Viral
Update Terkini Korban Longsor Cilacap, 13 Orang Tewas dan 10 Lainnya Belum Ditemukan
Pencarian korban longsor Cibeunying memasuki hari kelima. Total 13 meninggal, 10 hilang, dan 23 selamat. Tim SAR kerahkan 1.001 personel dan OMC.
Jawa Tengah, MPN Indonesia 17 November 2025 - Sebanyak 13 orang ditemukan meninggal dunia dan 10 lainnya masih dalam pencarian pascalongsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Memasuki hari kelima pencarian pada Senin (17/11), tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi korban di lokasi bencana alam.
Menurut data terbaru, total korban terdampak longsor mencapai 46 orang, terdiri dari 23 orang selamat, 13 orang meninggal dunia, dan 10 orang masih dalam pencarian.
Kepala Kantor SAR Cilacap, M Abdullah, menyampaikan bahwa dua korban ditemukan pada Minggu (16/11).
“Penemuan ini adalah hasil dari kerja keras dan sinergi seluruh unsur tim di lapangan. Meskipun medan cukup sulit dan kondisi cuaca tidak menentu, kami terus berupaya maksimal,” ujar Abdullah kepada wartawan pada Minggu (16/11).
Proses Evakuasi Korban dan Keterlibatan Tim SAR
Pada hari keempat pencarian, dua korban masing-masing bernama Kasrinah (47) ditemukan di worksite A2 pukul 12.03 WIB, dan Diah Ramadani (17) ditemukan di worksite A1 pukul 14.58 WIB.
Selain itu, dua bagian tubuh juga ditemukan, masing-masing di worksite B1 pukul 15.05 WIB dan di worksite A1 pukul 15.10 WIB.
Operasi SAR melibatkan 1.001 personel dari berbagai instansi dengan dukungan 22 alat berat jenis bucket eskavator.
Sebanyak sembilan anjing pelacak K9 dari Kantor SAR Semarang, Polda Jawa Tengah, dan Polres setempat turut dikerahkan untuk membantu pencarian di medan yang sulit.
Pencarian dilakukan secara manual, menggunakan alat berat, serta metode pelacakan dengan anjing pelacak pada sejumlah titik prioritas yang diperkirakan masih terdapat korban tertimbun.
Dampak Bencana dan Kondisi Pengungsi
Warga terdampak masih menempati dua titik pengungsian yang disiapkan pemerintah desa, yaitu Balai Desa Cibeunying dan MTS SS Cibeunying.
Lokasi tersebut menjadi tempat perlindungan sementara, terutama pada malam hari, bagi warga yang rumahnya rusak atau berada di zona rawan longsor.
Penyebab Longsor dan Kondisi Cuaca
BMKG mencatat bahwa longsor dipicu hujan berintensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Cilacap pada 10-11 November 2025.
Hujan mencapai curah 98,4 mm/hari dan 68 mm/hari, membuat kondisi tanah menjadi jenuh air dan rentan bergerak.
“Rangkaian hujan tersebut membuat kondisi tanah semakin basah dan lereng menjadi lebih rentan terhadap pergerakan,” jelas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam siaran pers di laman resmi bmkg.go.id.
Faktor cuaca lain yang memicu hujan lebat meliputi aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, pusaran angin di barat Lampung dan selatan Bali, serta zona belokan angin di sekitar Jawa Tengah.
Operasi Modifikasi Cuaca
Untuk mendukung proses pencarian, BNPB dan BMKG melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak Minggu (16/11).
Sebanyak tiga sorti penerbangan dilakukan dengan membawa tiga ton bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO).
Operasi dilakukan menggunakan pesawat Cessna PK-SNM dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Cuaca cerah berawan saat OMC berlangsung membantu kelancaran evakuasi.
“Skema penerapan OMC yang disiapkan berfokus pada pengamanan daerah bencana longsor sehingga daerah Majenang terbebas dari hujan deras yang berpotensi memicu longsor susulan atau mengganggu proses evakuasi,” terang Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto.
Peringatan Cuaca Ekstrem dan Ancaman Bibit Siklon
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Cilacap, termasuk Kecamatan Majenang, pada periode 11-20 November 2025.
Curah hujan tinggi diperkirakan kembali terjadi pada 19-22 November 2025.
Dua bibit siklon tropis, yaitu 97S dan 98S, terdeteksi aktif dan berpotensi meningkatkan cuaca ekstrem meski peluang berkembang menjadi siklon rendah.
Dampak yang mungkin terjadi meliputi hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi di perairan selatan Jawa.
BMKG bersama instansi terkait terus memperbarui prakiraan cuaca dan memberikan dukungan kepada tim SAR, BPBD, dan BNPB di lapangan melalui pemantauan atmosfer dan informasi harian.
“BMKG juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada hari ini (15/11) dan terus memperbarui prakiraan cuaca harian,” pungkas Kepala Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Bagus Pramujo.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
