Connect with us

Berita

Kabar Baik! Purbaya Bakal Buka Rekrutmen 300 Lulusan SMA untuk ASN Bea Cukai

Kemenkeu membuka rekrutmen 300 lulusan SMA untuk tenaga lapangan Bea Cukai mulai 2025. Kebijakan ini bagian dari strategi pemenuhan kebutuhan pegawai hingga 2029.

Logompn

Published

on

Kabar baik! purbaya bakal buka rekrutmen 300 lulusan sma untuk asn bea cukai
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Gambar : Instagram/@purbayayudhi.official

MPN Indonesia 18 November 2025 - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang rekrutmen bagi 300 lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Lowongan kerja ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga lapangan yang tidak dapat diisi seluruhnya oleh pegawai teknis.

Proses perekrutan akan digelar langsung di berbagai daerah mulai tahun 2025.

“Bea cukai itu kan butuh tenaga lapangan tuh, jangan semua bawa tenaga teknisnya, teknis-teknis yang ngambilin bea cukai itu,” ujar Purbaya dalam media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (14/11).

Purbaya menjelaskan bahwa 300 lulusan SMA tersebut akan direkrut dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus dilakukan langsung di lokasi masing-masing.

“Udah lihat kan kita petugas di mana-mana. Sebagian juga karena kurang orang, kita akan rekrut 300 lulusan SMA dari seluruh Indonesia. Direkrut di masing-masing lokasinya nanti,” katanya.

Rekrutmen ini menjadi bagian dari skema penyerapan tenaga kerja secara hybrid oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yaitu melalui lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan non-STAN.

Pada tahun 2025, jumlah pegawai yang akan direkrut mencapai 1.113 orang, terdiri dari 279 lulusan STAN dan 300 lulusan SMA.

Penyesuaian Formasi dan Fokus Rekrutmen Tahun 2026

Pada tahun 2026, rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Kemenkeu akan difokuskan sepenuhnya kepada lulusan STAN.

Kebijakan ini diambil setelah pada tahun 2025 Kemenkeu merekrut 1.100 pegawai dari jalur non-STAN.

“Next-nya STAN semua. Karena 1.100 sebelumnya sudah direkrut dari luar STAN,” ucap Purbaya.

Baca Juga:  Pendaftaran Sekolah Kedinasan Resmi Dibuka Hari Ini, Cek Laman SSCASN

Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga keseimbangan kompetensi teknis sesuai kebutuhan organisasi dan pembagian tugas di unit kerja Kemenkeu.

Strategi Rekrutmen ASN Kemenkeu 2025–2029

Rencana perekrutan lulusan SMA ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Kemenkeu untuk menambah total 19.500 pegawai baru pada periode 2025 hingga 2029.

Penambahan pegawai ditujukan untuk mengantisipasi kekurangan akibat pensiun, pengunduran diri, perpindahan instansi, maupun kematian.

Data Human Resources Information System (HRIS) per 31 Desember 2024 mencatat bahwa sebanyak 5.738 pegawai Kemenkeu diperkirakan memasuki batas usia pensiun pada periode tersebut.

Sementara itu, pegawai yang keluar karena pengunduran diri, mutasi, atau sebab lainnya diproyeksikan mencapai 2.010 orang dalam lima tahun ke depan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan Tahun 2025–2029, formasi yang direncanakan adalah sebagai berikut.

Pada tahun 2025, tersedia 2.100 formasi, diikuti dengan formasi sebanyak 4.350 per tahun pada periode 2026 hingga 2029.

Pertumbuhan sumber daya manusia (SDM) Kemenkeu diproyeksikan berada pada kisaran 0,01% hingga 0,50% per tahun, dengan evaluasi dilakukan secara berkala.

Fokus Tenaga Lapangan untuk Bea Cukai

Kebutuhan tenaga lapangan di DJBC menjadi alasan utama dibukanya jalur rekrutmen bagi lulusan SMA.

Menurut Purbaya, tidak semua tugas operasional dapat ditangani oleh tenaga teknis, sehingga diperlukan personel yang bekerja langsung di lapangan.

“Bea Cukai perlu tenaga lapangan. Tenaga teknis Bea Cukai itu kan ada di mana-mana. Karena kurang orang, kami akan rekrut 300 orang lulusan SMA di seluruh Indonesia, direkrut di masing-masing lokasinya,” pungkas Purbaya.

Langkah ini juga diharapkan dapat mendekatkan proses rekrutmen dengan masyarakat di daerah, sekaligus menyesuaikan kebutuhan operasional DJBC di lapangan.

Baca Juga:  Takut Dimarahi, Menkeu Purbaya: Enggak Boleh Ceplas-ceplos

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending