Connect with us

Politik

Menteri Bahlil Nostalgia, Rasakan Serunya “Narik” Angkot Lagi di Fakfak

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kembali merasakan masa mudanya dengan menjadi sopir angkot di Fakfak setelah meresmikan Pasar Rakyat Tumburuni.

Logompn

Published

on

Menteri bahlil nostalgia, rasakan serunya narik angkot lagi di fakfak
Menteri Bahlil Nostalgia, Rasakan Serunya "Narik" Angkot Lagi di Fakfak. Gambar : Instagram/@melangkahdaritimur.id

MPN Indonesia 20 November 2025 - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kembali merasakan pengalaman masa mudanya dengan menjadi sopir angkot di Terminal Tumburuni, Fakfak, Papua Barat, pada Minggu (16/11).

Momen tersebut terekam dan dibagikan melalui akun Instagram @melangkahdaritimur.id pada Senin (17/11), menampilkan dirinya dalam suasana santai bersama masyarakat.

“Lagi mengenang masa lampau,” ujar Bahlil sambil tersenyum dalam video tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (20/11).

Aktivitas ini dilakukan di sela kunjungan kerjanya setelah meresmikan Pasar Rakyat Tumburuni.

Momen Nostalgia Saat Mengajak Rekan Menjadi Kondektur

Dalam kegiatan tersebut, Bahlil menyetir sebuah angkot putih Suzuki Carry dengan nomor polisi PB 7241 F.

Ia mengajak rekannya, Dino, seorang sopir taksi setempat, untuk berperan sebagai kondektur.

“Dino coba tes kau pu taksi, coba kau seperti kenek dulu,” kata Bahlil.

Sepanjang perjalanan menuju Terminal Tumburuni, Dino berteriak, “Kota kota kota kota,” menirukan gaya khas kenek angkot mencari penumpang.

Bahlil menceritakan bahwa ia pernah bekerja sebagai kondektur angkot selama tiga tahun dan menjadi sopir selama dua tahun saat duduk di bangku SMA.

“Saya kondektur angkot 3 tahun di terminal. Jadi sopir angkot 2 tahun waktu sekolah SMA. Kuliah juga bawa angkot,” ungkapnya pada (2/2) lalu.

Pengalaman Masa Lalu Bahlil sebagai Sopir Angkot

Bahlil, yang berasal dari Fakfak, mengungkapkan bahwa angkot yang ia kendarai saat ini berbeda dengan kendaraan yang pernah ia gunakan dahulu.

“Yang dulu (angkot) agak lebih gede,” ucapnya saat ditanya mengenai perbedaan kendaraan.

Ia juga menyampaikan bahwa angkot yang ia bawa di masa lalu bukan miliknya.

Baca Juga:  Menkes: Laki-laki Kalau Beli Celana Ukurannya di Atas 32--33 Lebih Cepat Menghadap Allah

Kondisi ekonomi yang terbatas membuatnya bekerja sebagai sopir angkot untuk membantu kebutuhan sehari-hari.

“Dulu enggak punya (angkot), boro-boro punya. Makan aja susah,” jelasnya.

Meski sudah lama tidak mengemudi angkot, Bahlil tampak masih mahir mengendalikan kendaraan.

Ia sempat bertanya kepada seorang sopir angkot setempat mengenai kemampuannya.

“Bagaimana feeling masih dapatkan? Masih oke kan, gas rem masih oke kan?” tanya Bahlil, yang dijawab sopir tersebut, “Masih pak, luar biasa hebat.”

Aktivitas nostalgia ini dilakukan setelah ia meresmikan fasilitas pasar di daerah yang juga merupakan kampung halamannya.

(AKM/NID/RAD)

Trending