamar sebagai perempuan dan memiliki sejarah kontroversial.

Namun, Deni secara tegas membantah keterkaitan antara dirinya dengan kasus tersebut.

(AKM/NID/RAD)

Trending