Connect with us

Berita

Walkot Tangsel Sebut Siswa SMP yang Meninggal Diduga karena Bullying, Ternyata Punya Tumor

Siswa SMPN 19 Tangsel berinisial MH meninggal di RS Fatmawati. Wali Kota Benyamin mengungkap korban memiliki tumor otak dan kasus dugaan bullying ditangani polisi.

Logompn

Published

on

Walkot tangsel sebut siswa smp yang meninggal diduga karena bullying, ternyata punya tumor
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie. Gambar : Instagram/@humaskotatangsel

Banten, MPN Indonesia 18 November 2025 - MH (13), siswa kelas I SMPN 19 Tangerang Selatan, Banten meninggal dunia pada Minggu pagi (16/11) di ruang ICU RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

Korban sebelumnya disebut mengalami dugaan bullying pada Senin (20/10), ketika kepalanya dihantam menggunakan kursi besi oleh teman sekelasnya.

Namun, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan bahwa korban ternyata memiliki riwayat tumor otak yang baru terdeteksi setelah menjalani perawatan intensif.

“Jadi memang yang si anak ini sudah menderita tumor, memang baru ketahuan saja. Terpicu, kemarin dengan kejadian itu,” ujar Benyamin dalam keterangannya kepada awak media pada Minggu (16/11).

Ia menambahkan, “Saya sudah dapat kabar, dan Pak Wakil Wali Kota serta Kadis Dikbud sedang takziah ke rumah duka. Saya lagi kurang sehat.”

Penanganan oleh Kepolisian dan Pemerintah Kota

Benyamin memastikan bahwa dugaan kasus bullying terhadap MH telah ditangani oleh pihak kepolisian.

Ia menyerahkan seluruh proses hukum kepada Polres Tangerang Selatan.

“Kalau yang bersangkutan memang keluarga korbannya mengadukan, itu kita serahkan kepada Pak Kapolres. Mau dikenakan pasal apa, itu kepentingannya Pak Kapolres,” katanya.

Wali Kota menyebut bahwa pihaknya telah mendampingi penanganan kasus kriminal tersebut hingga ke Polres Tangerang Selatan.

Meski pelaku masih berstatus pelajar, kasus ini tetap masuk dalam proses hukum.

Sebelumnya, setelah insiden pada Senin (20/10), korban sempat dirawat di rumah sakit swasta di Tangerang Selatan.

Ia kemudian dirujuk ke RS Fatmawati pada Minggu (9/11) dan masuk ICU sejak Selasa (11/11), sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (16/11).

Baca Juga:  Eksepsi Ditolak, Yaqut Lanjut Jalani Sidang Kasus Kuota Haji

Benyamin juga menyampaikan rencana pemerintah kota untuk menelusuri lebih jauh kondisi medis korban.

“Memang kita ingin mengetahui penyebab tumornya itu seperti apa,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa tumor otak tersebut diperkirakan telah berkembang selama bertahun-tahun tanpa disadari.

Upaya Pencegahan Kekerasan di Sekolah

Terkait pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan, Benyamin menjelaskan bahwa Satgas Anti-bullying telah dibentuk di seluruh sekolah. Satuan tugas ini melibatkan guru, OSIS, dan orang tua murid.

Selain itu, Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) juga berperan aktif dalam menangani setiap laporan kekerasan.

“Rata-rata kebanyakan di luar sekolah, setelah jam sekolah. Tapi baik di dalam maupun di luar sekolah, itu tidak boleh dilakukan,” imbuh Benyamin.

Informasi Tambahan dan Tanggapan Pemerintah

Informasi mengenai meninggalnya MH sebelumnya disampaikan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Korban, yang mendampingi keluarga selama proses hukum berjalan.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Polres Tangerang Selatan mengenai perkembangan penyelidikan masih dilakukan.

Dalam pernyataannya, Benyamin juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Saya turut berduka cita atas wafatnya ananda. Semoga iman Islamnya diterima di sisi Allah SWT dan keluarga diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending